
Setelah pulang sekolah aku langsung masuk kamar dan menutup pintu.
Ibu bertanya "viz kamu kenapa sayang,makan dulu yuk. Nanti kamu laper lho..."
aku hanya menjawab " nanti dulu Bu,belum laper"
__ADS_1
aku masih kepikiran omongan Tika tadi saat di kelas. Pantesan saja semua gadis histeris saat mendengar berita kalau aku nembak Ardan tp di tolak,pantesan mereka membully ku, gadis2 terkenal dan cantik2 seperti Rani,Ema,Asih dan Nia aja g berani nembak Ardan sedangkan aku siapa berani2nya nembak Ardan sudah jelek,gak cantik,cupu gak gaul apa yg bisa membuat Ardan tertarik padaku?walau sebenarnya ceritanya bukan seperti itu,tapi karena banyak orang beritanya A sampenya ada yg B ada yg D ada yg S beda2 semua. Walau aku tak tahu sebenernya aku suka atau cuma kagum sama Ardan. Kalau aku suka kenapa penolakan ini tidak terasa sakit kalau gak suka kenapa aku masih memikirkan Ardan setiap hari. Aku Jadi bingung dg diriku sendiri.
kelas 2 ini sepertinya akan menjadi kisah yg sama seperti waktu kelas 1. Aku akan Jadi bahan bully an di kelas,apalagi kelasku ini kelas yg banyak anak kelas lain berkata kelasnya anak perempuan super2 cantik. karena disini lah Rani ketua geng,Ema,Asih dan Nia berada. Anak yg paling populer sejak kelas 1 dulu. Aku Jadi semakin tertekan tinggal di kelas ini apalagi pelindungku si Imah berada di kelas lain. Untung ada Dina yg selalu membantuku dalam setiap kesulitan apapun. Aku semakin dekat dg Dina...
Setelah beberapa jam di kamar akhirnya aku keluar kamar untuk cari makanan. Saat aku mencium bau oseng jeroan ayam masakan ibu perutku semakin lapar dan tak bisa di kendalikan. Ibuku selalu tau makanan kesukaanku tanpa aku meminta ibu sering membuat makanan ini.
__ADS_1
" tidak ibu,aku baik2 saja. Tidak ada masalah yg perlu ibu khawatirkan. " jawabku
" ya sudahlah kalau kamu gak mau cerita sama ibu,ibu gak akan maksa kog,kalau sudah selesai makan cepat ganti baju. " kata ibuku. Aku hanya mengangguk.
Aku mungkin udah besar tp sifat ku masih seperti anak kecil.setiap pulang sekolah ibu selalu membantuku melepaskan sepatuku,meskipun aku bisa sendiri tapi aku selalu meminta ibuku untuk membantunya. Aku selalu beralasan bahwa aku capek dan sangat capek jadi gak bisa melepas sepatu sendiri. Tanpa bicara apapun ibu selalu menurutiku. Kadang aku berpikir bahwa aku anak yg tidak sopan terhadap orang tua,tapi aku di rumah menjadi anak dan adik yg paling kecil jadi wajar kalau aku manja.begitu pikirku jadi aku tidak merasa bersalah meminta ibu melakukan seperti apa yg aku inginkan.
__ADS_1
Di rumah aku seperti putri tapi di sekolah aku bagaikan semut kecil yg tidak terlihat makanya kadang2 sering terinjak. Untung gengnya Rani tak pernah mempersulitku bahkan mereka cenderung cuek sama aku.
Aku lebih senang dan tenang dg sikap mereka kepadaku,aku takut kalau mereka akan membullyku Krn pernah di kabarkan menyukai ardan. Hanya pengawalnya Ema si centil,Asih si judes dan Nia si baik hati yg kadang2 usil dg ku,mengolok-olokku dg cewek bodoh yg berani2nya nembak ardan. Aku hanya bisa diam mendengar semua itu,aku tak berani melawan mereka.