
"Bagaimana dengan keadaan rumah Alex.? " tanya Luisa pada bawahannya.
"Di sana sangat kacau nona, semua pelayan dan bawahan-bawahan Alex tengah kelimpungan mencari Alasha.!" jelasnya.
"Really??? "
"Ya! bahkan Alex turun tangan untuk mencari istrinya. "
"Woahhh.!!! pertunjukan yang sangat menarik, sangat-sangat menarik.. bagaimana dengan wanita itu? pergi ke mana dia? " tanya Luisa.
"Dia hanya pergi ke apartemen alex, Nona. bahkan dia pergi saat Alex pulang dari clubbing. mungkin dia sudah melihat foto dan pesan yang ku kirim.! "
Luisa tersenyum menyeringai, senyuman yang di tunjukkan raut wajah emosi, rasa senang sekaligus rasa tidak suka. Senyum yang menandakan kepuasaan ini bukan mengarah pada hal yang positif.
melihat seseorang yang tidak di sukainya mendapatkan kesulitan dan masalah. raut di wajah menyeringai menggambarkan dengan senyum kaku dengan satu ujung bibir yang terangkat lebih tinggi diikuti dengan perpindahan bola mata.
"Awasi wanita itu, jangan sampai kau celakai! yang boleh menyiksa hanya aku paham!!! " Ucap Luisa, dengan Ekspresi raut wajahnya dengan senyum jahat dan menghina.
"Baik, Nona. " Luisa mengibaskan tanganya mengusir bawahannya.
Bawahan Luisa keluar dari ruangan nya. Luisa memutar-mutar kan kursi yang ia duduki.
"ini hanya permulaan, wanita ******!!! kau sudah menggeser tempat ku yang sudah lama aku duduki. sekarang, aku akan merebut semua yang kau ambil dari ku. tunggu pertunjukan selanjutnya.. Ha ha ha ~
***
Di belahan lain~
Alex menyetir sambil menelpon alesha, tapi tidak tersambung Alex memukul setir dengan marah.
"kamu di mana alesha! " hatinya sangat cemas, mencoba menelpon ke orang tuanya.
calling..
"Halo Ayah? "
"iya, tumben nelpon Ayah pagi-pagi. Ada apa Alex.?" tanya ayah Herlan.
"Emm.. Alex hanya ingin bertanya apakah Alesha ke rumah ayah atau tidak? "
"tidak! kenapa kau bertanya dengan ayah? ada apa dengan kalian? "
"Ahh.. tidak ada apa-apa ayah, hanya masalah kecil biasa wanita memang seperti itu gampang ngambek. " Alex terpaksa berbohong agar tak di curigai oleh mertuanya.
"Dia memang seperti itu, memang agak susah untuk di atur. sebaiknya kau bicarakan dengan pelan-pelan kasih tau dia dengan bicara yang baik dia akan mengerti nantinya. "
"Baik, ayah Terima kasih. "
"sama-sama."
Alex mematikan teleponnya, lalu meletakan di dasbor mobilnya. sebuah telepon masuk~
Alex melihat siapa yang menelpon nya.
"Frans? ~
Alex mengangkat telepon nya. " ya, ada kabar apa Frans? "
"Tuan, menurut GPS yang saya lacak, nona alesha berada di apartemen anda. "
"kerja bagus, Frans. " Alex langsung mematikan telepon nya sepihak, lalu menambah kecepatan laju mobilnya.
Alex telah sampai di apartemen, dia langsung naik ke atas dengan langkah besarnya. tak sabar untuk bertemu dengan istri tercinta sepanjang di dalam lift Alex terus menatap ke atas melihat angka yang berjalan.
Ting.!!!
Lift terbuka, alex langsung berlari menuju kamar apartemen. Alex memasukkan sandi dan pintu terbuka.
__ADS_1
pelayan yang sedang bertugas membungkuk.
"di mana nona.? "
"Nona sedang di dalam kamar mandi, tuan. "
Alex berjalan melewati pelayan tersebut tanpa bertanya lagi.
suara gemericik air di dalam kamar mandi terdengar di luar. Alex mengurung untuk mengetuk pintu, dia menyenderkan tubuhnya di dinding mata nya menatap pintu yang tertutup.
Alex menghembuskan nafas lega, dapat menemukan alesha hatinya terasa plong.
ceklek~
Alex menoleh~ pintu kamar mandi di buka, menampakkan alesha yang hanya memakai handuk yang di lilitkan di tubuhnya. Alex menatap alesha dari atas sampai ujung kaki nya, alesha benar-benar lebih cantik dan berisi dari biasanya.
"Sayang.. " panggil Alex, Alesha melewati Alex dan tak melirik keberadaan Alex. Alesha terus berjalan menuju ke ruang ganti.
"Alesha? aku akan jelaskan mengenai semalam, sayang.! " Alesha masih menutup mulutnya rapat-rapat, tangannya sibuk mencari pakaian dalam dan baju untuk ia kenakan.
"Aku akan jelaskan, jangan berfikir terlalu jauh tentang aku dan Luisa. "
Alesha menatap datar. " aku tidak peduli apa yang kalian lakukan semalam. lebih baik menjalankan kesepakatan awal saja, menjadi istri di atas kertas. aku tidak akan seperti kalau aku tak mencintaimu! " alesha melepaskan tangan alex di pergelangan tangannya.
"Kau mencintai ku? Really? " Alex bertanya, seketika hatinya menjadi senang.
"Hei.! benarkah kau mencintaiku? "
"Tidak!!! sekarang kau bisa berbuat apa pun yang kau mau.! aku tak akan ikut campur dengan urusanmu. "
"kau itu istriku, kau berhak untuk ikut campur dalam urusan ku sekecil apapun.! "
Alesha tak menghiraukan Alex, dia sibuk memakai cd dan bra. Alex yang melihat istri nya yang tak canggung berganti pakaian dalam dengan keadaan bertelanjang. seketika di bawah sana sudah menegang dengan keras, tenggorokan nya seketika kering menelan saliva dengan susah.
Mata nya menatap tubuh indah alesha yang mulus, boba kembar terlihat besar dan pantatnya telihat menggoda.
__ADS_1
"Sayang... "
Alesha menatap Alex. " jika kau tak senang dengan kehadirannya, aku akan tetap mempertahankan sampai dia lahir. jika kau tak mau, aku sendiri yang akan membesarkan anakku sendirian. " ucap alesha, lalu dia memakai dres pendek berwarna putih.
"Apa yang kau katakan! aku juga menginginkan seorang anak. bagaimana bisa kau merawat bayi sendiri. "
"Apa yang tidak bisa di dunia ini? kita melakukannya dengan kesadaran! jika kau tak mau anak ini ya sudah. "
Alesha berjalan meninggalkan alex yang masih berdiri. Alesha mendudukkan pantatnya di kursi, melihat di meja makan yang sudah penuh dengan makanan sehat.
Alesha meminum susu ibu hamil lalu mengambil salad sayur menyuapkan di mulut sendiri. Alex yang melihat alesha yang sedang makan, hatinya merasa bersalah seharusnya bukan seperti ini.
Alex mendekati alesha, lalu duduk di sampingnya. mengambil buah yang sudah di potong-potong, lalu menyuapi alesha.
Alesha menatap buah yang di sodorkan, lalu menatap Alex. "Makan.. " alesha membuka mulut lalu memakan buahnya.
"Maafkan aku~~" ucap Alex.
"aku terlalu berfikir jauh tentang kehamilan mu, jujur aku sangat takut jika kau kenapa-kenapa! aku benar-benar sayang sama kamu, alesha. "
"Sayang??? jika kau menyayangi ku tak mungkin kau menikmati sentuhan dari perempuan lain selain aku.? "
"sayang! pada saat itu aku sangat mabuk, aku tak ingat dengan kejadian itu. sebelumnya aku melihat seseorang mendekati ku, yang aku lihat sosok dirimu~ " Alex berusaha menyakinkan alesha bahwa apa yang diucapkan memang benar.
".. kamu bisa bertanya dengan Frans, dia juga melihat aku di sana."
"Frans? diakan asisten mu, mungkin saja kalian bekerja sama. " ucap alesha.
Alex mencoba bersabar menghadapi alesha yang sangat keras kepala. Alesha melanjutkan acara makannya, perut nya terasa lapar sekali. Alesha makan semua hidangan yang ada di meja makan. Alex melihatnya ngeri, tidak biasanya alesha makan dengan porsi banyak..
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...