Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
31. Villa.


__ADS_3

Alesha dan Alex berada di dalam mobil. Alex mengatur nafasnya dengan pelan dan tangannya sibuk mencari sesuatu.


Alesha hanya menatap suaminya yang sibuk mencari sesuatu terdiam. hingga Alex mendapatkan sesuatu yang ia cari.


Alex membuka borgol lalu memasangkan di tangan alesha. Alesha menatap tangannya yang diborgol lalu menatap sang suami. hatinya merasa gelisah dan mulai ketakutan.


Alex menyalakan mesin mobil lalu berjalan menelusuri jalanan yang lumayan sepi.


"Alex! "


"jangan bicara. "


Alesha terdiam dengan perintahnya. Harusnya tadi tidak keluar dari gedung dan bertemu zidan. Apalah dayanya yang bernasib sial malam ini.


Alex membawa alesha di sebuah villa mewah yang lebih jauh dari pemukiman. Alesha menjadi waspada tidak mungkin kan dia akan dibunuh?


"Alex! " alesha memanggilnya lagi.


"kita sudah sampai! " Alex membuka Siltbet dan membuka pintu mobil. dia mengitari mobil membuka pintu untuk alesha.


"Ayo keluar. "


"Alex kita mau ngapain disini? "


"Jangan banyak bertanya ayo jalan. "

__ADS_1


Alesha berjalan dengan sedikit kesusahan. Alex membuka pintu villa yang terkunci. dan mempersilakan alesha untuk masuk kedalam.


Perasaan alesha sudah tak karuan dengan Alex yang masih terdiam.


Alex berhenti dan membalikkan badannya. dia membuka jas dan dasi yang menempel ditubuh. membuka kancing kemeja satu persatu. alesha menatap sang suami dengan nafas yang memburu hingga menggigit bibir bawahnya.


Alex sudah membuka semua kancing kemeja. membiarkannya terbuka tapi tidak dilepaskan.


"Bisa kau jelaskan kenapa keluar gedung? " tanya Alex.


"Aku sudah memberi penjelasan. "


"Kau tidak pandai berbohong alesha. dengan cara apa agar kamu mau menjelaskan nya. "


"Dia mengancamku! "


"Dia mengancamku di dalam toilet! ini yang membuat aku tidak nyaman berada disamping mu. banyak wanita yang akan berlomba-lomba menyingkirkan diriku dengan cara apapun sekalipun itu dengan cara kotor. "


Alex melangkah mendekat, membelai wajah sang istri.


"Akan aku usahakan kau hidup nyaman disamping ku, sayang. "


"Lebih baik kau selsaikan masalah mu dengan perempuan itu. aku tidak mau hal ini terulang lagi. "


"Baik." Alex meraih pinggang alesha dan menaikan wajahnya. mereka beradu pandang dengan sorot mata yang penuh cinta. pandangan Alex turun dan menatap bibir mungil alesha, menyapu dengan jarinya.

__ADS_1


Alex mengecup bibirnya yang sexy lalu beralih di hidungnya. Dia mengangkat tubuh alesha menuju ranjang tidur. Membaringkan tubuhnya dengan pelan.


Sentuhan Alex di tubuh alesha, membuat alesha mulai terangsang. Dia membelai wajahnya hingga turun di gundukan boba kembarnya. Meremas dengan gerakan pelan membuat siempu merasa kenikmatan.


Alex membuka kemeja dan mengendurkan sabuk di pinggang. Alex beralih ke gaun alesha yang masih utuh lalu membukanya dengan lembut.


"Alex!"


"suuttt.. aku sudah berusaha menahannya. Tapi malam ini, aku sudah tidak lagi bisa menundanya lebih lama lagi. "


Alesha terdiam, mulutnya mulai mengeluarkan suara indah. membuat sang suami lebih bersemangat lagi. sentuhan yang Alex perbuat membuat alesha semakin tak berdaya. alesha menggeliat saat sensitive nya merasa geli dan sedikit mengeluarkan cairan bening.


Alex mencoba memasukan satu jari tangannya kedalam lubang surgawi dan memaju mundurkan gerakannya dengan pelan. lubangnya mulai terbuka sedikit, belum puas dengan satu jari alex berusaha memasukkan dua jarinya.


Kali ini lebih susah, jarinya yang agak besar membuat lubang surgawinya sedikit mengeluarkan darah segar. Alex tersenyum senang saat mendapati lubang bunganya masih tersegel.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2