Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
30. Pesta 2.


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Alesha melangkah cepat ke kamar kecil. Tapi, di tengah langkahnya di cegat oleh Luisa. Menyeret alesha masuk ke dalam toilet. Agar tidak ada orang yang melihat. Tubuh Alesha di lempar kan di pojokan wastafel.


Alesha sempat kaget dengan tindakan Luisa yang tiba-tiba.


"Apa kamu sengaja membuat aku cemburu.? " tanya Luisa.


"What?? "


"Kamu sengaja berkencan malam ini dengan Alex kan.? Agar aku tak mengharapkan dia lagi?. " tanya Luisa lagi.


"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Jadi aku permisi. "


Alesha melangkah ke kamar kecil untuk membuang air. Tapi langkahnya lagi-lagi di cekal.


"Aku belum selesai bicara. "


Alesha terhenti dan menatap Luisa. "Aku ingin buang air kecil. Jadi, jangan halangi aku lagi. "


Akhirnya Luisa melepaskan cekalan tangannya. dan membiarkan alesha menuntaskan hajatnya.


Tak lama kemudian, Alesha keluar dari kamar kecil nya. lalu melangkah ke wastafel dan mencuci tangan. Luisa yang masih setia berdiri di depan wastafel dan menatap dirinya di cermin.


"Aku ingin bicara dengan mu? " Ucap Luisa.


"Apa yang kau akan bicarakan? Bicara saja aku akan mendengar nya. " Ucap Alesha sambil mencuci tangannya.


"Apa yang membuat kalian tiba-tiba menikah? Aku tahu alex tak pernah berkencan dengan wanita manapun selama ini. Kenapa kalian mendadak merencanakan pernikahan. Dan yang membuat ku heran kenapa kau yang di nikahi oleh nya?...


Apa pernikahan kalian hanya kesepakatan? Atau untuk menghindari perjodohan dari ku? Alesha, Aku tahu seluk-beluk keluarga Alex. tapi ini, membuat aku menjadi bertanya-tanya. Ada apa dengan kalian.? "


Degg


Alesha tak langsung menjawabnya. Dia juga terhenti mencuci tangan. justru ia menatap Luisa dengan tatapan tajam. Luisa masih ingin mengorek pakar dari pernikahan Alex dan Alesha.


"Aku tidak bisa mengatakan hal yang privasi. kau tak pantas untuk mengitrogasi ku seperti ini? "


Luisa tertawa.


"Apakah kamu pikir jika kau? Wanita pertama yang dia harapkan. No, kau hanya beruntung saja! Tapi tidak akan lama lagi. Kau Akan disingkirkan oleh dia. "

__ADS_1


Alesha terdiam, dia tahu jika meladeni Luisa dengan emosi akan membuat dirinya terjebak oleh permainan Luisa.


"Oh ya? Aku tak berfikir jika aku wanita pertama yang akan dia harapkan. jika kau merasa cemburu dengan sikap yang Alex berikan pada ku. Maka, Jangan mengharapkan dia lagi. "


Luisa mengetatkan rahangnya. Tidak Terima dengan jawaban menohok alesha.


"Jangan bersenang dulu, Alesha. Kau tak tahu jika alex pria pemilih wanita. Kau hanya alat saja lambat laun kau akan tahu tentang dia seperti apa. "


"And you don't strik me as the type of woman who wants to be owned.? ( Dan anda tidak menganggap aku sebagai tipe wanita yang ingin dimiliki?) Aku tak perduli apa yang kau bicarakan tentang dia seperti apa? Aku permisi. "


Alesha melangkah ke luar, Tapi lagi-lagi Luisa menahannya. Sedari Awal alesha menahan emosi dengan sikap Luisa ini. Ia tahu jika Luisa sangat mencintai suaminya. Tapi, dirinya juga tidak mau jika hubungan nya berakhir. Takut semuanya akan kecewa dengan dirinya. walaupun pernikahan nya hanya di atas kertas dan mengorbankan pacar dirinya yang ia cintai. Tapi, tidak menutup kemungkinan dirinya tidak akan pergi dari Alex Dornan.


Luisa mendorong di dinding toilet. punggung alesha terbentur dengan keras alesha merintih kesakitan. Luisa seakan-akan mengajaknya untuk bertarung saat itu juga.


Alesha pun marah, matanya melotot tajam. Tapi Luisa tak takut dengan alesha yang menatap nya dengan penuh amarah.


"Jangan coba-coba membuat aku menjadi kasar dengan mu, Alesha. jangan merasa menang menjadi wanita yang alex nikahi. Kau akan tau akibatnya jika kau berhadapan dengan ku. Kau, Akan hancur di tangan ku Camkan itu. " Luisa langsung pergi saat dirinya memberikan peringatan pada alesha.


Alesha menatap kepergian Luisa, dia menatap dengan pandangan kosong. Dia juga tidak mau berurusan dengan wanita manapun hanya seorang pria. Tapi dirinya tak mampu untuk lepas dari sangkar yang di berikan alex untuk dirinya.


Alesha menyudahi lamunannya lalu pergi dari toilet. Dia berjalan dengan pelan Tapi matanya mencari keberadaan alex. Tatapan mata nya mengarahkan ke arah alex yang bersama Luisa.


***


Alex melihat jam, sudah satu jam lebih alesha tak menghampiri dirinya. Alex merasa khawatir dengan keadaan wanitanya itu.


Alex beranjak dari tempat ia berdiri dan pamit mencari Alesha. Dia menelusuri lorong menuju ke toilet wanita.


Dia berdiri di depan pintu masuk toilet. Seorang cleaning servis keluar dari dalam toilet.


Alex Dornan menyapa wanita tersebut.


"Permisi? "


"iya! Apa yang bisa saya bantu tuan? "


"Umm,,Apakah di dalam ada gadis tidak terlalu tinggi, berambut pendek dan Dia pakai gaun berwarna cream? "


"Tidak ada gadis di dalam, pak. Saya baru saja membersihkan semua didalam nya. Tapi, tidak ada ciri-ciri wanita yang Anda sebut kan. Saya permisi pak. " Wanita itu pergi dari hadapan alex.

__ADS_1


Alex terdiam sejenak, dia bergegas pergi dari toilet. Dan mencari di keramaian Acara tersebut. Tapi, dia tidak menemukan Alesha di sana. ia melangkah ke pintu keluar, Alex Dornan melihat penjagaan pintu keluar. Dia melangkah mendekati nya.


"Permisi.."


"Ya, Tuan. Apa ada yang saya bantu? "


"Saya hanya ingin bertanya, Apakah ada seorang gadis keluar dari Aula? Ciri-ciri nya dia pakai gaun berwarna cream. Dan tidak terlalu tinggi dan dia berambut pendek, Apakah kalian lihat? "


tanya Alex.


"Oh,, Ya Ada tuan. Dia keluar beberapa menit yang lalu. "


Alex terdiam dan ia langsung keluar dari Aula mencari alesha. Hingga dia mencari di pinggir jalan, menelusuri jalanan yang tidak terlalu ramai. Alex terus berjalan sepanjang jalan dari gedung perusahaan.


Matanya menangkap dua orang yang tengah berbicara di pinggir jalan. Alex menatap kedua orang beda jenis itu dengan rasa kesal.


Alex Dornan menghampiri ke dua orang tersebut.


"Kenapa kamu ada di sini Alesha? "


Alesha menoleh, mendapati suaminya yang telah menghampiri dirinya.


"Dia siapa? " tanya orang tersebut.


" Apa kau ingin tahu siapa aku? " tanya alex.


"Ah itu tidak terlalu penting bagiku. "


"Aku di sini hanya mencari udara segar" Ucap alesha.


"bersama dia? "


Alesha menatap yang di tunjuk alex ke arah laki-laki yang menemani nya tadi.


"Dia hanya kebetulan melihat aku. aku tak sengaja bertemu dengan nya di sini. "


"Aku tak mau mendengar alasan mu! sekarang ayo pulang. " Alex menarik tangan alesha dan melangkah pergi. Alesha menatap Zidan dengan rasa tak enak hati yang telah menemani nya.


Ya laki-laki tersebut adalah Zidan, Dia melihat seorang gadis yang berjalan sendirian. Dia tak tahu jika gadis itu alesha. Gadis yang ia baru kenal di sekolahnya. Zidan hanya menatap kepergian mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2