
Ke esokan harinya Ria datang ke rumah nenek Aviza. Mereka mengobrol sampai lupa waktu. Tak terasa sudah abis dzuhur Ria berpamitan pulang karena sebentar lagi viza juga mau bersiap siap untuk bekerja.
Ria bekerja di sebuah konveksi bagian finishing baju dan juga jaga boutique. Setiap Minggu Ria libur kerja,beda dengan viza yang tak ada hari liburnya.
Setiap hari Viza naik sepedah ke ke tempat kerjanya,walaupun jauh tapi dia sudah mulai terbiasa. Meski terkadang dia merasa capek goes sepadahnya kurang lebih 7 km an dari rumah viza ke tempat kerja tapi dia harus semangat demi untuk membeli sepeda motor yang di impikan sejak SMA. Sejak kematian ibunya Viza sudah mulai terbiasa hidup susah,dia mulai belajar tak pernah mengeluh. Mensyukuri apa yang ada dan apa yang telah digariskan oleh sang pemilik kehidupan. Dia tidak berani mengeluh apalagi meminta lebih.
__ADS_1
Dia merasa kematian ibunya karena dia terlalu manja dan tidak pernah bersyukur pada hidupnya maka Allah mengambil semua kenikmatan dan kebahagiaan nya.
****
Tak terasa sebentar lagi memasuki bulan puasa,Viza harus giat bekerja agar bisa membayar DP motor impiannya. Dia rela 1 bulan hanya menerima gaji cukup beli bensin saja asal bisa punya motor sendiri. Mungkin Viza sudah capek naik sepedah. Apalagi kalau dapat giliran jaga malam,dia takut pulang sendirian pakai sepeda.
__ADS_1
Aviza tidak tahu bagaimana rupa ibu tirinya dan dia juga tidak mau tahu karena viza sangat tidak setuju kalau ayahnya menikah lagi.
Setelah semua surat surat telah komplit,akhirnya motor Aviza datang. Dia begitu senang sudah memiliki motor yang dia idam idamkan sejak dulu. Sekarang dia tidak perlu capek dan terlambat saat masuk kerja karena sekarang sudah punya motor baru yang bisa membawanya sampai ke tempat kerja lebih cepat.
Dengan motor barunya viza juga bisa pulang kapanpun yang dia mau saat dia rindu kakaknya. Walaupun dia harus berhemat karena gajinya hanya cukup bayar angsuran motor dan beli bensin saja,dia tidak pernah menyesal dengan keputusanan nya.
__ADS_1
Sabtu sore,setelah pulang kerja dan mendapat izin dari bos. Viza mengajak Ria untuk pulang,kebetulan rumah Ria dan viza cukup dekat hanya berjarak 100 meter saja. Dan juga tepat besok hari Minggu Ria libur kerja.
Sebelum pulang Ria dan Viza mampir dulu ke toko alat make up,mereka membeli alat untuk menindik kuping dan juga untuk menyemir rambut. Mereka berencana untuk menyemir rambut mereka menjadi pirang dan juga memasang anting tambahan di kuping mereka berdua. Sampai di desa mereka,Viza mengantar Ria pulang lebih dulu baru viza pulang ke rumahnya.