
Setelah sadar dari pingsan aku tak bisa menangis lagi,aku masih merasa bahwa ini hanyalah mimpi,aku mencoba memejamkan mata ini berharap saat aku bangun semua yg aku alami saat ini hanyalah mimpi buruk.
Mimpi yg tak pernah aku bayangkan.
Terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an semakin jelas suara nya di rumahku,ku buka pintu kamar tidurku dan ku lihat sudah banyak orang yg membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk ibuku, ku berjalan gemetar ke arah jenazah itu,ku lihat ayahku menangis di sampingnya ku buka penutup wajah jenazah itu dan memang benar ibuku telah tiada,terlihat senyum di wajahnya dan juga air mata yg menetes dr matanya. Ayahku meminta orang-orang untuk percaya bahwa ibuku masih hidup dia masih menangis,tapi semua orang mencoba meyakinkan kami bahwa ibu telah tiada,beliau menangis karena meninggalkan bayi yg masih berumur 40 hari,itu yg membuatnya berat untuk meninggalkan dunia ini.
Terdengar suara guru ngajiku...yg menyadarkan ku dari lamunan
__ADS_1
"Nok...cepat ambil wudhu dan mengaji untuk ibumu"
Segera ku lakukan perintah ustadzah annisah.
Setelah selesai mengaji,ku dekati jenazah ibuku,aku menangis dan meminta maav padanya karena belum bisa menjadi anak yg baik untuk ibuku. Banyak harapan dan impian yg ingin ku lalui bersama ibu,bersama dukungannya dan kasih sayangnya tapi kini beliau tiada.
Sebelum ibu ku di berangkatkan ke tempat peristirahatan nya yg terakhir, teman-teman dan wali kelas ku datang untuk mengucapkan bela sungkawa serta menghiburku. Aku tak mampu lagi menangis,air mataku mungkin sudah habis karena semalam aku tak berhenti menangis.
__ADS_1
Setelah sholat Jum'at keranda ibuku di bawa menuju ke tempat peristirahatan nya yg terakhir,aku meminta untuk ikut mengantarkan ibuku tapi semua orang melarang ku,mereka khawatir kalau aku pingsan lagi seperti kemarin malam.
Sebelum 7 hari kematian ibuku,rumahku masih ramai oleh saudara-saudara ku dan juga tetangga yg menemani keluarga kami,aku tidak merasa begitu sedih,tapi saat setelah 7 hari kematian ibuku,rumahku terasa sepi.
Aku teringat pada ibuku,ku lihat kamarnya,ku peluk bajunya dan menangis sejadi-jadinya, kakakku melihatku seperti itu,dia langsung memelukku dan juga menenangkan ku meskupun dia juga ikut menangis,kita berdua menangis bersama. Itulah pertama kali momen keakabran dan ke aliran ku bersama kakakku,biasanya kami selalu bertengkar dan sekarang kami saling menguatkan satu sama lain.
Melihatku sedih saat melihat baju ibu, kakakku memberikan baju ibuku kepada orang-orang yg lebih membutuhkan,agar bermanfaat dan tak membuatku sedih.
__ADS_1
Saat kepergian ibuku,aku merasa hidupku menjadi hampa...Aku merasa tak mempunyai semangat untuk hidup,tak ada yg mampu mengobati kesedihanku. Bahkan Andin orang yg ku cintai pun tak ada kabarnya sampai saat ini. Ini membuatku semakin sedih,semakin tak mempunyai semangat hidup lagi,aku ingin pergi bersama ibu...sempat terfikir untuk menyusul ibuku tapi aku Ter ingat pada permintaan beliau sebelum meninggal bahwa aku harus menjaga adikku jikalau ayahku menikah lagi,aku harus melindungi adikku dari kejamnya ibu tiri...