
Hari ini hari yang tidak ingin aku lalui. Aku ingin waktu berhenti sampai hari ini agar Andin tetap di sisiku.
3 hari ini aku terlihat lesu,ibuku mulai menyadari ketidak semangatanku menjalani beberapa hari ini. Beliau pun bertanya kepadaku
" Viza sayang,kenapa kamu murung nak?"
" Enggak kog Bu,nggak ada apa-apa."
" Coba cerita sama ibu,kamu kenapa? bertengkar sama Andin ya? "
Aku hanya diam tak menjawab pertanyaan ibuku. Karena di desak ibu,akhirnya aku menceritakan kepada ibuku bahwa hari ini Andin akan berangkat ke kota untuk bekerja sambil kuliah.
Mendengar hal itu ibuku langsung marah,beliau merasa Andin mempermainkan diriku. Setelah mengambil hatiku,membuat aku sangat mencintainya lalu dia meninggalkanku. Tapi aku menolak semua tuduhan itu,aku bilang sama ibu bahwa Andin tidak seperti yg ibu fikir. Aku dan Andin akan tetap berhubungan meskipun kita terpisah jarak yg jauh. Andin tidak akan meninggalkanku...
__ADS_1
Tak lama kemudian Andin datang menjemputku dan meminta izin kepada ibuku,agar aku di perbolehkan ibuku mengantar Andin ke terminal. Dengan sedikit kecewa ibu mengizinkan kami.
Sesampainya di rumah Andin,aku melihat ibu,ayah,adhik dan juga nenek Andin telah bersiap untuk mengantar Andin ke terminal. Mereka membawa barang-barang yang akan Andin bawa menuju terminal sedangkan aku dan Andin masih di rumah karena kami bawa motor. Saat akan melangkah keluar rumah Andin dia melihatku meneteskan air mata saat itu Andin memelukku dan mencium keningku sambil berkata
" Jangan menangis dheg,itu membuatku semakin berat meninggalkanmu. "
Aku mencoba tersenyum,agar Andin tidak sedih melihatku.
Sesampainya di terminal dia mencari bus yg akan membawanya ke kota J beberapa bus kita lihat dan akhirnya ketemu juga bus yg akan membawanya pergi.
Giliranku untuk berpamitan dg dia,aku tak bisa berkata apa-apa aku hanya bisa menangis dan Andin menenangkan ku dg mengelus-elus rambutku dan mencium keningku setelah itu dia berlari menuju bus nya tanpa menoleh ke arahku dan ku lihat bus melaju meninggalkanku membawa Andin pergi dari ku.
Aku hanya diam,ku lihat ibunya Andin dan ayahnya pergi meninggalkanku setelah menyuruhku pulang bersama Nury teman Andin sekaligus sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri. Aku merasa sendirian.di sekelilingku aku tak mengenal siapapun. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yg menggandeng tanganku sambil berkata
__ADS_1
" Ayo dheg kita pulang,Andin sudah pergi. Ini juga sudah sore."
" Aku hanya diam,tanpa mengucapkan sepatah kata pun."
Di tengah perjalanan kak Nury meminta izin padaku mau mampir ke tempat saudaranya dulu. Aku hanya meng iya kan tanpa bicara lagi.
Aku di suruh kak Nury untuk menunggu di luar sekolah dan dia masuk menemui saudaranya di sana.
Ada beberapa anak cowok dan cewek sedang latihan bela diri,memang kakakku Nury dan mas ku Andin mengajar bela diri. Mereka memperhatikanku dan salah satu dari cowok tersebut menghampiriku lalu bertanya
" heh...kau pacarnya Nury ya?"
Belum sempat aku menjawab kak Nury sudah selesai urusannya dengan saudaranya itu dan memarahi cowok itu karena menggangguku.
__ADS_1
Entah kenapa aku merasa kak Nury lebih perhatian dengan ku. Atau mungkin itu hanya perasaanku saja.