Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
72. Liciknya Luisa..


__ADS_3

Alesha berjalan menelusuri jalanan tanpa arah, air mata nya tak lagi menetes, berjalan di jalanan yang begitu ramai dengan orang-orang yang tengah berjalan berlalu lalang.


Saat jauh dari kejaran Bodyguard nya dan Bawahan Alex, Alesha berhenti berjalan dia berhenti di sebuah danau yang amat luas, lalu duduk di pinggir danau menatap nya dengan pandangan kosong.


Sesekali Alesha mengelus perut yang mulai membuncit, menatapnya dengan kesedihan entah masalah apa lagi yang harus dia hadapi lagi dan lagi.


"Siapa perempuan itu? Apakah dia masa lalunya? Apakah aku belum cukup mengenal suamiku sendiri?! " Alesha bermonolog sendiri.


"Aku tidak mengerti ujian apa lagi yang harus aku hadapi sekarang ini. Oh Tuhan...Rasanya lelah dan capek menghadapi semua cobaan bertubi-tubi. "


Rasanya tidak ada orang yang lebih sayang dan peduli kepadaku selain keluarga. Hanya Ayah, ibu, dan adik yang selalu ada di sampingku saat bahagia maupun dalam keadaan terburuk sekalipun.


Apa begini rasanya sakit hati? Kenapa rasanya begitu amat sakit dan sesak di dalam sini..


Alesha menekankan rasa sakit di dadanya saat adegan perempuan dan suaminya terlintas di fikiran nya. patah hati sebelumnya tak sesakit ini apakah kau juga merasakan apa yang mommy rasakan nak.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Malam Hari pukul jam 22: 30~


Alesha sampai di depan rumah mewah milik Alex, dia melangkah gontai menuju pintu masuk rumah. para bodyguard yang melihat Nona besarnya merasa lega akhirnya yang di cari-cari pulang dengan keadaan selamat.


Alesha terus berjalan hingga Alex melihat kepulangan istrinya. Alex berdiri dari duduknya mulai melangkah mendekati alesha.


"Where the **** have you been? " ( kemana saja kamu?.) "Alex bertanya ke alesha dengan begitu lantang.


" Aku bilang untuk pulang kesini, kenapa kau pergi dan menghilang." imbuhnya lagi.


Alesha berhenti melangkah tubuhnya tak menatap ke arah alex, dia terus menatap ke depan diam cara ampuh alesha agar emosinya tak meledak.


"Aku bahkan menyuruh orang untuk menyisiri jalanan -jalanan, untuk mencari mu. "

__ADS_1


"I'm Sorry, aku tidak selalu melakukan apa yang di perintahkan. Mungkin anda hanya benar-benar membutuhkan seseorang yang mematuhi setiap perintah darimu. " jawab alesha santai.


"Apa kau cemburu? Alesha dia mempunyai ganguan mental dan aku tidak mempunyai hubungan di masa lalunya. " jelas Alex.


"I saw you, Alex. Aku melihat cara dia bersamamu dan aku rasa dia tak mengalami gangguan yang kau bicarakan. "


Alesha berjalan kembali menaiki tangga satu persatu, Alex menatap istrinya yang tak biasa dia menunjukkan sikap yang begitu dingin. Alex melangkah besar mengejar alesha naik ke lantai atas.


"Dia punya senjata yang buruk, Alesha.. Aku akan melakukan apa saja untuk menaklukkan nya. "


Alesha terus berjalan tak menghiraukan apa yang di bicarakan suaminya itu.


"Alesha.. apa yang aku bicarakan memang benar! sekarang dia berada di bangsal psikologi dan mendapatkan bantuan yang di butuhkan. Kau sudah melihatnya kan dia membuatmu takut. "


"Yeah.. dia membuat ku takut. Tapi.. ada yang lebih membuat ku ketakutan yaitu melihatmu melakukan seperti itu dengan nya tepat di depanku. "


"Sayang, aku akan jelaskan dia siapa dan seperti apa hubungan ku dengannya di masa lalu. " Alex berusaha membujuk alesha agar mendengar kan tentang dirinya dan Diaz di masa lalu.


"Tidak! tolong jangan lakukan seperti ini dengarkan ~


" Alex! Aku hanya perlu berfikir sedikit. "


"Jangan tinggalkan aku, please aku mohon. "


"What are you doing?. " (Apa yang sedang kamu lakukan.) tanya alesha dia tercengang apa yang dia lihat, Alex berlutut di bawah kakinya kepalanya menunduk.


"Bangun! Apa yang kamu lakukan? lihat aku. " pinta alesha.


"Sayang, aku dan dia tak mempunyai hubungan sebelumnya. Diaz adalah teman masa kecil dulu dia menyukaiku saat masih jaman sekolah, dia mempunyai gangguan mental karena obsesinya yang mencintaiku dengan terlalu Over. Alesha aku peduli dengan nya karena dia seperti itu karena aku selalu menolak cinta nya. please percaya padaku kali ini yah? "


Alex terdiam di depan pintu, alesha tak mau lagi mendengarkan penjelasan dirinya. Mendorong tubuh Alex dan memilih untuk menutup pintu kamar.

__ADS_1


"Sayang.. tolong percaya padaku." ucap Alex di belakang pintu kamar nya, alesha luruh hingga tak kuasa menahan kesedihan nya.


Entah benar atau tidak apa yang di bicarakan suaminya dia lebih memilih untuk menghindari untuk sementara waktu.


"Alesha! sayang, buka pintu nya. "


Alesha tak membukakan pintu kamarnya, alesha melangkahkan kakinya menuju kamar mandi membasuh wajahnya. menatap wajah dirinya di dalam cermin, wajah terlihat kusam dan sedikit bengkak.


🌼🌼🌼


Di lain tempat~


"Aku sudah melakukan apa yang kamu minta. aku sudah membuat hubungan mereka menjadi renggang karena salah paham. Tolong jangan ganggu aku dan melibatkan obsesi mu untuk mendapatkan Alex. Aku sudah susah payah melupakan dia dengan begitu sulit. "


"Heh! aku bukan seperti mu yang mudah menyerah begitu saja. jika dia tidak menjadi milikku? aku pastikan wanita mana pun tidak boleh mendapatkan nya. " ujar Luisa.


"Dasar sinting! " ucap diaz, lalu pergi meninggalkan luisa sendirian yang berada di dalam caffe.


Luisa tersenyum miring, belum juga puas apa yang dia lakukan terhadap alesha. Otak liciknya masih berfikir untuk menyerang alesha dengan berbagai cara liciknya.


"ini bukan seberapa alesha! aku sudah menyiapkan kado yang lebih besar untuk mu nanti. " Luisa tersenyum menyeringai, senyuman yang di tunjukkan nya raut wajah emosi, ada rasa senang sekaligus rasa tidak suka. Senyum kepuasaan ini bukan mengarah pada hal yang positif.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2