Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
71. Munculnya masa lalu.


__ADS_3

Di suatu tempat ~


Luisa begitu marah besar mendengar rencana yang dia susun sedemikian rupa rapihnya, ternyata tak membuahkan hasil yang baik. Luisa menambah kebencian di lubuk hatinya, rencana yang berulang-ulang selalu gagal dan tidak mendapatkan apa yang di inginkan.


"Nona, jika seperti ini terus-terusan tidak akan membuat Anda menjadi puas. bagaimana jika kita mengubahnya, saya yakin dengan ini anda akan lebih puas dengan ide ku. " ucap bawahan Luisa.


"Memang nya ide apa? Apa kamu yakin dengan ide mu kali ini hah?! " teriak Luisa.


"saya yakin nona, dan tentunya anda akan senang. "


"Baiklah.. jika kali ini gagal juga kau yang akan aku beri perhitungan. " ancam Luisa.


Bawahan Luisa mendekatkan ke telinga nya lalu membisikkan sebuah rencana yang akan mereka susun kembali.


Luisa tersenyum miring mendengar ide bawahannya membuat dia puas, mungkin kali ini tidak akan gagal lagi.


šŸŽ‹šŸŽ‹šŸŽ‹


Beberapa hari kemudian~


Alesha bersiap untuk pergi ke suatu tempat, di kawal oleh kedua Bodyguard Hayden dan Livy.


" Nona, kita sudah sampai. " Hayden memberitahu nona alesha.


Alesha melihat sekelilingnya, senyuman terpancar di wajah nya. Alesha turun dari mobilnya memasuki sebuah Villa mewah yang pernah alesha dan Alex menginap.


Alex telah menghadiahi sebuah Villa mewah ini untuk alesha, Alex membiarkan alesha untuk mengunjungi villa tersebut terlebih dulu.


Ternyata semua perabotan dan furnitur Villa di rubah lebih mewah, Alesha tak henti-hentinya merasa kagum dengan sosok Alex yang sangat peka dan romantis.


"Hayden, Livy. Aku akan naik ke atas kalian tunggu aku di bawah saja. " perintah alesha.


"Tapi Nona.. "


"Aku ingin sendirian di atas, kalian bisa mengawasi sekeliling jika ada apa-apa. "


"Baiklah, anda harus hati-hati nona. "


Alesha hanya mengangguk saja lalu berjalan naik ke lantai atas. membuka kamar utamanya membuat alesha tercengang, kamarnya di desain begitu detail tentunya ini selera alesha. Alesha sedang membaca sebuah majalah di dalam kamar utama, sesekali sambil melihat ke arah luar yang menampakkan keindahan ombak laut.


Saat alesha ingin menyuapkan buah ke mulutnya, tiba-tiba pintu di buka dengan begitu kasar. Alesha berjingkrak sangat kaget dengan pintu yang tiba-tiba terbuka dan berbunyi keras, dia menoleh melihat ke belakang menampakkan sosok seorang perempuan yang tak dikenali nya.


"Kamu siapa? " Tanya alesha.


Perempuan itu diam, menatap alesha dengan sorot mata tajam yang seperti elang. Alesha diam di tempat ia berdiri, menatap perempuan yang ada di depannya.


''Apa hubungan mu dengan Alex!? "Tanya perempuan itu, alesha terdiam sejenak kenapa perempuan ini tiba-tiba menanyakan hubungan nya dengan Alex.


" Jawab!!! "alesha terkejut dengan teriakan wanita itu.


" Tunggu! siapa kamu? Kenapa bisa masuk ke sini? "Tanya alesha.


" Aku tanya hubungan mu dengan alex! ******! "Teriaknya lagi..

__ADS_1


" Oh.. Oke.. Hubungan Aku dan alex adalah sepasang suami-istri. " alesha menjawabnya dengan ketakutan.


Wanita itu, mengeluarkan sebuah senjata api alesha


melihat perempuan itu mengeluarkan sebuah pistol perlu waspada dengan wanita di depannya.


" Apakah kau mencari alex? Dia tidak berada di sini, dia sedang bekerja. "


"I came to see you. " /( aku datang untuk melihaatmu.) ujar perempuan itu.


Alesha tetap tenang menghadapi perempuan yang tidak ia kenal di depan nya.


" Melihatku? Okay, Untuk apa kau mencari ku. aku sama sekali tidak mengenalmu. " tanya alesha.


"Aku tanya dengan mu! apakah dia membiarkan anda memanggilnya dengan nama saja? "


"Yeah.. Aku selalu memanggilnya hanya menyebutkan nama saja. Why? " tanya alesha.


"He cares a bout you? " Alesha mengangguk pelan.


Dorrr...


perempuan itu menembakkan ke arah vas bunga di atas meja nakas, alesha menghindari tembakannya dan menolehkan kepalanya ke samping. Vas bunga hancur berkeping-keping berserakan di lantai.


"Jangan berbohong! katakan padaku apa yang kamu miliki yang tidak aku miliki? " teriak permpuan itu.


"A-aku tidak berbohong! dan aku tidak mengenal anda apa yang ingin kamu lakukan? ''


" I saw you! "


"Aku tahu kamu sangat mencintai alex. Aku juga, bahkan aku sangat mencintai dia kenapa kamu yang menjadi istrinya?! "


"Kenapa anda tidak meletakkan pistolnya? "


"Banyak bicara!! "


Dorr.. Dorr.. Dorrr..


perempuan itu melepaskan beberapa kali tembakan di atas langit-langit atap, mendengar suara tembakan beberapa kali Hayden dan Livy langsung berlarian menuju ke lantai atas.


Alex yang baru sampai di depan Villa terlonjak kaget dengan suara tembakan beberapa kali dari dalam villa, dia langsung turun dan memasuki villa dengan tergesa-gesa.


"Kamu tidak tahu dia kan? apa yang dia suka, apa lagi kamu tidak memberikan apa yang dia inginkan? dia hanya berpura-pura dengan mu saja?! "


"Apa maksudnya? aku tidak mengerti apa yang kamu ucapkan?! '' ucap alesha.


" Kau~


Pembicaraan perempuan itu terpotong saat Alex dan kedua bodyguard alesha tiba, perempuan itu menoleh kebelakang. Alesha sedikit lega saat melihat suaminya telah datang dengan tepat waktu.


perempuan itu menodongkan pistolnya lagi, tapi Alex berusaha menenangkan perempuan itu dengan pelan-pelan. Hayden dan Livy masuk ke dalam melindungi alesha agar tak terkena tembakakan.


"Jangan mendekat Alex! "

__ADS_1


"Tenang! kita bisa bicarakan baik-baik, Okay? jangan seperti ini. " Alex mengkode agar perempuan itu mendekat kepada nya.


"No, Alex! "


"Diaz, tolong jangan seperti ini. " Alex mengisyaratkan alesha dan Kedua bawahannya tetap diam di tempat nya.


"Jangan mendekat lagi atau aku tembak wanita itu? "


"Okay.. Okay.. kamu tenang dulu turunkan pistol nya "


Alex melangkah pelan-pelan menuju ke arah Diaz, menggenggam tangan Diaz lalu mengambil pistol di tangannya. memasukkan ke dalam jas Alex, Diaz bernafas dengan memburu dia langsung memeluk tubuh Alex begitu erat.


Alesha kaget dengan apa yang di lakukan alex kepada perempuan yang bernama Diaz.


"Alesha.. pulang ke rumah terlebih dulu dan tunggu aku di rumah. " ucap alex memerintah alesha agar pulang ke rumah.


"Tunggu! " Diaz meraih wajah alex lalu mencium bibirnya dengan begitu rakus. Alesha melihat adegan itu menangis berkaca-kaca dia hanya berdiam menyaksikan suaminya yang dicumbu dengan perempuan lain tepat di depan matanya.


tak hanya itu perempuan itu meraba bagian-bagian tubuh alex bahkan sampai ke bawah sensitif nya. Alex mencekal tangan Diaz, mendorong agar menjauh dari tubuhnya.


Melihat Alesha yang telah menangis alex begitu khawatir dengan istrinya.


"Alesha.. tolong kau pulang duluan, kita akan bicarakan ini di rumah oke."


Alesha tak menjawab justru dia memalingkan wajahnya tak mau melihat suatu yang amat menyakitkan.


"Untuk sekali, lakukan saja apa yang aku perintahkan!. "teriak alex.


" Hayden, bawa nona keluar dari sini. " Tanpa menjawab Hayden dan Livy langsung menjalankan tugasnya untuk membawa alesha keluar dari ruangan.


Mereka menggiring Alesha agar berjalan keluar dari kamar utama, alesha begitu sakit hati dan terus meneteskan air matanya.


Tepat di depan pintu mobil, Hayden membukakan pintu mobilnya, Alesha terdiam sejenak di depan pintu mobil.


"Nona, alesha! " panggil Hayden.


Alesha berbalik badan lalu berjalan keluar dari villa, Hayden dan Livy mengejar Nona alesha.


"Nona... "


"Stop it, jangan mengejar aku! biarkan aku pergi sendiri. "


"Nona.. tidak baik jika anda pergi sendirian. "


Alesha kembali berjalan ke arah jalanan meninggalkan Livy dan Hayden di sana. Hayden coba mengejar Nona nya kembali tapi mereka kehilangan jejak Alesha.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2