
Ke esokan harinya Viza tidak keluar kamar. Dia hanya diam di dalam kamar. Risa yang sudah bangun pun menyusulnya ke kamar dan bermain dengan Viza. Matanya yang sembab karena menangis semalam Membuat nya tidak berani keluar.
Jam menunjukkan angka 8 dia bergegas berangkat kerja dan tanpa sarapan terlebih dahulu. Neneknya merasa khawatir tapi apalah daya Viza diam tidak mau bicara. Setiap dia marah sama siapapun dia selalu diam.
Diam Membuat nya lebih nyaman... Memendam semua perasaan nya hingga lama kelamaan luka itu akan sembuh dengan sendirinya.
*****
Beberapa hari kemudian, ada SMS masuk di hp Viza, dia penasaran karena yang menghubunginya nomer baru
" Hallo...maaf ini siapa ya? "
" Sudah lebih dari 3 hari aku menunggu telepon mu, kenapa sampai sekarang kau tidak meneleponku juga? "
" maaf salah sambung. " Viza langsung menutup telepon nya. karena dia merasa tidak kenal dengan orang itu
Beberapa menit, nomer itu menghubungi Viza lagi. Dengan kesal Viza mengangkat telepon nya sambil marah marah
" Hai... sudah kubilang aku tidak mengenalmu kenapa kamu mengganggu ku terus? "
" hai... tunggu.... jangan matikan dulu teleponnya. Aku Anang... Masih ingat denganku? "
__ADS_1
" oh... Anang ya. "
" Kenapa tidak telpon atau SMS aku? Aku menunggu telepon mu hingga jenuh "
" Maaf aku sibuk. "
" Sibuk ngapain... kuliah ya? kamu kuliah di mana? Aku juga kuliah di salah satu universitas di kota ini. "
" Aku sibuk kerja . aku nggak kuliah. "
" owh .. Kenapa kamu tidak menghubungi Ria? kenapa malah menghubungiku? "
" Ya aku pengen nya telpon kamu bukan telepon Ria. "
Viza buru buru mematikan teleponnya karena memang dia tidak ada rasa sama Anang. Lagian Ria sahabatnya menyukai Anang tidak mungkin dia mengambil seseorang yang di sukai teman nya.
Lalu Viza cerita kepada Tia bahwa tadi malam Anang menelepon nya. Ria pun sudah menduga kalau Anang suka sama Viza
" Viz...sepertinya memang Anang menyukai mu. Terima saja dua jika dia menyatakan cinta padamu. "
" Ria .. aku sudah bilang, Anang bukan tipe ku dan aku tidak ada rasa pada nya. "
__ADS_1
" Terserah kamu deh Viz, tapi saranku... jika memang kami juga menyukai Anang... Aku ikhlas kami jadian sama dia. "
" Tau ah Ria... di bilangin aku nggak suka ya nggak suka. "
Semakin sering Anang menelepon Viza, membuatnya sedikit ada rasa nyaman dengan kehadiran Anang.
Malam Minggu nanti Anang juga mengajak Viza bertemu berdua. Namun Viza malah mengajak Ria bersamanya. hal itu membuat Anang kesal.
Sedangkan Viza terus menanyakan keberadaan Roy yang tidak ikut bersama Anang
Anang memberikan jawaban yang membuat Viza patah hati. Anang bilang Roy sedang di rumah kekasihnya.
Anang mengajak Viza dan Ria masuk ke wahana rumah hantu saat di pasar malam. mereka bertiga pun memasuki rumah hantu. Hantu yang ada di dalam tidak membuat Viza dan Ria ketakutan namun malah sebaliknya Anang yang ketakutan setengah mati. melihat Anang yang ketakutan membuat Viza dan Ria tertawa sampai pengen ngompol di celana sangking lucunya expresi Anang.
Seusai bertemu Anang, Viza dan Ria kembali ke rumah. Mereka terus mentertawakan sikap Anang saat di perjalanan pulang
Sesampainya di rumah, Viza mendapat SMS dari Anang
" Bukankah sudah ku bilang jangan ajak Ria, kenapa kamu malah mengajaknya? "
Viza tak langsung menjawabnya. Dia membiarkan Anang menunggu jawabannya
__ADS_1
Sudah lebih dari 10 menit, Viza tidak mau menjawab pesan dari Anang. Karena tidak sabar menunggu... Anang mencoba menelepon Viza namun lagi lagi Viza tak mau mengangkat telepon dari Anang.
Setengah jam kemudian Viza baru membalasnya.