Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
88. Cinta yang salah.


__ADS_3

𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧..


Sudah satu minggu Suci bekerja sebagai pengasuh Arles, dan selama satu minggu ini Alesha benar-benar mengawasi Suci dengan ketat.


Alesha tak ingin Ada kesalahan sedikitpun mengenai anaknya.


“Suci, kau boleh istirahat, Biarkan Arles tidur di ranjangnya. “ Ucap Alesha setelah Arles sudah tertidur pulas.


“Tidak apa-apa Nyonya, lagi pun saya belum merasakan capek. " Jawaban Suci membuat Alesha ada yang mengganjal.


Tak mengerti apa yang di pikirkan oleh pengasuh Anaknya, Alesha sedikit kesal. Kenapa pengasuh nya sedikit pembangkang dan susah untuk di beritahu.


“Kenapa kau membantah ucapan ku? jika aku suruh istirahat kenapa masih ingin berlama-lama di sini? apa yang kau tunggu? “ Alesha terbawa emosi dengan prilaku pengasuh Arles.


“Bukan begitu, aku pikir jika aku berlama-lama dengan Baby Arles yang sedang tidur Anda bisa mempunyai waktu banyak untuk beristirahat. “Suci mencari alasan yang tak masuk di akal Alesha.


“Sudahlah, aku tak lagi butuh kamu di sini. Kau istirahat lah di kamarmu. “


“Tapi.. “


“Suci, kau di sini bekerja untuk menjaga anakku. sekarang dia sudah tertidur di ranjang nya, lalu apa yang mau kau kerjakan lagi? aku tidak mau kau ada di sini, aku mau istirahat. ”


Suci dengan berat hati keluar dari kamar Alesha. Dan meninggalkan Alesha dan Anak yang di asuhnya.


“Kenapa harus berteriak sih! menyebalkan. “Suci menggerutu kesal, dia sedikit tak suka dengan sikap Alesha yang begitu arogan.


Desi yang mendengar hanya mengelus dada, baru kali ini ada yang berani dengan majikannya.


Tepat jam 23:00..


Alex masuk ke dalam rumah, pekerjaannya begitu sangat padat sampai ia tak bisa membagi waktu bersama Alesha dan Arles. Alex yang sudah berada di kamar, memanggil istrinya.


“Sayang.. “ panggil Alex saat sudah di dalam kamarnya.

__ADS_1


“Kau sudah pulang? kenapa selarut ini? “ Alesha menyambut Alex, lalu membantu melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya.


“Maafkan aku, di kantor pusat banyak sekali pekerjaan yang tidak bisa di tunda jadi aku lembur hari ini. “


“Oh.. baiklah. “


“Arles sudah tidur? “


“Sudah, hari ini dia tidak rewel jadi lebih mudah untuk meniduri nya. “Alex mengangguk.


“Aku mau mandi dulu. “


𝐋𝐢𝐦𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐭 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧..


Alex keluar dari kamar mandi, dengan menggosok rambutnya yang basah. Dia melangkah mendekati Alesha yang sedang memakai skincare kecantikan nya. Alex memeluknya dari belakang, lalu menghujani ciuman di pipinya.


“Kenapa akhir-akhir ini kau sering menyiapkan air mandi untuk ku? “Tanya Alex kepada Alesha, pasalnya Alesha tidak pernah menyiapkan air untuk Alex mandi selama ia menjalani pernikahannya.


“Aku ingin memudahkan kamu agar mandi di bathtub biar rileks saat lelah karena seharian bekerja? " Ucap Alesha dengan tersenyum manis. Jawaban Alesha terdengar aneh di telinga Alex.


Alex tidak percaya begitu saja dengan jawabannya, Alex hapal betul dengan sifat dia. Alesha akan menyiapkan air di bathtub jika dia menginginkan mandi bersama nya.


Tapi, ini membuat Alex sedikit bingung siapa lagi kalau bukan Alesha sendiri yang menyiapkan nya. Tidak mungkin Desi, dia selalu ada di bawah dan akan di panggil jika Alesha membutuhkan nya.


tidak mau banyak praduga, Alex melangkah ke arah lemari besar dan memakai baju tidurnya.


ᜊᜊᜊ


Alex turun ke bawah, dia pergi menuju ke dapur seharian bekerja dia membutuhkan kopi sebagai menghilangkan rasa capeknya. sampainya di dapur, Alex yang melihat Suci sedang bikin sesuatu mengerutkan dahinya.


“Kenapa kau belum tidur? ” Suci Terlonjak kaget dengan suara Alex yang tiba-tiba. Saat melihat siapa yang bicara, Suci tersenyum manis pada pria jangkung itu.


“Tuan? ternyata anda, aku sedikit terkejut aku kira siapa tadi. ”

__ADS_1


“Kamu sedang apa, kenapa belum juga tidur? ” Suci menggelengkan kepala, mendapatkan pertanyaan dari Alex dia merasa senang.


“aku belum mengantuk juga tidak bisa tidur, tuan. Ohya, apa Anda butuh sesuatu, tuan? ”


“Aku mau bikin kopi. ” Alex mengambil gelas dan meletakkan nya di meja.


“Mau saya buatkan? ” Suci meletakan cangkir tehnya di meja makan, lalu melangkah mendekati Alex.


“Tidak perlu, aku tidak suka di buatkan kopi. sebaiknya kau kembali ke kamar, aku tidak membutuhkan orang untuk membuat kan saya kopi. ”


Suci yang mendapatkan penolakan dari Alex, melangkah mundur dan mengambil kembali cangkir tehnya.


“Saya pamit ke kamar duluan, tuan. ” Alex hanya mengangguk tanpa melihat Suci.


Suci menatap kembali Alex, lalu ia pergi meninggalkan dapur. Hatinya sangat sakit, Suci yang menyukai tuanya, Alex merasa sesak saat orang yang ia cintai begitu dingin.


“Bertahun-tahun aku menyukai nya, kini mendapatkan kesempatan bekerja di rumahnya ini. kesempatan bagus untuk mendekati dia bagaimana pun caranya. Aku sengaja mendekatkan diri dulu pada Arles, agar dia selalu dekat dengan ku, patuh dan tentunya menyayangi aku. dengan begitu Alex Perlahan-lahan akan melihat keahlian ku merawat anaknya. ”


Suci menatap layar handphone nya, menatap wajah tampan Alex di sana. Selama seminggu ini, Suci selalu memberikan perhatian dari mulai hal kecil sampai hal yang menurutnya memang bukan haknya.


Suci yang dulunya bekerja di perusahaan Alex, telah mengundurkan dirinya dan memilih untuk menjadi pengasuh Anaknya. Saat Dia mendengar bahwa Alex ingin mencari pengasuh, dia langsung mencari informasi di mana Frans akan pergi ke tempat jasa pengasuh bayi terbaik dan di situlah dia menyogok orang dalam agar dirinya lah yang mendapatkan tawaran itu.


“Kau memang tampan, kaya juga sampurna. ”


Suci memeluk handphone nya, seolah-olah dia sedang memeluk Alex.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2