
Tak ku sangka itu adalah pertemuan terakhirku dengan Iwan.
Jarum jam menunjukkan angka 10 malam,shiv menyadarkan ku dari lamunan tentang Iwan
" viz...mau pulang jam berapa? aku takut ibu marah kalau kita pulang kemalaman. "
" oh...ya sudah malam ya,kit pulang sekarang aja ya shiv. "
" ok...sepertinya kamu juga tidak menikmati festival ini,apa sih yg kau pikirkan? Andin...?"
" enggak...kog shiv.bukan memikirkan apa-apa "
" Apa kau takut Andin marah karena kau jalan denganku?"
__ADS_1
Aku hanya diam...
" ya sudahlah viz kita pulang. Tapi sebelum pulang aku ingin membelikan oleh-oleh buat ibu dan Kaka mu. kita cari dulu yuk makanan khas di sini buat oleh-oleh "
Aku hanya mengikuti shiv di belakang.
Di perjalanan pulang shiv mengajakku berbicara
Aku hanya diam,tak menjawab pertanyaan shiv sama sekali entah apa yg aku pikirkan.
" bahu ini bisa menjadi sandaran mu viz kapanpun kau membutuhkanku. aku akan selalu bersamamu. tidurlah di bahuku Viz jika kau mengantuk "
Dan aku akhirnya menyandarkan kepalaku di bahu shiv sambil memejamkan mata,tanpa terasa air mataku menetes. Mungkin benar kata shiv aku mulai lelah menunggu Andin.
__ADS_1
Beberapa saat aku merasa ada yg mencium kening ku. Mungkinkan shiv menciumku. Ingin ku tanyakan tapi aku takut itu hanya perasaanku saja karena saat itu aku memejamkan mataku.
Sampai di rumah sudah larut malam. Setelah mengantarku dia segera berpamitan pulang kepada ibuku. Lagi-lagi ibu tidak memarahi kami yg terlambat pulang. Aku menjadi merasa aneh dengan sikap ibuku yg tiba-tiba baik pada shiv dan tidak menentangnya.
Sejak kejadian itu aku selalu diam,entah apa yg membuatku diam tak ingin banyak bicara,teman-temanku pun mengeluh jika akhir-akhir ini aku aneh tidak ceria seperti biasanya. Aku selalu murung di kelas,setiap jam istirahat aku diam di kelas,tak ingin keluar kelas. Aku sendiri merasa aneh dengan diriku. Ada apa denganku aku sendiri tak tahu. Aku hanya merasa akhir-akhir ini sedih, tak tahu apa yg membuatku sedih.
2 bulan berlalu aku masih dengan kesedihanku. Pagi ini ibuku melahirkan adik ku,mungkinkah ini yang membuatku sedih berkepanjangan karena aku tidak ingin punya adik. karena ayahku ingin punya anak laki-laki,ibu dan ayah memutuskan untuk mempunyai anak lagi,aku menentangnya aku takut kasih sayang orang tua untukku akan berkurang kalau aku punya adik. Nasi sudah menjadi bubur,aku mengetahui kehamilan ibuku saat usia kandungannya sudah 6 bulan mau tidak mau aku harus menerima kenyataan bahwa aku mempunyai adik perempuan di usiaku yg ke 17 tahun ini.
Saat ibu melahirkan aku diam,aku marah,aku mengunci diri di kamar dari pulang sekolah sampai pagi. Aku mogok makan,tapi ibu dan ayahku membiarkanku karena mereka sudah tau watak ku seperti itu. mereka tak menghiraukan ku.
Di ulang tahunku yg ke 17 ini Allah memberikan kado yg sangat aku benci yaitu mempunyai adik. Ulang tahun yg sebelumnya sudah aku rencanakan akan mengundang teman-temanku,ingin mengadakan pesta semua hilang karena kelahiran adik ku.
Aku sangat membenci adik ku...
__ADS_1