Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 28 di rumah andin


__ADS_3

Lalu Andin menggenggam erat tanganku dan kita melangkah bersama ke dalam rumah,seperti menguatkan ku untuk bertemu ke dua orang tuanya.


Sampai di rumah hanya ada neneknya. Aku bersalaman dengan neneknya. Dia berkata


" siapa ini An ? "


" temenku nek."


"oh...ya udah nenek tinggal dulu ke dalam kalian silahkan lanjutkan saja ngobrolnya"


" baik nek " jawab Andin


Kita berdua bercanda,tertawa lepas dan juga saling mencuri pandang. Beberapa saat kemudian ada seorang laki-laki paruh baya tinggi dan berkulit coklat serta rambutnya se bahu bergelombang menghampiri kami.


" oh...ini ya An calon menantuku? "


Aku kaget tak bisa berkata apa-apa hanya tersenyum tipis.


Beliau memperkenalkan dirinya dan menyuruhku melanjutkan obrolanku dg Andin. Ternyata beliau adalah ayah Andin. Dan kurasa ayah Andin menyetujui hubungan kami. Aku sangat senang melihat reaksi ayahnya Andin yg lembut menyapaku.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah sore,aku bergegas berpamitan pulang pada keluarga Andin. Andin mengantarku pulang sampai rumah.


Hari itu aku sangat bahagia...inikah yg dinamakan cinta? aku baru merasakan kebahagian ini pertama kali? duniaku sekarang berbeda dengan duniaku yg dulu saat masih SMP aku hanya merasakan bully an beda dengan sekarang sejak mengenal Andin dan berpacaran dengan nya serasa dunia ini indah banget.


Ke esokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Tiba di sekolah ani teman sekelasku mengatakan bahwa tadi Wulan anak populer di sekolahku sedang mencariku. Aku kaget dengan ucapan ani karena aku merasa tidak punya masalah dan tidak begitu mengenal Wulan.


Saat jam istirahat Wulan mencariku dan mengajakku ngobrol...


"hai...viz,kemarin itu siapa yg jemput kamu?"


"owh...dia pacarku.kog kamu tahu?


"owh...gitu ya."


" cowokmu tampan juga ya,nggak nyangka cewek kuper seperti kamu bisa punya cowok keren seperti itu. salut sih sama kamu hebat bisa dapetin Andin. " pujian nya menyakitkan.


Tapi aku sudah terbiasa dengan ucapan cewek-cewek populer di sekolahku sejak SMP sampai sekarang. Di bully itu sudah jadi langganan buat ku jadi kali ini aku tak akan menjadi lemah karena aku punya Andin dia kekuatanku sekarang.


Bel masuk ber bunyi aku segera masuk kelas. Ani yg dari tadi mengawasi ku bertanya

__ADS_1


"Ada urusan apa kau dg wulan?"


" nggak kog,nggak ada urusan apa2 nggak penting juga..."


" Pasti penting sampai2 anak sepopuler Wulan mencarimu. Kamu nggak di apa-apain kan? "


" ya nggak lah...buktinya aku baik-baik saja."


" iya juga sih " 😊


Memang aku di sekolah jarang bergaul,main pun hanya dengan ani tak punya temen lain.


Hanya Ani temanku satu2 nya di SMA ku ini tapi aku tak pernah merasa takut dan minder seperti di SMP dulu. Aku cukup kuat dan pPD menghadapi orang2 entah karena Andin atau apa tapi sejak berpacaran dengan Andin aku semakin berani dan tidak penakut seperti dulu. Andin lah yg memberikan kekuatan untukku.


Aku tidak pernah memperhatikan di sekelilingku,aku cuek dg siapapun. Duniaku hanya di penuhi Andin tidak ada yg lain.


2 Minggu kemudian


Ayah dan ibu ku akan menginap di rumah nenekku entah ada acara apa aku tidak tahu. Saat itu mereka mengajakku tapi aku tidak mau,aku beralasan masuk sekolah. padahal sebenarnya aku telah merencanakan sesuatu dg Andin. Maavkan aku ibu yg telah berani membohongimu...

__ADS_1


__ADS_2