Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 38 kematian ibu aviza


__ADS_3

Satu bulan setelah kelahiran adik ku, ibuku mulai batuk-batuk,dia hanya mengeluh dadanya sesak dan kadang batuknya bercampur darah. Tapi beliau terlihat sehat,seminggu kemudian Karena batuknya belum juga sembuh beliau memutuskan untuk membawanya ke dokter,dokter menyarankan untuk ronsen. Setelah hasil ronsen keluar dokter pun memberinya obat. Entah obat apa yang di berikan dokter kepada ibuku,beliau yg terlihat sehat setelah mengkonsumsi obat tersebut badannya lemas,keringat dingin keluar terus menerus.


Pagi itu saat aku mau mandi kulihat beliau sudah tak mampu berjalan,aku memintanya untuk berhenti minum obat tapi ibuku menjawab " Aku masih ingin hidup sayang,jadi ibu harus minum obat biar bisa sembuh,menemanimu dan adhikmu. "


jika menyangkut adikku aku tak suka dan langsung pergi meninggalkan ibuku tanpa menjawabnya.aku masih belum bisa menerimanya.

__ADS_1


Bel pulang sekolah berbunyi,tapi aku tak segera pulang,aku malas jika harus bertemu adhikku,aku tidak menyukainya. Aku menunggu temanku yg sedang mengikuti les komputer. Walaupun jenuh tapi aku lebih suka di sekolah dari pada di rumah sejak kelahiran adikku.


jam menunjukkan angka 14:30 temanku Evita sudah selesai les komputer. Kita berdua pulang bersama dan mengobrol di sepanjang jalan...


Sampai di rumah kakakku marah-marah karena kondisi ibuku semakin memburuk,beliau sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur,sedangkan kakak ku kuwalahan mengurus adik ku dan juga anaknya yg masih berumur 2 bulan. Ayahku sedang berusaha mencari ambulan untuk membawa ibuku ke rumah sakit di kota agar mendapat perawatan yg lebih baik.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ambulan datang,belum sempat ku meminta maaf pada ibu,ayah telah membopongnya dan membawa ke ambulan,tetangga yang melihat berdatangan,satu persatu ibuku meminta maaf pada tetanggaku menggunakan sisa tenaganya. Dan ambulan melaju kencang meninggalkan kami. Kakak ipar ku segera menyusul ambulan untuk menemani ayah di rumah sakit.


Habis magrib,ada banyak pemuda berkumpul di rumahku dan ingin menjenguk ibuku,mereka mengajakku tapi aku tak mau,aku ingin pergi besok bersama anggota keluarga yg lainnya.


Jam 23:00 tiba-tiba ada ambulan datang...semua orang berhamburan menangis termasuk kakakku,dia memelukku dg erat,aku yg masih belum begitu sadar dari tidurku tidak mengetahui apa yg terjadi...

__ADS_1


kakakku menangis sejadi-jadinya sambil mengatakan bahwa ibu telah tiada.


Aku yg tak percaya berjalan keluar dari kamar dan menuju ambulan melihat jenazah ibuku di turunkan dari mobil jenazah,aku yg masih tak percaya mencubit pipiku dan memang terasa sakit. Aku masih tidak percaya aku masih menganggap semua ini mimpi tapi saat aku tampar pipiku berkali-kali ternyata rasanya sakit,saat itu aku langsung terjatuh dan menangis sekencang-kencangnya. Orang-orang yg melihatku segera membopongku ke kamar,memijit dan memberikan minyak kayu putih terasa ada banyak orang yg mencoba menyadarkan ku yg pingsan.


__ADS_2