Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 27 jalan jalan pagi bersama andin


__ADS_3

Sepanjang jalan aku terus menatap Andin diam-diam,saat Andin menyadarinya dia bertanya


" viz,kenapa dari tadi Diam saja dan hanya memandangiku?"


" aku masih tak percaya jika aku bisa berpacaran denganmu,rasanya seperti mimpi"


Andin tersenyum dan mengelus rambutku dan mengajakku berhenti di taman. Tiba-tiba di mencium ku sambil berkata


" Sekarang masih belum percaya kalau ini bukan mimpi tapi kenyataan?"


Karena kaget dia tiba-tiba mencium ku aku tidak bisa mengatakan apapun,aku diam saja dan dia kembali mencium bibirku. Aku hanya diam,aku belum pernah berciuman sama sekali.

__ADS_1


Andin kembali bertanya sambil memegang tanganku


" viz,apa kau belum pernah berciuman dengan pacarmu?"


Aku hanya menggelengkan kepala. Aku masih syok atas perlakuan Andin padaku. Lalu dia minta maaf karena telah mencium bibirku. Mungkin karena dia sekolah di kota pergaulannya agak sedikit bebas,baru berpacaran sudah berani mencium bibir pacarnya. Beda dengan aku yang bisa di bilang pacaran hanya sebatas status jadi tak pernah melakukan hal seperti orang yang sedang berpacaran. Mungkin karena aku belum mencintai mereka jadi untuk melakukan hal itu aku tidak mau. Suasana menjadi hening,aku terus diam. Andin pun diam,mungkin dia menyesal telah melakukan hal itu.


setelah 1 jam lebih jalan-jalan pagi bersama aku mengajak Andin mampir ke rumah Yanti sebelum pulang,saat itu di rumah Yanti ada shiv juga. Mengetahui aku datang bersama Andin serta bergandengan tangan,Yanti menyadari bahwa aku dan Andin berpacaran. Tanpa basa basi Yanti menyuruhku pulang.


Aku mengajak Andin ke rumahku,dia cowok pertama yang aku kenalkan pada orang tuaku. Sepertinya ibuku juga suka sama Andin beliau terlihat senang saat melihat aku dan Andin.


Hari-hari ku jalani dengan sangat bahagia. Aku tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini,ibuku juga sangat mendukung aku dan Andin.

__ADS_1


Tak terasa sudah 3 bulan aku jadian sama Andin dan hari ini Andin janji akan mengajakku ke rumahnya. Dia mau menjemputku di sekolah. Aku sangat dheg dheg kan,pertama kalinya aku di jemput pacarku di sekolah. Kebetulan hari ini pulang pagi sekitar jam 10.30 aku sudah menunggunya di depan sekolahan ku dan tak lama kemudian Andin datang bersama temannya yang kebetulan juga punya pacar di SMA 1 kota P .


karena tidak bawa motor kita pergi naik bus,rasanya begitu bahagia campur deg deg kan hari ini aku bakalan ketemu calon mertua ku. sampe di kota L Andin mengajak ku ke tempat ibunya berdagang di pinggir jalan yang terdapat kios kecil,menjual berbagai minuman dan juga makanan ringan. Aku kira itu ibu kandungnya ternya bukan,dia sudah menganggap ibu tersebut seperti ibu kandungnya sendiri.


Setelah itu kita kembali menunggu bus di terminal untuk menuju kota P , di mana di kota itu ada rumah Andin orang yang sangat aku cintai.


Sampai di rumah Andin,aku sedikit kaget melihat rumahnya. Dia mungkin juga tahu kekagetan ku dan bicara


" ini lah rumahku dheg, jelek,kecil beralaskan tanah tidak seperti rumahmu yang besar dan bagus. "


" Tidak mas,aku mencintaimu apa adanya bukan karena kekayaanmu,aku tulus padamu mas. "

__ADS_1


" Terima kasih atas ketulusanmu padaku dheg,kau beda dari cewek lain. Aku menyayangimu. "


__ADS_2