
Alesha semakin khawatir dengan Lisa, beberapa kali mengecek handphonenya walaupun tidak ada satu pesan atau telepon darinya. Saat keadaan kebingungan dan gelisah tiba-tiba handphonenya berdering.
Calling...
"Lisa? Akhirnya dia menelponku juga. " gumamnya, lalu mengangkat telepon dari adiknya.
"Hai, Lisa. " ucap alesha.
"Damn, it's good to hear your voice. " / "(sial, senang mendengar suaramu.) " ucap seseorang di telepon.
"Kenzo? "
"How are you dear? "
"Bagaimana bisa kamu menelpon ku? ini ponsel Lisa? kenapa bisa ini. ini. . "
"Yeah, kenapa! kaget? aku begitu sangat merindukan mu sayang. "ucap kenzo dengan begitu mesra.
"Oh, My good! kenzo di mana Lisa? " Alesha begitu ketakutan saat mendengar mantan kekasihnya itu kembali dan dia menjadi gelisah dan khawatir dengan akan nasib adiknya.
"Lisa? kenapa kau mencari adikmu sayang. Apa kamu tidak kangen denganku?"
"Ken.. tolong jangan becanda! di mana Lisa?. " tanya alesha lagi.
"Apakah kau menikmati kehidupan yang begitu mewah? Heh! " Kenzo tersenyum miring, Rasa sakit di dada begitu menyesakkan dirinya.
"Apa yang kau tau dariku ken.. ?" tanya Alesha melemah.
Kenzo mengalihkan teleponnya dengan Video call, Alesha langsung menggeserkan layar handphone dan melihat wajah tampan mantan kekasihnya.
"Ken.. tolong jangan seperti ini, Aku mohon!. "
Kenzo tak menggubris permohonan alesha, dia justru mengalihkan layar di belakang, menampakkan Lisa yang duduk di kursi dengan keadaan di ikat. Alesha menutup mulutnya saat melihat Adiknya yang begitu memprihatinkan. Wajahnya begitu menyedihkan, rambutnya acak-acakan tak beraturan membuat alesha sangat takut.
"Kenzo! Kau apakan adikku. Hah?!!!"
"Bagaimana? "
"Apanya yang bagaimana? brengsek!!! "
"Alesha.Alesha.. kau marah pun sangat cantik. " puji Kenzo dengan tersenyum manis.
"Aku bersumpah tidak akan memaafkan mu Kenzo! " Teriak alesha dengan sorot mata kebenciannya. Tak menyangka dia kembali dengan tak terduga alesha begitu tak mempersiapkan rencana kedepannya.
"Kau tenang saja ada seseorang yang akan menjemput mu. " Ucap Kenzo, lalu mematikan telepon nya dengan sepihak. membanting handphone dengan kuat hingga hancur. terus menginjak-injak handphone lisa sampai tak berbentuk.
š„š„š„
__ADS_1
Alesha begitu tak tenang saat telepon di matikan sepihak oleh Kenzo. Mencoba menelpon balik tapi tidak tersambung membuat alesha begitu menyesali. jika saja dirinya tak terlambat mungkin saja adiknya tidak di culik olehnya.
"Nona? Apakah anda baik-baik saja? "tanya sang supir.
" Pak, jalankan mobilnya! . "
"Baik, Nona. "
Supir menyalakan mobilnya dan mulai berjalan, saat di pertengahan jalan mobil mereka di hadang oleh satu mobil asing berwarna hitam. Supir langsung mengerem mendadak saat mobil mereka di hadang oleh orang tak dikenal.
Alesha menjadi ketakutan saat melihat orang-orang yang turun dari mobil di depannya. Apa yang dikatakan Kenzo terjadi, mereka menggedor-gedor kaca mobil dengan begitu keras. Alesha sangat ketakutan sehingga tak bisa berbuat sesuatu.
"Nona, tolong jangan buka pintu mobilnya. aku akan mencoba menelpon Hayden untuk menolong kita. "
"Pak, jika aku di bawa sama mereka. Tolong anda pulang dan memberitahu semua orang di rumah. "
ucap alesha.
"Nona, anda akan baik-baik saja jangan khawatir saya akan melindungi anda. "
"Anda hanya perlu menuruti perintahku! jangan banyak berfikir. "
"Baik, Nona maafkan saya. "
Tak berfikir banyak alesha mengambil handphone yang di berikan Alex, lalu menyelipkan di dalam dada. Tidak hanya handphone alesha juga mengambil pistol dan menyelipkannya di bagian belakang punggung.
Belum sempat memberitahu Hayden segerombolan preman itu sudah memecahkan kaca jendela mobil, salah satu dari mereka membuka pintu mobilnya dengan begitu kasar.
"Apa yang kalian inginkan? " tanya alesha .
"Jangan banyak bacot! " pria kekar itu langsung menyeret tubuh alesha.
Supir pribadi alesha keluar untuk menghalangi mereka yang akan membawa nona nya.
"Lepaskan Nona muda. " teriak nya.
"Pak! jangan." Alesha menggeleng kan kepala menahan supir tidak untuk melawan mereka yang sangat banyak.
"Nona.. "
Pria kekar itu menghampiri supir lalu melayangkan satu pukulan di wajahnya sehingga terjatuh tersungkur di tanah sudut bibirnya sampai mengeluarkan darah segar.
"Ahkkkk.!!! " teriak alesha ketakutan.
" Bawa dia masuk mobil! jangan buang-buang waktu. "ucap pria berbadan besar mungkin dia ketuanya.
Mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan supir alesha yang terbaring lemah di tanah . Dia berusaha bangun dari berbaring nya mengusap darahnya dengan tangan.
__ADS_1
Supir itu masuk ke dalam mobil dengan tertatih-tatih mengeluarkan handphonenya dan mencoba menghubungi Hayden.
"Hayden, Nona alesha di culik oleh segerombolan preman. Nona menyerahkan diri saat preman itu membuka kaca jendela mobil. " jelas sang supir dengan ketakutan.
"Bagaimana bisa! sekarang di mana lokasi kalian berada? " tanya Hayden.
Supir memberikan share lokasi di mana dia berada. Hayden kebingungan bagaimana memberitahu Bosnya kalau Istrinya di culik. Dia tak tahu jika Nona alesha pergi dan tak di kawal oleh dirinya atau pun Lucy.
ā¤ā¤ā¤
Di lain tempat~
"Apa! kenapa bisa kalian kecolongan. Hah! " Teriak Alex.
"Sialan!!! "
Tutt...
Alex mematikan telepon nya, dia sangat marah besar mendengar alesha pergi tanpa di kawal oleh bodyguard nya. satu masalah belum selesai, datang lagi masalah baru.
"Diaz! Bawa kemana istriku? " Tanya Alex menuduh diaz.
"Aku tidak akan memberitahu jika kau tak membebaskan kami. "
"Kau. . "
"Lebih baik kau lepaskan kami! Tidak ada untung nya bagi kau menculik kami Alex. Aku dan Diaz sudah mengakui kesalahannya kepada mu . Jika kau terlambat menolong istrimu tidak tau Dia akan selamat atau tidak!. " ucap vino.
Alex terdiam sejenak memikirkan cara terbaiknya untuk menolong istrinya. Setelah bergelut dengan fikirannya dia tidak mempunyai jalan lagi, Satu-satunya hanya mereka yang tau di mana alesha dan Adiknya berada .
"Baiklah, jika kalian mempermainkan ku! ku pastikan kalian akan mati dengan tanganku sendiri. " Ancam Alex.
"Itu tidak akan pernah terjadi. "
Dan Akhirnya Vino dan Diaz dilepaskan oleh para bawahan Alex. Mereka di giring ke arah mobil Alex memasukkan mereka ke dalam.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...