
Alesha dan The Gengs berada di dalam caffe
mereka bertiga baru bertemu kembali setelah kelulusan sekolah.
mereka tampak asyik dengan obrolan nya, tak lupa juga alesha memberikan kabar jika dirinya sedang mengandung. Lily dan Dewi yang mendengarnya ikut merasakan kebahagiaan alesha. walaupun alesha telah menikah, tapi tidak susah untuk bertemu dengannya dan Alex mengizinkan Alesha untuk bermain dengan sahabatnya.
"Oh ya.. bagaimana dengan kuliah? " tanya Dewi.
"Mungkin aku tidak kuliah dulu sampai aku melahirkan kan. " ucap alesha.
"Kamu tidak kuliah pun sudah kaya! tak perlu capek-capek kuliah .!?" ucap Lily, Alesha mengerut alis.
"Apa!? '' tanyanya lagi.
" Enak bener tuh mulut, kuliah juga penting tau. Yah walau pun Alesha sekarang sudah menjadi istri orang kaya tapi kan pendidikan juga penting Ly.? "ucap Dewi, sambil menyuapkan makanan di mulutnya.
" Aku hanya ingin fokus menjalani tugas sebagai seorang istri dan apa lagi aku juga akan menjadi ibu. kalau aku sambil kuliah rasanya tidak nyaman aja.!? " ucap Alesha.
''iya juga? Apa lagi nanti kan bakal sibuk banget saat masuk kuliah kan. takutnya kamu malah kecapean terus kenapa-kenapa lagi dengan janinnya.! "
"Nah, itu lu tau?. " ucap Dewi.
mereka terdiam, mereka bertiga menikmati makanan yang ada di atas meja. banyak hidangan yang tersaji di atas nya, saat Alesha dan Dewi menyuapkan makanan nya. tiba-tiba Lily menanyakan tentang mantan kekasih alesha membuat suasana menjadi hening seketika.
" Ohya sha, aku kadang suka berfikir kalau mantan kekasih kamu kenzo, datang bertemu kamu kembali bagaimana? sedangkan kamu sekarang sudah memiliki seorang suami?.'' tanya Lily tiba-tiba.
Alesha berhenti memakan lalu menatap Lily dengan tatapan serius. walau pun kini telah menjadi istri Alex dan sekarang juga sudah mempunyai rasa dengan suaminya itu. tak menutup kemungkinan bahwa dirinya masih mengingat hubungan seperti apa dengan kenzo.
mungkin suatu saat akan bertemu kembali dengan kenzo dan datang menemui dirinya sebagai mantan kekasih bukan lagi sebagai kekasih seperti dulu.
Lily dan dewi menanti jawaban alesha, akan seperti apa jika mereka bertemu kembali dengan hubungan mereka yang tak lagi sama.
''itu hanya masa lalu Lily, cepat atau lambat dia juga akan mengerti kan? sekarang hatiku hanya untuk suamiku! Apa lagi aku mengandung anak Alex. Walaupun aku dan kenzo, dulu saling mencintai tapi sekarang kan sudah berbeda. Aku juga sudah melupakan dia, sekarang tugasku ya mencintai suamiku mana mungkin aku masih menyisakan hati untuknya? " jelas Alesha, Lily dan dewi juga merasa lega.
"syukurlah jika kamu sudah mencintai suamimu, aku senang mendengar nya. Aku sebagai sahabat akan selalu mendukung mu sha.!? " ucap Dewi dan di angguki Lily.
" Aku juga tau batasan! dan siapa yang harus aku hormati dan aku cintai. Tidak mungkin lah aku masih mempunyai rasa dengan dia? "
Dewi dan Lily mengangguk paham apa yang di katakan Alesha memang ada benarnya.
❤❤❤
Di dalam mobil..
__ADS_1
"Hayden! Apakah kamu berbicara dengan suami saya saat aku berada di caffe? "
" Iya! Tapi, tuan tidak mengatakan Apa-apa, Nona. "
"Really? Apa kamu memberitahu suamiku bahwa aku keluar bertemu dengan sahabat- sahabat ku? "
"Tuan Alex sudah tau, saya berbicara dengannya ketika Anda berada di caffe!? "
"Oh.. baiklah. "
Mobil memasuki halaman rumah, Hayden dan Lily keluar dari mobil membukakan pintu untuk nona nya.
"Terima kasih. "
"sama-sama, nona. "
Alesha masuk kedalam rumah dia langsung naik menggunakan lift. di dalam lift Alesha melihat handphone nya ternyata suaminya telah sampai di Los Angeles. Alesha tersenyum melihat foto Alex yang sangat tampan, berpose duduk di dalam pesawat pribadi seperti bos-bos Arrogant.
Ting!
lift terbuka, alesha berjalan menuju kamar. Hayden dan Lily juga sampai ke atas menggunakan tangga. Lily membukakan pintu untuk nonanya, Alesha masuk ke dalam kamar melepas sepatu yang ia pakai dan menaruh ke sembarang tempat.
mendapati kamar yang gelap, matanya mengarah ke semua sisi-sisi kamar. Alesha hanya mengedikkan bahunya mungkin pelayan lupa menyalakan lampu kamar nya.
Alesha melangkah ke kamar mandi dia masuk kedalam. Alesha berdiri di depan wastafel, membersihkan make-up terlebih dulu lalu mencuci mukanya dengan bersih.
Dia melangkah ke bathub saat ingin mengisi air, sebuah tangan membekap mulut alesha dengan kuat satu tangannya menodongkan pisau di lehernya.
Alesha memberontak tapi karena tenaganya tak sebanding dengan orang yang membekap nya. Alesha meronta-ronta ingin melepaskan tangan yang membekap nya.
Alesha menggigit tangan tersebut lalu menginjak kaki orang misterius itu.
"Siapa kamu!? "
"siapa aku? itu tidak penting.!!! "
Alesha memundurkan langkahnya pria misterius itu terus berjalan maju. Alesha melihat kebelakang lalu keluar dari kamar mandi dengan cepat.
pria misterius itu mengejar alesha sampai di dalam kamarnya mencekal pergelangan tangan alesha. pria itu memojokkan alesha di dinding kamar, lalu melecehkan alesha dengan meraba tubuh bagian dada.
"Apa yang kamu lakukan!!! "
"sekarang kamu harus menjadi gadis yang baik. "
__ADS_1
"lepaskan! "
"apa selama ini kamu telah menikmati kehidupan yang mewah? sehingga kamu menjadi gadis pemberontak? "
"siapa sebenarnya kamu? "
"kamu tak perlu tau siapa aku. "
"Hayden! tolong.!!! " teriak alesha.
penyekap itu tersenyum smrik. Hayden yang mendengar suara dari ruang kamar Nona. Hayden melangkah mengendap-endap menuju kamar istri tuannya dan mencoba memanggilnya.
"Nona?.. "
penyekap mengetahui bahwa ada orang yang mendengar teriakan alesha, membekap mulut alesha dan berbicara dengan nada mengancam.
"jika kamu berteriak! aku pastikan mulutmu akan aku sobek sampai kau tak bisa berteriak dan berbicara lagi. " bisik pria misterius itu.
"Emm.. emm.. " alesha meronta-ronta penyekap itu menodongkan pisau nya kembali ke leher alesha sehingga tergores di leher.
"jika kau tak mau diam, pisau ini yang akan bergerak dengan cepat menggores lehermu sampai kau tak bernyawa!?? "
Alesha terdiam, dia menuruti pria tersebut lalu berjalan ke arah balkon. Hayden membuka pintu kamar majikannya.
"Hei! lepaskan nona alesha.!! "
"Jangan mendekat! " suruh pria itu, Hayden masuk ke dalam melangkah maju. selangkah demi selangkah ia mendekat pria tersebut yang membekap nona alesha.
pria tersebut berjalan mundur ke arah balkon, alesha hanya menangis tak berdaya dengan diam. Dia tidak bisa berbuat apa-apa sebuah pisau yang mengarah ke lehernya siap untuk menggores di lehernya.
" kita akan berjalan ke arah balkon. "bisik pria tersebut, alesha menuruti jalannya sampai terseret seret.
" Diam di tempat atau aku akan melepaskan satu tembakan? " Ucap Hayden, alesha menggelengkan kepala.
"jika kau maju satu langkah, aku pastikan dia akan mati.!!!" ancam pria tersebut, Hayden menatap Nona Alesha nya yang menggeleng.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1