
Hari ini setelah lomba kemarin aku malas pergi ke sekolah,tapi mau gimana lagi kalau gak masuk sekolah pasti ibu akan tanya ini dan itu. Jadi dg terpaksa masuk sekolah tidak punya semangat lagi,karena sampe sekolahpun banyak yg akan ngomel dg ku masalah lomba kemarin. Aku harus menerima semua ini dg iklas mungkin ini memang sudah menjadi takdirku selalu di bully.
sampai di sekolah terlihat wajah semua anak kelas 2B sumringah,Dina dan Tika langsung menggandengku dan berkata " hai...viz,tau gak kelas kita juara 1 lomba gerak jalan kemarin lho. "
" beneran Din ?" tanyaku sekali lagi tak percaya
__ADS_1
" benar viz,tanya aja sama Rani " jawab Dina
Lalu Rani,Asih,Ema dan Nia menghampiriku dan berkata " selamat ya viz,kita menang dan hadiahnya bisa kita ambil besok.mau ikut mengambil hadiah besok di kecamatan? " tanya Rani
" enggak,kalian saja yg ambil " jawabku dg gugup. baru kali ini mereka ramah sama aku,aku senang dg sikap mereka dan teman2 yg mulai ramah dg ku,karena kemenangan lomba ini. semoga mereka akan bersikap baik padaku untuk seterusnya bukan hari ini saja.
__ADS_1
" viz di suruh Rani ke sana ngumpul sama anak2 " asih menyuruhku untuk gabung dg mereka. Aku pun berjalan di belakang asih mengikutinya. Saat sudah sampai,Rani menyerahkan sejumlah uang yg sudah di bagi sama anggota lainnya,uang hasil kemenangan gerak jalan keMarin. Dan berlalu pergi sementara yg lainnya belum ada yg pergi.
sebelum asih pergi dia menepuk pundak ku sambil berkata " untung kita menang kalau kalah Rani bakalan marah banget sama kamu,seneng kan dapet uang.bisa buat jajanmu seminggu tuh " dan berlalu pergi begitu saja. sakit rasanya hati ini,padahal aku gak di kasih uang hasil kemenangan juga gak apa2 kenapa harus begitu bilangnya. uang segini itu uang saku ku yg di berikan ayah buat 2 hari bukan 1 minggu. Ayah cukup kog kasih uang untukku. Walaupun aku anak orang desa,ayahku hanya pemimpin desa yg gajinya sedikit kalah di bandingkan mereka2 yg anak pengusaha tapi selalu memberikan uang saku lebih dari cukup bahkan bisa aku sisihkan untuk menabung. Membeli perlengkapan sekolah dan juga buku. Aku tak pernah minta ayahku tak seperti mereka. Memang aku akui aku jarang jajan karena aku gak suka keluar kelas dan bertemu banyak orang yg suka mengolok2 ku soal Ardan. Aku lebih suka diam di kelas. bukan berarti aku tak mampu buat beli jajan.
mungkin di mata mereka aku anak miskin yg seneng di kasih uang segitu,ya biarlah mereka mau anggep aku apa,yg penting aku tidak mengganggu dan menyusahkan mereka. Belajar cuek seperti yg mereka lakukan padaku.
__ADS_1
Terkadang aku mengeluh pada Tuhan,mengapa hidupku begini,sampai kapan ini berakhir. Tapi aku tetap mensyukurinya dari pada hidupku yg dulu lebih baik sekarang. Kemenangan ini tak merubah apapun di hidupku,mereka tetap sama padaku dan dingin kepadaku. Usahaku untuk berubah dan bisa bergaul dg mereka tak pernah ada hasilnya semua ini karena kejadian kelas 1 dulu. Andai saja dulu tidak terjadi kesalah pahaman antara aku dan Ardan mungkin hidupku tak kan seperti ini.