
Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu,Viza masih terlihat murung. Tidak ada semangat hidup,tidak ada lagi senyum yang terlihat di bibirnya. si bos yang mengetahui perubahan itu mencoba mempertanyakan pada viza apa yang sebenarnya terjadi pada dia.
" Nok...akhir akhir ini aku lihat kamu kog murung ya? tidak seperti biasanya "
" enggak kog bos. Aku biasa saja "
" Jika memang kau baru saja di sakiti kekasihmu,cepat lupakan dia. Jangan kau terus menerus meratapinya. Kau masih punya adik mu yang harus kau pikirkan. Kau harus memikirkan masa depan mu, jangan hanya karena laki laki kau mengorbankan kebahagiaan mu kau melewati masa mudaku dengan keadaan seperti ini. Nikmati lah waktu masa muda mu ini jangan kau buat untuk menangisi laki laki yang sudah menyakitimu. tidak ada untungnya dan tidak ada gunanya. Oke...Nok. itu pesan ku coba kamu renungkan. bos mau keluar sebentar."
__ADS_1
" iya bos "
Setelah beberapa saat bos pergi terdengar suara ada SMS ,ada SMS. Saat ku buka ternyata dari Andin
" Dek maav ya kemarin hp ku di bawa temenku jadi baru bisa hubungi kamu sekarang. Dek maav kan mas, yang kemarin itu memang pacar mas. tolong adek lupa in mas ya, Mas yakin adek bakalan dapat yang lebih baik lagi dari pada mas. sebenarnya kemarin mas menemui adek ingin ngomongin hal ini,tapi mas tak tega menyakiti hati adek.
Melihat isi pesan tersebut Viza tak kuasa membendung air matanya. Bersusah payah dia coba menahan agar tidak jatuh tapi kenyataannya butiran air mata itu tetap jatuh. Tak tahu harus membalas apa Aviza membiarkannya tanpa membalas pesan tersebut. Hatinya terlalu perih...
__ADS_1
Setelah pulang kerja viza tidak langsung pulang dia mampir ke alun alun dulu, duduk sendiri tanpa seorang teman. Memandang langit,melihat bintang dan mencari yang cahayanya paling terang. Setelah menemukan bintang yang paling terang dia menatapnya dalam dalam dan berbicara dalam hati.
" ibu...aku rindu padamu ibu. Dia telah meninggalkanku ibu,engkau pun pergi jauh dariku ibu. Lalu siapa lagi yang bisa membuatku kuat untuk melalui semua ini ibu. Siapa yang akan jadi kekuatanku ibu,selama ini kau lah yang menjadi kekuatanku dan juga dia ibu. Tapi kini dia pergi meninggalkan ku ibu,aku harus bagaimana ibu...seakan hidupku terhenti di sini ibu...aku tak bisa melanjutkan lagi kisah ini ibu...aku ingin pergi menyusul mu ibu "
Deraian air mata mengalir deras di pipi Aviza dia tidak mampu menahan nya lagi. Setelah puas menangis di alun alun tanpa seorang pun tau viza baru pulang di rumah neneknya.
Sampai di rumah,nenek Viza marah marah karena pulang terlambat di saat adik viza sakit,karena seharian tidak makan viza pun masuk angin dan mual mual mau muntah. Melihat Viza muntah neneknya berhenti memarahinya dan menyuruhnya untuk istirahat. Melihat neneknya kuwalahan merawat adiknya yang dari tadi muntah terus Viza membantu nenek nya tanpa menghiraukan bagaimana kondisi tubuhnya yang lemas dan demam. Saat melihat adiknya sontak dia tersadar bahwa hidupnya tidak berhenti gara gara putus dengan Andin. Dia sadar bahwa adiknya lebih membutuhkannya dan dia harus tetap kuat demi adhik nya dia tidak boleh lemah karena hal ini. Mulai malam itu Viza bertekad tidak akan memikirkan kebahagiaan nya melainkan hanya memikirkan kebahagian adhiknya yang akan jadi prioritas utamanya.
__ADS_1