Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 33 hubungan Aviza dan Andin mulai renggang


__ADS_3

Mendengar pertanyaanku Andin menjawab dengan nada marah


" Tau nggak dheg mas di sini ini pusing,mikir kuliah,mikir kerja. Adheg selalu ingin telpon,SMS tidak mas bales adheg marah. Sekarang adheg tuduh mas macam-macam. Mikir mas punya pacar atau apalah. Mas ini di sini baru,harus bisa menyesuaikan diri dg temen2. Di sini mas banyak di kerjain temen-temen kuliah mas karena mas anak baru. Mas kira temen-temen mas kuliah baik ternyata mereka suka membuat mas kesulitan. Kemarin mas di kasih minuman beralkohol sampai mabuk dan baju mas di copotan semua. mas pulang sambil telanjang. Hidup di kota tidak seperti di desa dheg yg orangnya baik-baik. "


Terdengar sesegukan suara Andin di seberang sana. Lalu terdengar suara tangisannya pelan. Ya Allah mendengarnya menangis hatiku sangat sakit seperti aku yg mengalami hal itu. Aku tak bisa berkata apa-apa. Seandainya andin ada di dekatku aku ingin segera memeluknya dan menenangkannya...tidak kuat mendengar tangisan Andin aku segera mematikan telepon dan SMS meminta maaf kepada Andin tapi SMS ku tidak di balas oleh Andin,mungkin dia butuh waktu sendiri...Aku baru sadar bahwa aku terlalu egois mengekang Andin tidak membiarkan dia bebas dg terus menelpon dan SMS dia. Mungkin dia terganggu dg semua itu. Aku hanya tidak ingin kehilangan dia,sebisa mungkin aku akan selalu menjaganya karena aku sangat mencintainya.


Sampai seminggu Andin tidak ada telepon dan SMS aku pun tak berani menelpon atau SMS dia duluan takut mengganggunya.


2 Minggu berlalu tepat malam Minggu,aku beranikan diri untuk menelpon Andin karena sudah lama Andin tak ada kabar.


" Tut...Tut...Tut "


bunyi suara di seberang sana,lumayan lama baru di angkat

__ADS_1


" hallo...ada apa dheg?"


" maafin aku ya mas,ganggu nggak adheg?adheg kangen ingin bicara sama mas,mas marah ya sama adheg?"


" nanti saja kita bicara dheg,mas lagi jalan sama temen "


" oh...ya deh. tapi nanti jangan lupa hubungi adheg ya mas kalau sudah sampai kontrakan."


"ok..."


Ya sudahlah aku tunggu nanti saja. Mungkin dia sedang ada acara sama teman-temannya.


Aku menunggu telepon darinya tapi sampai jam 01:00 Andin tidak ada telepon sampai akhirnya aku ketiduran.

__ADS_1


Ke esokan harinya sekitar jam 9:00 . Aku menghubungi Andin lagi.


" hallo mas,sudah bangun."


" iya ini dheg baru bangun,maaf semalem tidak bisa menghubungi adheg karena mas pulang langsung tidur. "


" iya mas nggak apa apa kog,adheg ngerti."


Dan kita mengobrol sampai 2 jam. Andin berpamitan mau mandi karena sebentar lagi mau keluar sama temen-temennya. Walaupun masih kangen tapi aku meng iya kan saja dan tak berani bertanya mau kemana dan sama siapa,aku takut Andin marah seperti kemarin dan berpikir aku mengekangnya.


Seminggu kemudian karena Andin tidak ada kabar aviza mencoba menghubungi Andin tapi nomernya selalu tidak aktif. Aviza mulai panik,kenapa Andin tidak ada kabar.


Aviza mencoba menghubungi iman,Nury dan teman Andin yg lainnya menanyakan kabar Andin tapi tidak ada yg tau.

__ADS_1


Aviza semakin panik karena tidak ada yg tau tentang kabar Andin. Aviza hanya bisa berdoa semoga Andin di sana baik-baik saja.


__ADS_2