
Mulai malam itu Viza sudah merelakan Cahya dan tidak ingin mengingatnya lagi. Dia sudah bertekad untuk melupakan Cahya..
Ke esokan hari nya Viza melakukan aktivitas seperti biasa. Bangun pagi main sama Risa siang berangkat kerja malam pulang kerja seperti itu terus. Terkadang dia merasa bosan tapi jika dia berhenti kerja bagaimana dengan Risa, siapa yang akan membelikannya susu...
Hari hari Viza kembali hampa dia seperti hidup tapi bukan untuk dirinya melainkan demi adik nya... meskipun hati nya kosong tapi dia bahagia bisa merawat adik nya.
Malam itu,adik dari ayah Viza yaitu Tante Armi datang dan memberikan nomer hp seseorang pada viza tapi Viza mengabaikan nya. karena Viza belum siap sakit hati lagi jadi dia memutuskan untuk tidak mau berteman atau berkencan dengan laki laki dulu. Dia hanya ingin fokus pada adik nya saja.
***
Saat berada di tempat kerja tiba tiba ada yang menelepon Viza, karena sedang sibuk melayani pembeli jadi Viza tidak mengangkat nya.
Selesai bekerja dan pulang ke rumah, nomer yang tadi menelpon Viza saat di tempat kerja kembali menelepon Viza lagi dan dia pun mengangkat nya
" Halo... maav siapa ya?"
" Masak lupa sama aku ? "
__ADS_1
Mendengar suara nya jantung Viza berdetak kencang... Suara ini sangat mirip dengan suara Andin. sejenak dia terdiam
" Halo... "
Buru buru Viza mematikan telepon tersebut dan menaruhnya di dada.
" mungkinkah itu Andin ? "
hatinya sangat bahagia...dia masih berharap itu Andin...
Nomer tersebut kembali menghubungi nya dan dia mengangkat nya dengan pelan
" Kog di mati'in sih hp nya. kenapa ? "
" maav kamu siapa ya ? " tanya Viza
" coba tebak siapa saya ? "
__ADS_1
Dengan hati hati Viza menjawab
" Apakah ini Andin ? "
" Kog Andin sih? Andin siapa ? "
Saat mendengar jawaban itu Viza langsung lemas dan tidak bersemangat lagi seperti tadi.
" Owh... maav sudah malam saya mau tidur "
Belum sempat telepon yang di seberang menjawab Viza sudah mematikan hp nya dan di of kan agar orang itu tidak menggangu nya lagi,dia sedikit kecewa. Viza berharap itu telepon dari Andin tapi ternyata dugaan nya salah dia bukan Andin. Setelah itu Viza langsung tidur untuk melepas beban yang ada di pundak nya.
Ke esokan harinya saat Viza buka hp nya banyak pesan masuk dari nomer semalam. Ternyata itu nomer teman nya Tante Armi. Viza sedikit kesal dengan Tante Armi karena tanpa seizin nya memberikan nomer Viza pada orang asing.
Karena kesepian dan juga bosen lama lama Viza mulai menanggapi SMS dari cowok tersebut dan karena suaranya yang mirip Andin,Viza mulai tertarik dengan cowok tersebut. cowok tersebut bernama Beni.
setiap malam Viza selalu di telpon Beni dan mengobrol sampai larut malam. Beni pun sangat perhatian sama Viza membuat Viza senang. Bayu berjanji akan datang ke rumah nenek Viza untuk menemui nya. Hari berganti hari bulan berganti bulan, Viza selalu merindukan suara beni yg mirip suara Andin.
__ADS_1
Menanti kedatangan beni, Viza selalu membayangkan seperti apa wajah Beni? mungkinkan mirip Andin karena suara nya mirip. setiap membayangkannya dia selalu tersenyum sendiri dan juga tidak sabar untuk segera bertemu dengan Beni.
Sebelum Beni datang Viza pulang kampung untuk membicarakan tentang Beni dengan kakak nya Anita. Tapi entah kenapa Anita merasa Beni bukanlah pria yang baik tapi Viza meyakinkan kakaknya bahwa Beni orang yang baik meskipun mereka belum bertemu tapi Viza sudah mereda nyaman dengan Beni yang katanya ingin serius dengan Viza. Kakaknya hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk Viza.