
Hari ini aku mulai ujian kelulusan. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu mencium tangan ibuku dan meminta ibuku untuk mendoakan ku supaya lulus. Aku yakin doa ibu sangat manjur.
Hari pertama ujian aku merasa yakin aku pasti bisa mengerjakan soal ujian dengan mudah apalagi ini pelajaran yang aku suka yaitu bahasa Indonesia. Imas duduk di dekatku,dia sering menatapku karena mungkin dia khawatir Ardan juga duduk di dekat ku meski agak jauh. Aku dan Ardan berada satu ruangan ujian tapi aku dan dia tak pernah menyapa sejak kejadian 3 tahun yg lalu. Saat berpapasan pun kami pura-pura tak kenal. Begitulah hubunganku dengan Ardan kami saling menghindar saat bertemu.
__ADS_1
Ujian hari ke 2 ini hari yang berat untukku,kakekku meninggal dunia tadi subuh. Semua paman,bibi dan sanak saudara jauh berkumpul di rumah ibuku karena memang sejak pulang dari luar negeri kakekku memilih untuk tinggal bersama ibuku. Sedangkan aku harus ikut ujian kelulusan dan tak bisa melihat kakek di makamkan. Aku tak bisa tenang dalam mengerjakan soal ujian,aku ingin cepat pulang.
Aku berusaha menyelesaikan ujianku dan pulang untuk melihat kakek di makamkan tapi apalah dayaku kakek sudah di makamkan setengah jam yang lalu. Aku sangat sedih...
__ADS_1
Banyak saudaraku yg menginap sampai 7 hari kematian kakekku. Aku juga bisa bermain sama saudara-saudaraku. Aku mengajak Santi ( anak pamanku,adik ibuku ) untuk jalan-jalan sore pakai sepeda motor ayahku.
Sejak saat itu pamanku tak mau berkomunikasi dengan ibuku lagi. Semua itu gara-gara aku. Hubungan ibuku dengan pamanku tak lagi harmonis seperti dulu. Aku merasa sangat bersalah pada Santi,aku menyesal kenapa waktu itu mau menuruti rengekannya untuk di ajari naik sepeda. Sementara aku sendiri baru belajar naik sepedah. Nasi sudah menjadi bubur,semuanya sudah terjadi. Aku harus melanjutkan hidup tak boleh tenggelam dalam rasa bersalahku.
__ADS_1
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Semua orang tua murid datang ke sekolah. Begitu juga dengan orang tuaku,beliau yang pulang dari rapat bersama ayahnya Imas langsung ke sekolah mengambil hasil kelulusan. Dan mengajakku pulang,di setiap perjalanan pulang aku selalu bertanya pada ayah apakah aku lulus? Ayahku hanya diam. Aku jadi sangat khawatir takut kalau aku tidak lulus.
Akhirnya sampai rumah ayahku memberikan amplop dan menyuruhku untuk membukanya. Saat ku buka,aku melihat kata LULUS. Aku sangat bahagia lalu memeluk dan mencium ibuku. Mereka ikut senang tapi ayahku belum terlihat senang. Ada yang membuatnya sedih. Entah apa yang membuat ayahku sedih,aku tak tahu...
__ADS_1