Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
79. Kebaikan Alesha.


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Satu minggu telah berlalu Alesha telah pulang dari rumah sakit, dia akan menjalani masa pemulihan di rumahnya. Adiknya Lisa juga telah melawati rasa traumanya walaupun tidak sepenuhnya sembuh setidaknya Lisa sudah bisa di ajak ngobrol dengan baik.


"Bagaimana dengan mereka, Alex? " Tanya Alesha.


" Semua pelaku sudah di tahan mereka sedang menjalani proses hukuman penjara. "


"Secepat itu? "


"Iya, bukankah kalau ada uang akan lebih cepat pengerjaan nya? "


" Alesha? " panggil Alex .


"Emmm? "


" Masalah penghianat di kantor sudah selesai dan pelakunya adalah anaknya pak Brata yaitu Luisa. Juga masalah dalang penculikan dan penyusup waktu itu sudah terbukti dalangnya sekarang mereka menjalani proses hukuman yang setimpal. " Alex menjeda pembicaraan nya.


"Luisa? Memangnya apa yang dia lakukan di kantor mu? "


"Dia telah menggunakan kekuasaan Papanya dengan cara yang salah. Dia mengakses di dalam perusahaan dengan mudah dan meraup uang perusahaan dengan nominal yang sangat besar.


Alhasil beberapa akhir ini perusahaan menjadi kacau karena dana yang keluar tidak begitu jelas. Beruntung Frans telah menyadari kejanggalan dan kesalahan dari laporan perusahaan Brata.


Sekarang, aku telah mencabut semua saham di sana memberikan pelajaran untuk Luisa yang sangat angkuh itu. "


"Kau mencabut semua saham di perusahaan pak Brata? Alex, Bukankah Luisa sudah menjadi tahanan dan dia juga akan menjalani kehidupan yang begitu sengsara di sana kenapa kamu memberikan hukuman juga untuk Orang tuanya? "


"Apa kau tidak senang? "


"Bukan begitu! Yang bersalah adalah Luisa bukan Pak Brata. Jadi, aku rasa ini tidak adil untuk orang tuanya jika pak Brata juga mendapatkan hukuman darimu.


Menjadi sukses itu membutuhkan waktu yang sangat panjang Alex. Pak Brata juga tidak mungkin membiarkan anaknya menjadi jahat apa lagi yang berhadapan dengan dia adalah kamu bukankah kamu berada di atasnya.? "


"Sekarang mau kamu bagaimana dengan Brata? "

__ADS_1


"Aku hanya mau kau memberikan kesempatan untuk pak Brata dia tidak bersalah. Mengembalikan saham dan bekerja sama kembali di perusahaan Pak Brata. aku hanya merasa kasihan dengannya apa lagi masalah menimpa Luisa sudah membuat pukulan yang begitu besar Alex. "


Alex menatap Alesha dengan kebingungan kenapa istrinya ini mempunyai hati yang begitu baik bahkan terlalu baik dengan keluarga yang sudah menyakiti dirinya berulang kali.


"Aku akan pikirkan besok! "


"Kenapa besok? memang nya tidak bisa sekarang? Aku khawatir dengan dia jika terlalu lama membuat dia menjadi stres tidak menutup kemungkinan dia bunuh diri karena masalahnya yang begitu sangat berat. " Alesha terus mendesak suaminya agar menghubungi Pak Brata lebih dulu, setidaknya meringankan beban fikiran yang sedang dia hadapi.


"Kenapa kau masih baik dengannya, Alesha? kenapa kau mengkhawatirkan Orang tuanya. jelas-jelas Luisa sudah menyakitimu sampai seperti ini kenapa kau masih memikirkan perasaan orang? " Tanya Alex.


Alesha menatap wajah suaminya, melihat gestur wajahnya yang menahan kesal.


"Aku mempunyai seorang Ayah, Alex. Dia bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya. sama halnya dirimu kau juga bekerja siang malam tak memikirkan tubuh yang lelah dan sampai lupa beristirahat. Kau bekerja bukankah untuk keluarga? untuk diriku dan calon bayi kita. Aku rasa kamu sudah paham apa yang aku katakan. "


"Baiklah! aku memang paham dengan tujuanmu. Aku akan bicarakan soal ini dengan Frans setelah dia selesai dengan pekerjaannya. Apakah kau senang sekarang? "


" Terima kasih, Sayang. " Alex mengangguk sebagai jawaban. Lalu Alesha memeluk Alex dengan erat dia merasa lega akhirnya Alex menuruti kemauan nya.


Setelah beberapa menit terdiam sambil berpelukan, Tiba-tiba Alex membuka suara kembali.


"Alesha, Aku benar-benar ingin kau menjadi istriku untuk selamanya mendampingi ku sampai maut memisahkan. Dan tentang kontrak Aku sudah merobeknya Alesha kita tidak akan menjadi suami istri kontrak lagi. "


Dulu Alesha masih merasakan bersalah terhadap mantan kekasih karena merasa dirinya telah menghianati cintanya. Sekarang dia bersyukur telah berpisah dengan nya karena mempunyai sifat yang tempramentalnya begitu sangat buruk.


" Terima kasih telah mewarnai hidupku dengan begitu indah. "


" Setelah kamu benar-benar sembuh Aku ingin membuat pesta begitu besar yaitu pesta pernikahan kita Alesha. Memperkenalkan dirimu di publik sebagai Mrs. Alex Dornan bagaimana apakah kamu setuju? " Tanya Alex.


"Kau akan membuat pesta pernikahan? bagaimana dengan perutku Alex? perutku sudah mulai membesar jika memakai gaun pengantin seperti bukan pengantin tapi badut! " Alesha memanyunkan bibirnya.


" Puuffttt... "Alex menahan tawanya saat melihat wajahnya yang lucu.


"Apa yang kau tertawakan? "


"Tidak ada! Baiklah aku tidak akan menertawakan dirimu. Ohya, Aku akan mendatangkan disainer gaun pengantin yang indah untuk mu besok. "

__ADS_1


"Memangnya harus besok? "


" Iya, mengukur tubuhmu dan memilih warna yang kamu suka. " Alesha mengangguk patuh.


☘☘☘


Di Rumah Brata..


Kediaman rumah Brata keadaannya begitu sangat kacau dia menjadi stres karena perusahaannya belum dapat investor baru yang mau bekerja sama dengannya membuat dia semakin emosian.


Brata tidak pernah keluar dari ruangan kerjaannya dia merenungi nasibnya yang akan hancur dalam beberapa hari kedepannya.


Saat ini, sekertaris Brata berada di depan ruang kerjaannya. Sekretarisnya sangat mengerti Tuannya yang sedang mengalami kerugian bahkan hampir bangkrut.


Jerome menghembuskan nafas beratnya dia juga merasakan apa yang dirasakan tuannya karena dia sangat hafal dan mengerti Brata. Jerome memang sudah sangat lama menemani Brata dari nol sampai sekarang.


Saat Jerome ingin mencoba membuka handle pintu ruangan tapi di kagetkan dengan suara handphonenya.


"Asisten Tuan Alex? " Jerome menatap layar handphonenya dengan bingung kenapa Assisten Frans tiba-tiba menelpon dirinya. Setelah bergelut dengan pertanyaan dirinya sendiri akhirnya Jerome mengangkat telepon nya.


"Ya? "


" Tuan Alex menyampaikan ingin Pak Brata menemui beliau di Perusahaan jam 7 malam. Tuan Alex akan membahas kerja sama kita kembali jangan sampai kalian telat kau tentunya paham dengan konsekuensinya jika terlambat bukan?"


"Baik, saya sangat paham betul dengan tuan Alex. akan saya sampaikan pesan Tuan Alex, kepada Tuan Brata. "


Frans mematikan teleponnya tanpa sepatah katapun Jerome yang sangat hapal dengan prilakunya yang sangat dingin memang pantas menjadi Asisten orang berpengaruh Jerome tidak merasa kesal ataupun marah. Frans memang orang yang tidak suka basa-basi saat menyampaikan sesuatu, dia akan bicara langsung ke intinya tanpa berbelit- belit.


Jerome membuka handle pintu ruangan yang sempat tertunda tadi dengan sangat lebar-lebar. Jerome menatap miris dengan keadaan di depannya ruangan yang dibiarkan remang-remang.


Jerome menyalakan lampu hingga menampakkan keadaan di dalamnya. Bau alkohol dan ratusan putung rokok di biarkan berserakan di atas meja bahkan sampai di bawah lantai.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2