
Hari ini aku masuk kelas lebih awal karena hari ini piketku untuk membersihkan kelas,itu alasan yg pertama dan alasan ke 2 ku karena ayah membelikan seragam baru untukku.yeaaa...aku suka dg seragam baruku ini Krn terlihat bagus sekali dan juga ketat kayak anak2 gengnya rani punya.yuhu...pasti keren dan pastinya aku tidak akan di bilang cupu lagi karena berpenampilan seperti gengnya Rani. Pasti anak2 akan berhenti mengejekku dan membully ku.
Hari ini aku sangat bersemangat untuk sekolah. Baru kali ini sejak masuk kelas 2 aku merasa sangat senang,aku tidak pernah merasa sesenang ini.
Beberapa murid sudah berdatangan dan menatapku dg tatapan aneh,aku sedikit kaku tapi mencoba sedikit tenang dan menyapa mereka. Tapi mereka tetap cuek dg ku. Aku sedih,lalu Dina datang dan menertawai ku dia bilang " viz,ngapain kamu pake pakaian seperti geng Rani yg serba ketat? "
__ADS_1
aku menjawab " enggak kog,cuma ayahku membelikannya sedikit kekecilan " padahal ini semua aku yg minta sama ayah agar bajuku yg baru di buat ketat biar bisa seperti mereka biar gak di anggap cupu oleh teman2. Aku ingin bisa seperti teman2 yg lainnya.
" kamu gak cocok viz pakai pakaian seperti ini,ini tu bukan kamu. Kamu ingin seperti gengnya Rani ya? " tiba2 Tika datang dari belakang Dina. sementara itu aku hanya diam,semua kelas mentertawakan ku karena ingin seperti Rani dan temannya.
" kamu pikir setelah kamu pake baju ketat seperti Aku,Ardan bakalan suka sama kamu? Enggak,Rani kurang apa? itu aja masih di tolak Ardan . " kata Ema... " UPS... kelepasan RAN,maav ya? " Ema langsung terdiam saat membocorkan bahwa Rani pernah di tolak Ardan. seisi kelas langsung rame dan menatap Rani dg penuh tanda tanya. Dan Rani mencoba menjelaskan pada mereka. Sedangkan aku,hanya diam...diam tak ingin bicara apa2. Aku memakai baju ini bukan karena ingin Ardan suka padaku tapi karena aku ingin mereka tidak menyebutku cupu,itu saja.mungkin alasan Ardan itu sudah nomer yg terakhir...tp yg utama aku tidak ingin di sebut cupu aku ingin mereka menganggap ku seperti teman yg lainnya. Dalam hati aku berbicara seperti itu tapi pada kenyataannya aku hanya bisa diam,diam seribu bahasa.
__ADS_1
Jam istirahat berbunyi aku terus diam dan tak ingin keluar kelas,aku tidak ingin mereka kelas yg lainnya ikut mentawakanku.
tiba2 semua yg ada di kelas diam,dan berbisik,yg aku dengar mereka menyebut nama Ardan dg pelan. Ardan? aku kaget saat mendengar nama itu dan mereka jg menyebut namaku. Samar2 aku dengar Ardan menghampiri aviza. Ini tidak mungkin kataku dalam hati.
saat aku melihat ke depan ternyata beneran Ardan sedang di depan bangkunya Tika dan itu sangat dekat dg ku. Aku tertunduk tak berani menatapnya. hanya beberapa menit dia ngobrol dg Tika,memang Tika pernah bilang bahwa Ardan itu saudaranya Tika Jadi wajar kalau Ardan nyamperin Tika. Sekitar 15 menit Ardan pergi meninggalkan Tika . sebelum Ardan pergi dia sempat melirikku dan berlalu pergi begitu saja. Aku memang sempat mencuri pandang dg dia makanya aku tahu bahwa sebelum pergi Ardan melirikku.
__ADS_1