Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
Episode 100 kebohongan yang berselimut kan ketulusan


__ADS_3

Seminggu kemudian Amira tidak lagi bekerja bersama Viza. Dia merasa kehilangan teman perempuan satu satu nya di sana. Hari hari nya menjadi membosankan seperti dulu. Meski kadang Anang datang untuk mengajaknya jalan-jalan sekedar muter muter alun alun kota menyenangkan hati Viza.


Saat musim liburan, Anang berpamitan pada Viza untuk ikut kakaknya ke Jakarta merantau di sana. Katanya dia ingin mencoba hal baru kebetulan kakaknya lagi butuh banyak karyawan dan dia ingin membantu nya. Dengan berat hati Viza merelakan Anang ke Jakarta. Viza trauma, dia takut kehilangan Anang seperti dia kehilangan Andin. Namun Anang selalu meyakinkan Viza bahwa dia bukan Andin, dia tidak akan meninggalkan Viza seperti Andin meninggalkan nya.


1 Minggu Berlalu, setiap Anang istirahat dia selalu menyempatkan diri untuk menghubungi Viza kekasihnya. Mereka mengobrol sampe Berjam jam melepaskan kerinduan mereka.


Genap 1 bulan berlalu Anang kembali ke kampung halaman nya. Dia menemui kekasih nya cuma sebentar, tidak seperti biasanya...


Viza merasa Anang sedikit berubah. Dia hanya main ke rumah Viza sebentar dan memberikan sejumlah uang untuk di berikan kepada adik Viza.


1 Minggu setelah kepulangan nya Anang dari Jakarta dia jadi jarang menghubungi Viza, kadang nomernya juga tidak aktif selama berhari-hari. Viza yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya kenapa Anang berubah mencoba bertanya pada Anang.


Viza pun mengajak Anang untuk bertemu di alun-alun kota sepulang Anang kuliah.


" Kamu kenapa? " Tanya Viza Pelan kepada Anang


" Enggak... Memangnya aku kenapa? "


" Aku merasa kamu sedikit berubah "


" mungkin hanya perasaan mu saja "


" Anang.. aku tahu pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan padaku. plis tolong katakan padaku. "


" Tidak ada apa apa. sudah sore... mendingan kamu pulang "


Jawaban Anang yang terus menghindar dari pertanyaan Viza membuat Viza semakin yakin bahwa Anang menyembunyikan sesuatu.


Setelah pulang ke rumah, Viza tidak bisa tenang dengan sikap Anang yang dingin terhadap nya.

__ADS_1


Sekitar jam 19:30 Toba tiba ada SMS masuk dari Anang


"Viz... maafin aku ya... "


Mendapatkan SMS dari Anang seperti itu Viza segera menelepon Anang.


" kenapa minta maaf kamu tidak ada salah sama aku "


" Aku banyak salah padamu bahkan aku mungkin akan begitu menyakitimu. "


" Apa maksud kamu? "


" Viz... tolong jangan benci Aku. Dan tolong maafkan aku "


" Ada apa ini Anang? aku tidak mengerti maksudmu "


" Anang... jangan bilang kalau kamu Selingkuh.. "


" Kau tahu Anang kau sudah berjanji tidak akan selingkuh dari aku tapi kenapa kau selingkuh "


" Maafkan aku Viza, Saat pertama melihat mu aku sudah menyukai mu jadi aku tidak bisa mengatakan kalau aku sudah punya pacar, aku tidak ingin kehilangan mu . "


" Maksud kamu...? Aku ini selingkuhan kamu? dan saat kita jadian kamu sudah punya pacar? "


" Iya betul Viz.. Aku sudah punya pacar. Tapi aku ingin putus dengan nya. karena aku sudah tak mencintai nya lagi. "


" Apa karena sudah mempunyai aku hingga kau ingin putus dengan nya? "


" Tidak... sebelum mengenal mu aku sudah tidak ada perasaan untuknya dan aku ingin putus darinya. Namun dia tetap ingin menjadi kekasihku. Dan tiba saat nya aku beetemu denganmu dan berpacaran dengan mu. Aku ingin benar-benar putus dengan dia dan serius dengan kamu. Tapi... "

__ADS_1


" Tapi kenapa...? apa kau masih mencintainya? "


" bukan... percaya lah padaku Viz aku sudah tidak punya perasaan padanya


Aku benar benar hanya mencintai mu saja "


" Percaya ... setelah semua kebohongan yang kau berikan kepadaku, kau menyuruhku untuk mempercayai mu...? "


" Maaf kan aku... aku bersalah padamu. aku tidak bisa putus dengan dia Viz, maafkan aku. "


" Lalu untuk apa kau bilang semua ini padaku. "


" Karena aku tidak ingin menyakiti mu lebih dalam "


" Kau sudah terlalu menyakitiku " Suara Isyak tangis Viza dari sebrang telepon membuat hati Anang terasa tersayat pisau yg tahan


" Tolong jangan menangis.. "


" Kau meminta ku untuk tidak menangis tapi kau sendiri yang membuat ku menangis. "


" Viz... tolong maafkan aku. Dia sakit... aku tidak bisa meninggalkan nya saat dia membutuhkan aku seperti ini. "


" Ya... silahkan lindungi dia dan jangan pernah sakiti dia. tapi kau bebas menyakitiku. Selamat malam .. memang aku ini tidak penting bagi siapa pun dan aku tidak akan berharap lagi padamu. "


" Viz... Viz... tolong jangan tutup telepon nya... Tut...Tut... " Sambungan terputus


Saat itu juga Viza mematikan telepon nya berhari hari. Matanya sembab tak ada lagi senyum manis yang keluar dari bibir mungilnya itu. Hanya kepahitan yang dia rasakan.


Setiap pulang kerja dia berusaha mengayuh sepeda nya dengan cepat agar tidak ada yang tahu bahwa dia sedang menangis karena kehilangan orang yang paling berharga saat ini.

__ADS_1


__ADS_2