
Pagi hari, Alesha di sibukkan dengan menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk Alex pergi ke kantor. semuanya telah Alesha lakukan sendiri tanpa bantuan pelayan. Beruntung nya Arles masih tertidur di ranjangnya tanpa merasa terusik dari tidur nyenyak nya.
Alex menundukkan kepalanya mensejajarkan tinggi badan Alesha yang terbilang lebih pendek. Alex yang sudah merendahkan kepala, tapi Alesha masih kesulitan memasangkan dasinya. Alex mengangkat tubuh Alesha dan mendudukkan nya di atas meja khusus dasi.
Alesha memulai memasangkan dasinya, Alex tidak melepaskan tatapan matanya dari wajah cantik Alesha.
Saat Alesha sedang fokus memasangkan dasinya, Alex menempatkan kedua tangannya ke pinggang Alesha. “Alex! ”
“Hmh? ”
“Selesai,, ” Alesha merapikan dasinya setelah selesai memasang kan di lehernya.
Alesha mengalungkan kedua tangannya di leher Alex. Lalu membelitkan kakinya di pinggang Alex dengan erat.
Cup!
Alesha mengecup bibir Alex sekilas, namun Alex menahannya dan tak hanya kecupan lagi tapi Alex memainkannya di dalam nya.
“kau semakin cantik, juga sangat pandai memainkannya. ”
“Bukankah kau menyukainya? Sepertinya aku harus menjadi kucing liat agar kau selalu puas. ’’ Lalu Alesha terkekeh, Alex merasa jika Alesha lebih agresif dan tak lagi malu-malu.
“Aku menantikan nanti malam, atau sekarang juga boleh. ”
“Sekarang kau harus berangkat ke kantor. Beri contoh pada karyawan mu agar tidak telat. ”
“Ya, baiklah. ”
Alex menurunkan Alesha dari atas meja, lalu mereka berdua melangkah mendekati ke arah Arles yang masih dengan tidurnya.
“Arles, daddy berangkat ke kantor dulu. ” Setelah itu Alex mencium kening Arles pelan agar tidak menganggu ia yang sedang tidur.
Alesha mengantarkan Alex keluar kamar, tak menyangka Suci sudah menunggu di luar kamar dan ia sedang menyenderkan tubuhnya di dinding dari beberapa menit yang lalu. ia tidak bisa masuk seperti biasanya karena Alesha menguncinya di dalam dan tak membukakan Suci saat mengetuk pintu.
Alex mencium kening Alesha lama dengan tangannya yang masih memeluk di pinggangnya. Tak hanya itu, Alex juga mengecup bibir Alesha sedikit menyesapnya. Tatapan Suci tak beralih ke arah suami istri itu yang sedang bercumbu mesra di hadapan nya.
“Kau tidak perlu turun mengantarkan, aku akan turun sendiri. ”
“Baiklah, Hati-hati sayang. ”Sebagai tanda perpisahan, Alesha mengecup bibir nya lagi, dan Alex langsung pergi meninggalkan Alesha di sana.
Melihat itu semua, Suci mengepalkan kedua tangannya. Dia begitu cemburu melihat Alex yang sangat perhatian bahkan sangat romantis dan sangat bucin dengan Alesha.
__ADS_1
Jika keadaannya seperti ini terus Aku Akan susah untuk mendapatkan perhatian Alex bahkan mungkin akan terabaikan adanya Aku yang perhatian juga. Bagaimana pun caranya, aku harus segera melakukan sesuatu agar mereka pisah atau menjadi yang kedua juga tak masalah baginya.
merasa Alex sudah benar-benar pergi, Alesha menatap tajam ke arah Suci yang masih cemburu melihat dengan nya.
Tanpa basa-basi lagi, Alesha segera menarik tangan Suci dengan kuat. Suci yang terkejut dengan tarikan Alesha hampir terjatuh tersungkur.
Alesha menyeret Suci ke lantai bawah, Desi yang melihat Nyonya mudanya yang sedang marah bergidik ngeri. Dia berdiri menepi saat Alesha akan turun tangga dan melewati nya.
“Desi, jaga Arles di atas dan tutup pintunya dengan rapat-rapat. ” setelah memberikan perintah ke Desi, Alesha melanjutkan turun dari tangga.
“Baik, nyonya muda. ” Desi langsung pergi naik ke atas dengan tergesa-gesa.
Desi yang baru pertama melihat sorot mata kemarahan Alesha yang begitu besar, apa lagi dia marah dengan pengasuh Anaknya sendiri.
“Mati kau Suci, sepertinya Nyonya bukan orang yang mudah untuk kau permainkan. ” Desi mengedikkan bahunya dia merasa ketakutan yang menjalar di tubuhnya.
Para pelayan yang mendengar kegaduhan yang di buat Alesha, berlari ke arah suaranya dan mereka melihat adegan itu menutup mulutnya. Mereka tidak percaya dengan di depan nya. Nyonya mudanya yang begitu marah, selama mereka bekerja Alesha tidak pernah melakukan para pekerjanya dengan kejam justru dia sangat baik.
𝐁𝐫𝐮𝐤𝐤..
Alesha melepaskan tarikan tangannya dan menghempaskan tubuh Suci di lantai bawah tangga.
“Nyo-nyonya? ” panggil Suci dengan bibir bergetar.
“Apa maksud, Nyonya? ”
Pikiran dan Hati Alesha benar-benar telah di selimuti oleh amarah yang memuncak. Dia begitu sangat emosi dan muak dengan tingkah laku Suci.
Selama ini, Alesha begitu baik dengan Suci dia tidak pernah melakukan hal yang menurutnya keterlaluan. Tapi berbeda dengan Suci, dia menerimanya dengan kesal saat alesha sering menyuruh-nyuruhnya.
“Hei, kamu! sini. ”Alesha menunjuk ke salah satu pelayan muda yang sedang melihat dirinya tak jauh dari Alesha.
"Sa-saya Nyonya?! ” Takut-takut terimbas dari kemarahannya dia begitu takut kehilangan pekerjaan nya.
“Ya, cepat kemari. ”
Pelayan muda itu, dengan takut-takut menghampiri Alesha. “Siapa namamu?! ” Tanya Alesha.
“Saya Leni, Nyonya. ” Dengan suara yang terbata-bata Leni menjawabnya dengan menundukkan kepala menatap lantai.
“Kau pelayan baru? ”
__ADS_1
Leni mengangguk, “Iya Nyonya. ”
“Dan kamu! ” Alesha menunjukkan ke arah pelayan yang sudah lama bekerja di rumah Alesha Dan Alex.
Dia berjalan menghampiri Alesha yang duduk di Sofa, dia menatap nya.
“Iya, Nyonya. ” jawab Anggia.
“Kemasi barang-barang Suci, dan kau bantu dia. ”
“Baik, ” Leni dan Anggia pergi dan langsung mengerjakan perintah Alesha.
“Apa yang anda lakukan dengan barang-barang ku? ”
Tanya Suci tak terima jika barang-barang nya di sentuh oleh orang lain.
“Kau mau tau? sekarang kau di pecat! jangan harap aku akan belas kasihan dengan mu. ”
“Apa salah Saya? ’’
“Apa salahmu? tentunya kau tau Suci. Kau sengaja menjadi pengasuh anakku agar kau bisa memikat suami ku dengan menyogok seseorang. ” Suci terkejut, Alesha menunjukkan sisi lainnya. Alesha yang baik, menjadi seorang yang sangat kejam bahkan bisa melebihi dari ini.
“Itu tidak benar, aku memang tulus bekerja sebagai pengasuh. ” elakkan Suci membuat Alesha ingin muntah.
“Pengasuh sekarang memang lulusan S2? sepertinya hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan pencapaiannya hingga menjadi sarjana dan lebih memilih menjadi pengasuh?! ”Alesha tertawa jahat.
“Aku bukan orang bodoh, Suci. Aku tentu akan menyeleksi sebagai pengasuh anakku diam-diam dan sekarang? kau tak lagi bekerja di sini. ”
Suci tak lagi bisa berkata-kata, semuanya sudah di ketahui oleh Alesha. Suci pikir, Alesha sangat bodoh dan kurang pengetahuan. Ternyata ia salah, semua yang ditunjukkan Alesha benar-benar berbanding terbalik.
Leni dan Anggia datang dengan membawa barang-barang Suci lalu meletakkan nya di samping Suci yang masih bersimpuh di lantai.
Alesha melemparkan segepok uang ke arah Suci dengan kasar. Suci yang merasa terhina mendidih, dia begitu sangat membenci Alesha.
“Kau tak lagi di butuhkan di rumah ini, sekarang kau pergi dari sini. Bawa dia keluar, ingat ini baik-baik untuk kalian jangan macam-macam bekerja di rumah ku. kalian pasti tau akibatnya nanti! ”
“Baik Nyonya, ”
Tanpa basa-basi Anggia selaku pelayan lama langsung menarik Suci dan membawa nya keluar rumah.
“Sialan! rencana ku gagal. ” Suci menatap rumah Alex yang sangat besar dan megah. Semua yang di miliki Alesha adalah mimpinya. Semua wanita juga ingin menjadi seorang Alesha yang memiliki suami kaya dan berjaya.
__ADS_1
Berita mengenai Alesha yang memecat Suci terdengar sampai di telinga Alex. Mendengar Alasannya membuat Alex tak bisa berkata-kata. Ia begitu sangat senang, itu Artinya Alesha peduli akan dirinya sendiri dan tentunya juga mencintai dirinya.
“Kau seperti bukan dirimu, sayang. ” Alex yang melihat adegan Alesha yang sedang memarahi Suci tertawa saja.