
Setiap malam aku dan Andin teleponan untuk melepas rindu karena tidak bisa sering-sering bertemu. Meskipun begitu aku bahagia...
Tak terasa waktu terus berjalan dan hubunganku dengan Andin sudah 3 bulan lamanya. Orang tuaku juga sangat menyukai Andin,mereka setuju aku berpacaran dengan Andin. Selain baik,Andin juga sopan dan tampan,mungkin karena itu ibuku menyetujui hubungan kami. Setiap malam minggu Andin selalu datang ke rumah,jika dia tidak datang ibuku selalu bertanya mungkinkah aku bertengkar dengan Andin sehingga Andin tak datang. Ibuku sangat perhatian sama Andin. Beliau sudah menganggap Andin seperti anaknya sendiri,maklum ayah dan ibuku ingin mempunyai anak laki-laki tapi mereka hanya mempunyai 2 anak perempuan.
Malam ini Andin telpon bahwa dia besok akan datang ke rumah ingin mengatakan sesuatu padaku. Aku tak sabar menunggu hari esok sampai semalam aku tak bisa tidur karena ingin cepat menemuinya.
ke esokan harinya tepat jam 9:00 Andin sudah sampai di rumah dan meminta izin pada ibu untuk membawaku jalan-jalan. Ibuku langsung mengizinkannya tanpa pikir panjang memang beliau sangat setuju jika hubunganku dengan Andin bisa sampai ke pernikahan meski umur kita masih muda tapi ibu berharap hubunganku dg Andin bisa langgeng. Ibu juga sudah sangat percaya sama Andin,bahwa Andin anak yg baik dia tidak akan melakukan hal yg tidak tidak padaku.
Andin mengajakku ke sebuah pantai,kita jalan-jalan bersama di pantai menikmati suasana pantai yg indah dan menenangkan.
Di situ Andin mengatakan sesuatu padaku yang membuat dadaku sangat sesak sehingga aku tidak bisa bernafas. karena syok aku hanya diam saja tanpa mengatakan sesuatu,tiba-tiba air mataku berlinang...
__ADS_1
Melihat aku menangis Andin memelukku dan mengelus-elus rambutku sambil berkata
" Maavkan aku dheg,aku harus pergi. Aku ingin mengejar cita-citaku. Aku ingin kuliah dan aku ingin memperbaiki perekonomian keluargaku. Aku sebagai anak tertua bertanggung jawab atas masa depan adhik-adhikku. ayah dan ibuku sudah tua,adhikku masih kecil-kecil siapa yang akan membiayai sekolah mereka kalau bukan aku.
Tapi aku janji meskipun kita jauh aku akan selalu menghubungimu..."
Mendengar kata-kata itu aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku tidak bisa menahan Andin tetap di sisiku. Itu sudah menjadi keputusannya. Semua itu juga demi masa depannya.
"Sudah jangan menangis,aku pergi hanya untuk bekerja dan kuliah. Aku tidak pergi meninggalkanmu sayang..."
" Mas tau kog dheg,mas janji mas tidak akan meninggalkan adheg "
__ADS_1
" 3 hari lagi mas berangkat ke kota dheg "
" Adheg boleh nggak mas,nganterin mas sampai ke terminal "
" ya boleh lah dheg,mas berangkat jam 3 sore"
" ya nanti adheg antarin mas,pulang sekolah adheg langsung ke rumah mas ya "
" Sudah sore dheg,mas anterin pulang ya? Nanti ibu khawatir lagi. "
" Tapi aku masih pengen bersama mas..." pintaku dg sedikit manja
__ADS_1
" Mas juga masih pengen bersama adheg tapi mau bagaimana lagi dheg..."
Saat perjalanan pulang aku terus memeluknya dengan erat seperti tak mau berpisah dengannya. Aku memang baru pertama kali merasakan cinta bagaimana indahnya mencintai. Ya dia Andin adalah cinta pertamaku dan aku berharap bisa menjadi cinta terakhirku....