
Melihat Ke dua orang tuanya tidak ada yang membantu untuk menolak keinginan Alex. Alesha sangat marah.
"Kenapa? Kalian Tidak menolak keinginan Alex menikah dengan ku.. Aku tidak mencintai nya, ayah." Alesha berucap dengan meneteskan Air mata.
Sang Ayah mendengar anaknya tidak mencintai Alex, merasa heran dengan anaknya yang menolak pinangannya.
"Bukankah kamu yang membawa dia kesini untuk mendapat restu kami? kenapa setelah dia pergi kamu menolak. kenapa kamu tidak menolak selagi dia masih ada di sini Alesha.? "
Alesha terdiam, dia tidak bisa menceritakan tentang kesepakatan dirinya dan Alex sedari awal. alesha tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya terjadi. akan lebih rumit jika ke dua orang tuanya mengetahui masalah yang ia hadapi sekarang. Alesha menghentakkan kaki lalu pergi masuk ke dalam kamar.
Alesha berbaring di ranjang menangis terisak-isak. Telepon genggam nya berdering,
Alesha melihat panggilan dari nomor yang tidak diketahui. Alesha mengangkat telepon.
"Hallo? " Alesha sembari mengusap air mata nya yang menetes di pipi.
"Hallo Salam, Aku Alex. "
"Aku ingin memberitahu mu, kamu Sangat keterlaluan kapan aku bilang akan datang ke rumah mu besok dan menentukan hari pernikahannya.? Aku hanya diam bukan berarti menyetujui permintaan mu tadi. "
Dengan kesal Alesha langsung menumpahkan Amarahnya kepada Alex. Mendengar kata-kata kesal dari Alesha, Alex tidak marah. Alex berusaha tenang menghadapi alesha yang masih labil. justru sebaliknya dia menghibur Alesha dengan lembut.
"Jika Kamu tidak ingin datang ke rumahku besok. Tidak usah datang dulu Oke, Jangan marah. Tidur dan Istirahat, Tunggu saja telepon dariku. "
__ADS_1
Kelembutan Alex membuat Alesha tidak mempunyai Pilihan. dia hanya bisa mematikan telepon.
šššššš
Malam Hari Alesha ingin pergi ke rumah sakit Lagi. Dia ingin bertemu dengan pacarnya kenzo. Tengah malam Alesha ingin menyelinap di rumah sakit. Meskipun menerima 200 juta dari Alex dan menyetujui dengan memutuskan Hubungan dengan kenzo.
Tapi malam ini Alesha mengingkarinya dan pergi ke rumah sakit. dia tidak tahan hanya karena ingin bernostalgia dengan kenzo. Alesha tiba Di depan gedung rumah sakit. Namun penjaga keamanan tidak menghormati dia dan menyuruhnya pulang.
"Pak, saya ingin berkunjung bisakah Anda membukakan pintu gerbang nya? "ucap alesha dengan memelas.
"Waktu berkunjung sudah habis. Anda bisa berkunjung besok pagi. "
"Tolong pak, Biarkan saya masuk. Saya mohon sekali pak. "
"Tapi pak sekali ini saja, saya mohon. " Alesha masih tidak menyerah, Dia sampai memohon agar penjaga membukakan gerbang rumah sakit.
"Maaf ini sudah prosedur nya mbak. silahkan Anda pulang saja. "
melihat bahwa penjaga keamanan tidak memenuhi permintaannya untuk membukakan pintu gerbang. Alesha bahkan lebih tidak berdaya.
Siang Hari dia tidak bisa menjenguk, pasti para bawahan Alex akan menguntit. Dia tidak bisa bersembunyi dari Alex sama sekali.
Bahkan mengunjungi pacar diluar rumah sakit. Alesha menunggu di luar rumah sakit sepanjang malam, bahkan sampai rela tak tidur hanya mengkhawatirkan keadaan kenzo. Akhirnya pagi telah tiba, Alesha berlari buru-buru menuju kamar rumah sakit yang ditempati kenzo.
__ADS_1
Alesha melihat kamar yang ditempati kenzo sudah kosong. Seketika dia bingung mencari nya. Apakah kenzo dipindahkan ruangan nya atau bagaimana?. dalam hati alesha bertanya-tanya.
Akhirnya Alesha memberanikan diri untuk bertanya kepada suster yang kebetulan lewat.
"Suster Apakah anda tahu kamar melati yang ditempati seorang laki-laki bernama kenzo milen? Apakah dia ganti ruangan Sus?. "
"Oh Ruangan itu ya? Iya, semalam dipindahkan rumah sakit lain. Apakah anda pihak keluarga nya?"
"Pindah?"
"Iya, Apakah anda belum tahu? "
"Tidak Sus. Apakah anda tahu dimana dia dipindahkan sus? "
"Umm.. saya tidak tahu dimana dia akan dipindahkan mbak. Saya permisi duluan." Alesha hanya diam membisu tidak menjawab lagi.
Alesha mengacak-acak rambutnya dengan kasar, ia rela tak tidur bahkan menunggu diluar rumah sakit yang dingin. tapi dia mendapati ruangan yang telah kosong fikiran nya menjadi kacau dia sampai frustasi.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....