
Hari ini aku terlambat masuk sekolah karena tidak bisa berhenti memikirkan kejadian semalam. Akhirnya aku menerima juga pernyataan cintanya Ares,aku masih tidak bisa menyangka bahwa sekarang aku sudah punya pacar. Bagaimana ya rasanya punya pacar? apakah sangat menyenangkan seperti yg geng Rani bilang? hmm...aku tak tahu.
Melihatku melamun di kelas,tiba2 Imas mengagetkanku dg menggebrak meja sampai2 Diana temen sebangku ku hampir pingsan Karena punya riwayat penyakit jantung. Aku langsung memarahi Imas dan menyuruhnya meminta maav sama Diana. Untung Diana baik2 saja dan kami langsung pergi ke kantin setelah Imas minta maaf sama Diana.
Saat di kantin sekolah Imas berbicara padaku
" viz,kenapa kamu melamun tadi waktu di kelas?"
" enggak kog im,aku g kenapa2." jawabku
" bohong,aku tahu kamu...pasti ada yg kamu sembunyikan dari aku ya?" desak Imas berharap aku mau cerita.
__ADS_1
" gak ada apa2." aku terus mengelak
" oke...aku percaya sama kamu,tapi ingat kalau ada apa2 jangan lupa cerita padaku ya? aku ini kan sahabat mu. " pinta Imas padaku.
" baiklah..." jawabku sambil mengangguk.
Dalam hati aku meminta maav sama Imas,aku tidak bermaksud untuk membohonginya dan tidak menceritakan tentang Ares pada Imas karena aku merasa aku tak perlu menceritakan pada siapapun,bagiku ini tak penting. Jadian ku dg Ares bagiku hanya status,agar statusku tidak jomblo dan aku punya pacar. Meskipun aku tahu ini tak adil bagi Ares tapi inilah yg aku inginkan. Mungkin aku memang orang yg egois hanya mementingkan diriku sendiri. inilah aku,aku memang seperti ini orangnya dari dulu hingga sekarang Egois tak pernah berubah.
Saat kembali ke kelas,tiba2 asih mencariku.
" bisa " jawabku singkat
__ADS_1
" tapi aku ingin kita bicara berdua di luar,hanya berdua saja " jawabnya sambil melirik Imas.
Aku tahu maksud asih,dia tidak ingin Imas mengetahui isi pembicaraan kami. Imas tidak mau tinggal diam dia langsung menyahut
" aku bukan orang luar,aku ini temen baiknya viza,jadi aku gak akan membiarkan kamu asih menyakiti viza "
" heh...Imas,ini bukan urusanmu. ini urusanku dg viza,minggir kamu " jawab asih sambil mendorong Imas dan menggandeng tanganku untuk di ajak ke luar.
" asih tunggu....jangan coba2 menyakiti viza. kalau viza sampai terluka aku akan menyakitimu " Imas berteriak mengejar aku dan asih.
Asih yg lelah main kejar2an sama Imas akhirnya menyerah dan mengizinkan Imas untuk mendengar pembicaraan kami.
__ADS_1
" baiklah Imas kamu boleh dengar apa yg aku ingin katakan sama viza. aku hanya ingin mengatakan bahwa kakakku Ares menunggu viza di luar,udah itu aja. aku capek mau ke kantin dan kamu viza cepetan temuin kakakku kasian dia udah lama nungguin kamu dari tadi " jawab asih sambil berlalu pergi meninggalkan kami.
Aku hanya diam,Imas lalu ikut pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku yakin Imas pasti marah padaku karena aku tidak cerita sama dia tentang kak Ares. Aku juga baru tahu kalau kak ares ternyata kakaknya asih. Dan aku tak berani menemuinya di sekolahan aku tidak ingin semua teman2ku tahu bahwa aku pacaran sama Ares. Aku memilih kembali ke kelas tanpa menemui Ares,meski hatiku tak tenang tapi aku belum siap untuk menemuinya di sekolah.