
Sebelum memberitahu Aviza tentang siapa yang di taksir black di kelasnya, bel tanda istirahat pun berbunyi dan viza segera keluar karena dia sudah tak tahan ingin ke toilet.
" viz,tunggu..." panggil Reyna
Tanpa mehiraukan Reyna aviza secepat kilat berlari menuju ke luar kelas. Karena terburu buru dia tidak tahu kalau dompetnya terjatuh di bawah bangkunya. Reyna yang melihat dompet viza terjatuh ingin memberitahunya tapi viza sudah tidak mendengar panggilan Reyna. Terlihat ada sebuah foto yg setengah keluar dr dompet aviza karena sangking penasarannya Reyna memberanikan diri untuk membuka dompet itu dan melihat foto itu. Melihatnya Reyna tampak terkagum kagum pada sosok cowok tampan yang ada di sebelah Aviza.
" mungkinkah ini kekasih aviza? tapi selama kelas dua aku tak pernah mendengar Aviza punya pacar padahal kami satu kelas. Atau memang karena kita tidak begitu akrab atau aku yang tak pernah perduli tentang teman teman yang bukan geng ku? " gumam Reyna dalam hati.
Saat Aviza datang dia melihat dompetnya ada di tangan sahabatnya Reyna. secepatnya dia merebut dompet itu dari tangan Reyna
" woi...apa apa an kamu Rey ngambil dompet orang tanpa permisi? "
Reyna kaget dan spontan berkata
" hai...viz , bikin kaget aja...dompet kamu jatuh tadi saat kamu berlari keluar. Aku hanya melihat foto itu kog. Tampan sekali seh cowok itu,kakak mu ya? kenalin donk..."
Aviza hanya terdiam tanpa menjawab sepatah kata pun dari Reyna . Dalam hati dia berkata sendiri...
" bahkan Reyna pun menganggap Andin kakakku,mungkin memang aku tak pantas untuk Andin,dia terlalu sempurna untukku "
Tak terasa butiran bening menetes dari mata Aviza. Melihat hal itu, Reyna semakin penasaran
__ADS_1
" viz...kenapa? cerita dong sama aku. siapa cowok itu ? kenapa kamu menangis ? Apa dia kekasihmu ? "
Aviza hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Reyna.
Sejak saat itu Aviza menjadi sosok yang pendiam lagi,dia tidak pernah bicara pada Reyna kecuali ada perlunya.
***
Di tempat lain black sedang menunggu Reyna di kantin,mereka sudah janjian akan bertemu saat jam istirahat
" hai Rey...di sini " tampak black melambaikan tangannya ke Reyna
Segera Reyna menghampiri black
" hai...Rey,kenapa sih viza akhir akhir ini sering murung? dia tidak ceria lagi seperti biasanya?"
" ini semua salahku sih black "
" emang kamu ngapain viza Rey?"
" enggak ngapa ngapain,cuma kemarin waktu dia buru buru ke toilet aku menemukan dompet nya jatuh di bawah dan aku ambil,aku buka di dalam ada sebuah foto viza dan seorang cowok tampan banget,sumpah deh...haduh tampan nya " sambil membayangkan wajah Andin
__ADS_1
" hai...ngelamun aja kalau bahas cowok tampan,aku juga ganteng kali..."
" aduh...aduh kamu itu ganteng kayak pantat penggorengan tu lihat...😆😆😆"
" kog ku jahat sih Rey bilang aku kayak pantat penggorengan,aku kan jadi sedih..."
" maaf...maaf. iya deh kamu paling ganteng di kampung mu 😁,"
" gitu...donk,mau makan apa aku traktir "
" di puji ganteng aja Bru mau traktir "
" wow....ada yang mau traktir ya? aku mau dong di traktir " Yudi dan Ovi datang dengan menepuk punggung Black sehingga membuatnya kaget.
" sialan...lho yud ngagetin aku aja " kata Black
" ya maaf,abisnya yang di traktir masak cuma Reyna,kita enggak. ya kan yud " jawab ovi
" tul banget vi,ada acara apa nih Black mau traktir Reyna makan segala? apa kamu udah jadian sama viza? "
" boro boro jadian yud,ngomong suka saja nggak berani. tampangnya aja yang sangat seperti preman tapi nyalinya di depan viza ciut " jawab Reyna
__ADS_1
Semua teman Black mentertawakan nya.
" hai...kalian semua tenang...bukannya nggak berani tapi aku lagi cari momen yang pas "