Aviza (Cinta Yang Hilang)

Aviza (Cinta Yang Hilang)
episode 9 awal masuk sekolah kelas 2


__ADS_3

Hari ini adl awal masuk sekolah kelas 2 SMP ku,aku sangat senang.aku berharap aku tak sekelas dg teman2ku dulu agar aku tak selalu di bully mereka masalah Ardan yg dulu.


Pagi2 aku sudah berangkat ke rumah Imas,biasa setiap berangkat sekolah aku selalu bareng imas. Sampai di rumah Imas dia baru ngopi,Imas walaupun anak perempuan tp dia suka ngopi setiap mau berangkat sekolah katanya kalau gak ngopi bakalan ngantuk di sekolah,mungkin sudah terbiasa.


Sampai di sekolah aku dan Imas langsung menuju papan pengumuman untuk melihat aku di kelas 2 apa. Saat aku lihat namaku ternyata masuk di kelas 2B,sedangkan Imas di kelas 2D bersama Dul. Hmmm...aku sangat sedih Krn tak sekelas dg Imas. Di kelas 2B g ada teman yg akrab dg ku. Aku JD bingung mau duduk dg siapa. Akhirnya aku duduk sendirian Krn tidak ada yg aku kenal.


setelah nunggu beberapa menit akhirnya ada seseorang teman yg aku kenal dia berdiri di sampingku dan berkata "bolehkah aku duduk di sini viz...?" Aku hanya mengangguk.


Dia berbicara " kamu masih marah ya viz sama aku?

__ADS_1


" enggak kog Dina " aku hanya menjawab seperlunya saja.


Tiba2 Dina memegang tanganku dan berkata " viz,aku akan menebus kesalahanku yg dulu,Krn aku kamu JD di bully para gadis yg suka sama Ardan,sungguh aku tak bermaksud begitu,aku hanya ingin bercanda tapi tak taunya si Ucup itu menguping pembicaraan kita dan kamu yg JD korbannya. Aku akan membantumu melewati masa kelas 2 ini. Kamu jangan takut ya semangat..."


" sudahlah Din,aku sudah melupakan hal itu. Makasih ya udah mau membantuku dan perduli sama aku." jawaban kepada Dina


di tengah obrolan kami ini tiba2 ada Ucup lewat " hai Din,hai viz kita satu kelas lagi ya " aku dan Dina diam saja tak menjawab sapaan Ucup. Gara2 Ucup hubungan pertemanan ku sama Dina JD sedikit renggang. Dina selalu menyalahkan dirinya sendiri atas pertanyaannya dulu,sampai sekarang dia masih merasa bersalah padaku semua itu terlihat jelas di matanya saat dia meminta maaf padaku.


" hai aku Tika,bolehkah aku duduk di belakang kalian? " tanyanya

__ADS_1


" boleh " aku dan Dian menjawabnya.


Lalu kami berkenalan. Saat tahu namaku Tika ngomong " Jadi kamu ya yg suka sama Ardan,berani menembaknya di depan teman2 sekelas "


" eh enggak,enggak kog bukan begitu ceritanya. " Dina buru2 menjawabnya sementara aku diam saja. Aku pikir setelah aku naik kelas 2 masalah ini akan selesai dan tak akan ada yg menanyakan tentang ardan kepadaku ternyata aku salah,meskipun sudah naik kelas 2 tapi semua orang terlanjur mempercayai berita itu.aku jadi sedih...


Tika kembali bicara " aku ini masih saudaranya Ardan lho viz,aku acungi jempol 2 sih sama kamu,berani2nya kamu nembak ardan di depan kelas pula. Rani,Ema,Asih,Nia semua kalah sama keberanianmu. Mereka iku para gadis yg sangat menyukai Ardan tp takut di tolak JD gak berani bilang. Salut deh sama keberanian kamu. "


Aku masih terdiam,tak bisa menjawab apa2.

__ADS_1


Sampai bel berbunyi aku masih terdiam,Dina menyadari dg keadaanku dia mencoba menghiburku agar aku tidak memikirkan perkataan Tika lagi tapi aku tak bisa berhenti memikirkannya.


__ADS_2