Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 22 keterpurukan Imas karena tidak LuLus


__ADS_3

Ke esokan harinya aku berangkat sekolah di antar ayah,jadi aku tidak mampir ke rumah Imas. Aku sudah tak sabar ingin menemui Imas untuk memberitahu tentang kelulusanku dan aku yakin Imas juga pasti lulus.


Saat sampai di sekolah banyak anak-anak kelas 3 yang berkumpul di depan aula. Tiba2 ada anak dari kelasnya Imas datang padaku dan bertanya


" viz,apa kau sudah tahu kalau Imas tidak lulus?" tanya Ina


Saat mendengar ucapan Ina hatiku hancur seketika. Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Imas saat ini. Aku bahagia atas kelulusanku dan dia menderita karena ketidak lulusan nya. Aku bertanya dalam hati kepada Allah " Kenapa ya Allah,kenapa harus Imas yang tidak lulus,kenapa harus dia,kenapa tidak orang lain saja. " Aku berlari menuju kelas sambil menangis tanpa menjawab pertanyaan Ina.


Sesampainya di kelas,ternyata sepi tidak ada orang. Semua siswa enggan ke kelas. Mereka lebih suka ke kantin dan di depan aula sambil bercanda. Saat ini aku ingin sekali pergi ke rumah Imas tapi aku tidak bawa sepeda dan harus menunggu ayah jemput aku nanti karena sekarang ayah sedang rapat jadi tidak bisa menjemputku.


Dan kemarin sikap ayah sangat berbeda,mungkinkah ayah sudah tahu bahwa Imas tidak lulus? kenapa ayah tidak memberitahuku? Aku selalu bertanya sendiri dalam hati. Banyak yang ingin aku tanyakan ke ayah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,terdengar ada beberapa suara yang aku kenal menuju ke kelasku. Dan aku merasa ada yg menepuk pundak ku dan berkata


" hai kamu kenapa?bukannya yang tidak lulus hanya Imas ya?kog kamu sedih? " tanya Ima


Ternyata yg datang gengnya Rani,entah cari apa mereka di kelasku.


" kog sepi ya,anak-anak pada kemana nich?" sahut Nia


" sudah lah Ima,Nia lebih baik kita tinggalkan viza sendiri di sini,mungkin dia lagi sedih karena teman baik nya tidak lulus " jawab Rani ketua geng


Mereka ber 4 berlalu dariku dan membiarkanku sendiri dalam kesunyian ruang kelas,sepertinya Diana juga suka di luar kelas,dari tadi tidak ada satu anak pun yang ke kelas.

__ADS_1


Aku mencoba keluar kelas dan mencari teman-teman yang lainnya. Aku ingin tahu apakah hanya Imas yang tidak lulus atau ada yang lain. Saat aku sampai di aula aku hanya melihat Ina dan geng nya Rani serta anak-anak dari kelas lain. Tak ku temukan teman sekelasku.


Ina memanggilku


" Viz,viza...sini deh,nanti gengnya Rani dan yang lainnya mau pada ngrayain kelulusan di pantai lho. Kamu ikut enggak? "


" Enggak deh In,aku mau jenguk Imas aja. " jawabku singkat


" ya udah kalau gitu viz, sebenernya aku mau ikut viz,tapi aku minder. Karena yang ikut anak yang terkenal di sekolah. Sedangkan aku kan gak terkenal seperti mereka. " kata Ina


" yah kita terima nasib aja In,sebagai murid yang di kucilkan 😊" jawabku sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


" ih...viz,kamu kog pasrah gitu sih. Nanti Tora mau ikut,cowok yang aku suka. Masak aku gak ikut sih viz,nanti Tora di geber asih lagi. Asih kan juga suka sama Tora . " jawab Ina sambil cemberut


" ya itu sih masalah kamu In. dah...aku pergi dulu ya...!" aku langsung pergi meninggalkan Ina tanpa menunggu persetujuannya.


__ADS_2