
Bel pulang telah berbunyi Alesha bersiap-siap untuk pulang. Mereka bertiga berjalan bersama. Dewi lebih dulu pulang Ayah nya yang telah menunggu di luar gerbang dengan sepeda motornya. meninggalkan Lily dan Alesha yang masih menunggu jemputan.
"Aku duluan yah?. " / "Oke " Ucap Lily dan Alesha. Dewi melangkah ke arah ayah nya. tak lupa ia juga melambaikan tangan tanda pisah.
"Sha! jemputan kamu belom dateng?. " tanya Lily
"Belom! biasanya Alex juga cepat. Maybe, Banyak pekerjaan di kantor. Jadi agak sedikit terlambat kayanya. " ucap alesha.
"Ohh gitu? Ah aku duluan ya sha kakak aku udah dateng tuh. " Lily menunjuk jari ke arah kakaknya. Alesha melihat seorang yang mengendarai Motor yang berjalan mendekati yang tak lain adalah kakak Lily.
"Sorry ya sha Aku pulang duluan." Ucap Lily tak enak hati.
"Its Okay. kamu pulang aja. jemputan aku paling sebentar lagi nyampe kok."
"Beneran?"
"Iya sana! kasian kakak kamu nunggu kelamaan." Ucap alesha.
"Ya sudah by.. Alesha ." Lily juga pulang meninggalkan alesha sendiri.
Alesha berdiri di depan gerbang sekolah dengan beberapa siswa yang sedang menunggu. Dia masih setia menunggu Alex datang. Tiba-tiba Seseorang datang ke arah belakang alesha. Dia menepuk bahu, alesha gaket dengan tepukan di bahunya yang tengah asik melamun.
"Kok belom pulang? Mau bareng aku pulangnya? " Tanya orang tersebut.
Alesha menoleh kesamping menatap cowok tadi pagi yang ia tabrak. Alesha melongo dengan kehadiran cowok itu.
"Zidan? Ah tidak, Aku juga lagi nungguin jemputan kok. mungkin sebentar lagi juga sampai. " tolak Alesha. Ia menjaga jarak dari cowok yang baru ia kenal tadi pagi.
Jika Alex melihatnya, sudah pasti dirinya akan mendapatkan hukuman. Ia juga mulai tak tenang sampai sekarang Alex belum juga datang.
"Aku temenin yah? " Tawar zidan.
"Tidak usah! Aku nggak papa sendiri di sini. " Alesha mundur beberapa langkah memberi jarak aman.
Sebuah Mobil sedan Berwarna hitam berhenti di depan Mereka. Membuat Alesha dan Zidan menoleh ke arah mobil tersebut. Alesha bertanya-tanya mobil siapa yang berhenti di depannya. Pintu pengemudi terbuka, ternyata frans sekretaris Alex turun dari mobil Dan menghampiri Nona Boss yang tengah berdiri dengan seorang cowok.
"Nona Alesha. Maaf saya terlambat." ucap frans matanya memperhatikan cowok yang tengah berdiri di samping dengan istri Boss nya. Zidan merasa terintimidasi menatap balik frans dengan tatapan yang tak biasa.
"Its Okay. Apa Alex banyak pekerjaan? " tanya alesha.
"Ah iya, Nona. Mr. Alex sedang rapat bersama kolega. jadi saya yang menggantikan beliau. " Ucap Frans, Alesha mengangguk mengerti.
"Umm Aku pulang dulu zidan, Ayo frans." pamit Alesha dan melangkah ke arah mobil. frans membukakan pintu untuk istri Boss. lalu dia juga masuk ke dalam mobil. menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Zidan masih menatap mobil yang alesha tumpangi hingga menghilang dari hadapannya. ia juga balik ke motor sport nya yang berada tak jauh dari ia berdiri.
__ADS_1
****
"Nona Alesha, saya hanya memperingatkan anda. jangan terlalu dekat dengan laki-laki mana pun. Jika Mr. Alex mengetahuinya semua akan menjadi rumit. " Tutur frans.
Alesha menghela nafas dengan kesal. Dia tak langsung menjawab pertanyaan sekretaris suaminya itu. Dia menatap ke jendela dengan diam. Frans merasa kasihan dengan istri Boss nya ini. Dia merasa di kekang Sehingga ia tak mematuhi apa yang di perintah kan oleh suaminya.
"Kau tau? Aku ini masih sekolah. di lingkungan juga merupakan sebagian laki-laki . Aku juga masih butuh interaksi di lingkungan sekolah yang luas. " ucap alesha.
Alesha berdiam diri dan tak mau menanggapi lagi. frans melihat alesha yang terdiam melalui kaca tidak berbicara lagi. dia memfokuskan mengendarai mobilnya. dua puluh menit di perjalanan mereka sampai di Parkiran VVIP di kantor.
Mereka langsung menuju ke lift khusus Ceo.
Alesha masih terdiam, Frans juga tak banyak berbicara dengan istri boss nya.
pintu Lift terbuka mereka berjalan menelusuri koridor ke arah ruang Alex. Mereka sampai di depan ruangan presdir. Frans mengetuk pintu ruangan.
Tok Tok tok..
"Masuk" Ucap alex di dalam.
Frans membukakan pintu untuk alesha. Alesha melangkah ke arah sofa. Dia langsung duduk menyenderkan badannya yang terasa capek.
Alex melihat Alesha menyudahi pekerjaan nya. mendekati sang istri yang duduk bersender di sofa ia menduduk diri di sebelah nya.
Alesha menoleh, lalu membuang nafas gugup nya. " Baik, Sangat baik sekali. "
"Oh ya? Bagaimana dengan pelajaran yang di berikan guru apakah sulit?. " tanyanya lagi.
"Tidak, hanya saja sedikit masalah saja. Tapi aku bisa menyelesaikan nya sendiri. Its Okay. " Ucap alesha dengan hati yang tak biasa gugupnya.
"Boleh Aku bertanya? "
Alesha merasa gugup dengan pertanyaan suaminya itu. dia tau, jika dirinya telah diawasi oleh kepercayaan Alex. Alesha berusaha berbicara dengan jujur. "Apa yang ingin kamu tanyakan.?"
"Siapa laki-laki yang mendekati mu tadi pagi? " tanya alex. Alesha menatap mata Alex, Bibir nya kelu.
Alesha tercengang tak bisa berkata-kata. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan suaminya itu. Alesha Berusaha jujur dengan Pertanyaan Suaminya ini. Sudah ku duga Dia
Pasti Bertanya tentang Zidan.
Alesha berusaha tenang dengan pertanyaan suaminya itu. Dia juga tidak mau membawa masalah lagi Dan tidak mau membuat Alex marah dengan dirinya atau pun Zidan.
"Aku tidak sengaja menabrak seseorang saat aku berlarian di Koridor sekolah. Dan aku terjatuh bersamaan dengan nya. "
"Lalu? Apa lagi yang dia lakukan padamu? " tanya Alex.
__ADS_1
"Umm,, Dia sempat berkenalan dengan ku dan menemani ku di depan gerbang sekolah. Dia Tak sengaja melihat aku sendirian. Saat aku menunggu jemputan dan saat itu frans belum datang. " Alesha menjawab sedikit ketakutan, takut jika suaminya ini marah, dia bisa saja membuat zidan hancur telah berani mendekati dirinya.
Alex menahan emosi, ia ingin memberi peringatan dengan Orang terisebut. Tapi ia tak mau bikin istrinya ini merasa tak nyaman dengan nya. Alex berusaha mengendalikan emosinya dengan tenang saat ada yang mendekati istrinya ini. Ia juga melihat mata Alesha yang sedikit ada rasa takut dengan dirinya.
"Apa dia berperilaku seenaknya dengan mu? " tanya Alex lagi.
"No, Dia hanya formalitas saja dengan ku. sudahlah jangan memperkarakan yang tidak penting. " Ucap Alesha..
kruyuk kruyuk..
Di saat suasana menegangkan suara lapar dari perut Alesha bunyi. Alex tertawa kecil mendengar bunyi perut alesha yang tengah lapar.
"Kenapa tak bilang jika lapar? "
"Kau terus menginterogasi ku tadi. " Ia memajukan bibirnya beberapa senti.
"Baiklah aku minta maaf, Oke. " bujuk alex mencium kening alesha.
Alex memanggil sekertaris pribadinya. "Frans, Pesankan makanan di kantin kantor saja. "
"Baik, tuan. "frans keluar dari ruangan.
****
sepuluh menit kemudian, Frans membawa makanan Dan menghidangkan di atas meja. Alesha menatap makanan di meja depan nya dengan penuh menggoda itu.
"Kamu makan yang banyak, Oke. "
"Terima kasih. "
"Oh iya, Frans. Bawa kesini barang yang aku minta. "
"Baik tuan. "
Frans kembali lagi dan membawa tote bag. dan memberikan tote bag kepada tuan nya.
"Kau boleh keluar, Frans. "
"Baik, Saya permisi tuan. " Alex mengangguk saja.
Alesha mengarah kesamping dan berhadapan dengan Alex. "Buka Mulut. " Alesha mengarah makanan ke mulut Alex. Awalnya dia hanya diam saja tapi detik berikut nya membuka mulut dan memakan suapan dari alesha.
"Kamu belum makan kan? kita makan bareng saja. dan kau bisa lanjut kerja dengan tenang setelah ini. " Ucap Alesha, Alex mendapat perhatian dari alesha merasa bahagia.
Juga merupakan perkembangan yang baik. Alex memandang alesha dengan penuh kagum. Walau pun masih remaja tanggung tapi mempunyai Hati yang tulus dan membuat hati dirinya damai. Ini yang membuat dirinya semakin sayang dengan nya.
__ADS_1