
Sepulang sekolah aku langsung menuju rumah Imas. Aku ingin tahu kabarnya...Tapi sayang Imas ngambek gak mau keluar kamar menemui siapapun termasuk aku. Satu jam aku menunggu di depan kamar Imas,tapi dia masih saja tidak mau membuka kan pintu kamarnya...Akhirnya aku berpamitan pulang pada orang tuanya.
Ke esokan harinya aku datang lagi ke rumah Imas,tapi masih lagi lagi Imas tidak mau membuka pintu kamarnya untuk siapapun. Dia juga tidak mau makan. Sudah 2 hari dia tidak mau makan. Orang tuanya sangat khawatir. Aku mencoba membujuknya agar mau membuka pintu kamarnya untukku. Tapi tetap saja Imas tidak mau membuka pintu.
Akhirnya aku meminta kakak ipar Imas untuk mendobrak pintu kamar Imas,kami khawatir Imas kenapa kenapa.
Saat pintu sudah terbuka,ku lihat Imas duduk sambil menunduk. Aku langsung memeluknya,tapi dia diam saja. Aku meminta ibu nya untuk membawakan makanan,dia tetap tidak mau makan,aku mencoba menyuapinya,dia tetap tidak mau. Imas tidak mau bicara apapun padaku. Dia hanya diam...
2 jam di kamar Imas,aku tak tahu harus ngomong apa,setiap aku mengajak bercanda Imas,dia selalu diam. Dia tak pernah menjawab atau pun tersenyum. Aku semakin bingung harus berbuat apa. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang aku berbicara sama Imas " Imas,masa depanmu masih panjang,masa depanmu tidak hanya berhenti di sini karena kamu tidak lulus. Kamu masih bisa ikut ujian kejar paket,kamu masih punya harapan untuk ikut ujian lagi. Dan aku yakin kamu bakalan lulus ujian kali ini. Bukan kah kita sudah berjanji akan meneruskan ke sekolah yang sama? apa kamu lupa sama janji kita? Aku harap kamu akan menepati janji kita dulu untuk selalu bersama. Jangan pernah menyerah...aku tunggu kamu di SMA favorit kita. Aku pergi dulu... Aku tidak akan datang kesini lagi kalau kamu masih seperti ini. "
__ADS_1
Usai mengucapkan kata kata itu aku langsung pulang. Aku berharap Imas akan bangkit dari keterpurukannya dan berjuang untuk ikut ujian lagi. Aku selalu berdoa untuk kebaikannya.
Beberapa hari ini aku tak datang menemui Imas,aku tak tahu gimana kabarnya sekarang. Apa dia baik baik saja atau tidak. Sebenarnya ingin sekali menjenguknya tapi apalah dayaku,aku terlanjur berjanji padanya tidak akan datang sebelum dia kembali seperti dulu ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
3 hari kemudian,kakak Imas datang ke rumah ku dan menyuruhku menemui Imas,dia bilang Imas ingin bertemu denganku. Aku bahagia dia sudah mau berbicara dan ingin bertemu denganku.
Secepatnya aku datang ke rumah Imas,ternyata kamarnya terbuka,sudah tidak terkunci lagi seperti kemarin. Kulihat ada piring di atas meja bearti Imas juga sudah mau makan. Aku bahagia melihat keadaan Imas yang sekarang.
" aku bahagia kamu sudah mau bangkit dari keterpurukan ini "
__ADS_1
" viz,2 Minggu lagi aku akan ikut ujian kejar paket,tolong doa in aku ya supaya bisa lulus " jawab Imas pelan
sekali lagi aku memeluknya dan berkata
" kau itu sahabatku yang paling baik,pasti aku akan mendoakan mu, doa yang terbaik untukmu. Kamu jangan takut ya,aku yakin kali ini kamu pasti lulus. Oke... semangat 💪 "
" makasih ya viz,udah mau jadi temenku selama ini,padahal banyak yang menganggapku aneh,tapi tidak dengan kamu. Kamu tidak pernah menganggap ku aneh. " jawab Imas
" sama sama,kamu juga selalu melindungi ku saat aku di bully teman-teman. Kamu itu sahabat paling baik dan tulus yang pernah ku temui " ucapku
__ADS_1
Lalu kami berpelukan bersama sambil menangis bahagia.