
Saat pulang ke rumah,di perjalanan aku slalu tersenyum2 sendiri mengingat kejadian selama liburan di rumah kak Nelly. Tiba di kota K kak Nelly mengajakku makan dulu di warung,sampai di warung kami makan dg lahap tp tiba2 aku berhenti makan saat ada anak laki2 ingin membungkus makanan,aku melongo menatapnya tanpa berkedip,ternyata itu Ardan. Apa mungkin rumah Ardan sekitar sini,kog dia beli makanan di sini? pikirku dalam hati. Aku langsung meneruskan makanku pura2 tak tahu dan tak kenal ardan,begitu juga sebaliknya Ardan juga bersikap seperti itu.
__ADS_1
kak Nelly tiba2 ngomong padaku " viz,bukanya Ardan teman sekelas mu ya?kog kamu diam saja melihatnya tidak menyapanya? " aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan kak Nelly. Ardan pun sepertinya juga enggan menjawab. kak Nelly adalah seorang bidan jadi kenal sama Ardan dan juga ayahnya karena ayahnya Ardan adalah dokter yg cukup terkenal,tugasnya pun di rumah sakit yg sama dg kak Nelly bertugas. Terlihat Ardan hanya senyum sedikit sama kak Nelly. Setelah Ardan pulang ibu2 yg punya warung ngomong " wah anak jaman sekarang ya Bu nelly ketemu temennya bukanya nyapa tapi malah diem dieman kayak gak kenal.yang laki2nya sombong yg perempuan juga sombong,jadi sama2 sombong Bu " . " iya betul Bu " jawab kak Nelly sambil melirikku.
__ADS_1
setelah makan kak Nelly mengantarku pulang ke rumah,dan nanti malam katanya mau menjemputku lagi.
__ADS_1
sekitar jam 19:00 kak Nelly menjemputku,aku bergegas merapikan buku2 belajarku dan ikut kak Nelly ke rumahnya. walaupun kadang aku bosen Krn kak Nelly sering pergi mendadak kalau ada yg mau melahirkan,m dan aku memilih di rumah dinas kak Nelly dr pada ikut kak Nelly. Pernah suatu malam sekitar jam 22.00 malam kak Nelly pergi ke rumah pasien yg mau melahirkan dan aku di tinggal sendirian di rumah dinas yg terkenal angker itu,sebenarnya takut tp aku lebih suka di rumah dr pada ikut kak nelly. ada beberapa pemuda desa yg mencoba menakut2iku dg mematikan sekring listrik yg ada di luar tp yg mati hanya lampunya saja tv nya masih nyala 😁 mereka bingung ternyata di rumah dinas di buat 2 jalur aliran listriknya. kecewa deh semua anak laki2 itu. Di kira aku bakalan takut 😆. ada jg yg melempar bunga dr jendela sambil memanggil namaku di suruh keluar tp aku tak mau keluar 😁. akhirnya mereka putus asa ketika semua yg mereka lakukan gak pernah aku tanggepin dan lambat laun tidak ada lagi yg menggangguku seperti dulu saat awal menemani kak Nelly di rumah dinasnya. kak Nelly pun semakin tak khawatir saat harus meninggalkanku sendirian di rumah dinasnya tengah malam.ya itu lah pekerjaan kak Nelly yg harus siap siaga saat tengah malam di panggil untuk datang ke rumah orang yg mau bersalin
__ADS_1