
" Janji gak bakal puter lagu itu lagi,biar kamu gak ingat sama si Andin "
Viza hanya tersenyum kecil.
Tak terasa sudah jam 21:00, Viza meminta Beni dan Adi untuk pulang karena sudah malam. Akhirnya mereka pulang dan itu membuat Viza merasa lega.
" Aku pulang dulu ya dheg "
" iya mas... hati hati "
__ADS_1
" Nanti kalau sudah sampai rumah tak telpon dheg "
" oke... kak "
Ria pun izin pulang karena sudah malam. Saat semua sudah pulang Viza langsung pergi ke kamar nya dan memutar lagu kenangannya bersama Andin. Setiap mendengar lagu lagu itu dia merasa tenang.
" kenapa mas... kenapa kau tinggalkan aku,kenapa kau pergi dariku? kenapa mas... apa salahku? " apa kau mengingatku saat kau mendengar lagu ini, apa kau merindukanku saat kau mendengar lagu ini? aku ingin tau mas kenapa kau lakukan semua ini padaku? kau tahu aku sangat mencintaimu kau lah cinta pertama ku, bagaimana aku bisa hidup tanpa mu jika melupakan mu saja aku tak bisa. "
Dia mengingat semua kenangan nya bersama Andin apakah ada sesuatu yang membuat Andin pergi darinya.
__ADS_1
" Mungkinkah dulu waktu SMA pernah ku cuekin dirimu mas, ya aku ingat. Apa mungkin karena dulu kau telpon tapi ku matikan karena saat itu aku mau fokus belajar sebentar lagi ujian tengah semester, apa karena itu mas? seingat ku hanya waktu itu saja aku nyuekin kamu memang aku juga sedikit marah sama mas lama gak ada kabar dan juga saat aku telpon gak pernah di angkat saat itu juga aku sedang marah sama ibu karena punya anak lagi aku tidak mau punya Adek, aku tidak suka ibuku membagi kasih sayang nya dengan orang lain selain aku. Saat itu aku lagi mogok makan mas. Apa karena itu? tapi sepertinya bukan itu alasanmu karena sebelum itu kamu sudah susah untuk di hubungi. terus apa mas... apa salahku kenapa kau tinggalkan aku? "
Aku sudah berusaha melupakan mu dan mencari pengganti mu tapi aku masih saja tak mampu melupakan mu. Aku masih selalu teringat tentang mu. Aku merindukan mu mas,sangat merindukan mu...
Setiap kali mengingat Andin, Viza selalu meneteskan air mata. Lelah memikirkan semua hal itu, Viza tertidur dengan membawa sejuta kesedihan nya dan juga kerinduan nya pada Andin.
Pagi hari seperti biasanya, Risa membangun kan Viza mengajak nya untuk main. Terlihat sembab mata Viza, semalam dia terus menangis memikirkan Andin. Seperti tak punya tenaga untuk melanjutkan hidupnya karena kesedihan nya tapi ketika melihat senyum Risa dia baru menyadari bahwa hidupnya sangat berarti untuk Risa. Dia harus tetap hidup untuk Risa. Janji yang sudah di buat pada ibu nya membuat dia harus tetap hidup apapun yang terjadi.
Hari ini Viza piket sore jadi seharian bisa main bersama Risa adiknya. Kesedihan nya seakan sirna saat melihat gadis kecil yang selalu memanggil nya kakak itu tertawa riang. Seakan dunia nya kembali seperti sedia kala sebelum kepergian ibunya. meski sudah hampir 3 tahun Viza masih belum bisa menerima bahwa ibunya telah tiada. Ayahnya juga sudah menikah lagi meski tanpa seizin anak anak nya. Viza tak pernah setuju jika ayahnya menikah lagi tapi keinginan ayahnya sudah tidak bisa di tunda lagi. terpaksa Viza hanya bisa merelakan ayahnya menikah lagi dengan wanita yang tidak dia sukai.
__ADS_1