
Malam sudah datang tapi belum ada tanda jika ibu akan pulang , tak ada kabar atau pesan singkat di ponsel ku .
Kkrrruuukkk
Suara dari balik kulit tebal ku berbunyi nyaring tanda cacing dalam perut ku meminta jatah makan malam dengan segera.
" Baiklah anak baik ! mari kita lihat makanan apa yang bisa mengganjal perut mu."
Kata ku berucap sembari mengusap perut yang memang sebenarnya sudah terasa lapar tapi aku malas bangkit dari atas ranjang ku membawa serta ponsel kesayangan.
Lampu kulkas menyala kuning ku lihat semangkuk sup dalam mangkuk terasa begitu dingin , ya makanan yang dimaksud ibu adalah sup mungkin sisa makan siang mereka atau mungkin sengaja dibuatkan untuk ku.
Brruukk
ku tutup lagi kulkas dan mencari sesuatu sebagai makan malam ku. Tidak berselera rasanya makan dengan sendiri dan aku lebih memilih membuat nasi goreng seadanya dari pada menyeruput kuah sup yang sebenarnya makan kesukaan ku .
Ku nyalakan musik sebagai hiburan atau sekedar teman agar tak begitu takut sewaktu memasak.
Beberapa saat kemudian siap sudah hidangan malam ini, sepiring nasi goreng dengan telur yang sengaja ku goreng tipis lalu ku gulung dan diiris tipis dan taburan bawang goreng diatas nya.
Tok tok tokk.
Suara pintu depan diketuk dengan cepat , siapa malam-malam begini yang bertamu ? pikir ku sedikit mengernyitkan dahi.
" Angel?"
__ADS_1
Suara seseorang memanggil nama ku , ku urungkan kembali sendok yang tinggal beberapa senti menyentuh bibir ku.
" Tante?"
Aku membuka pintu dan mendapati Wanita dengan rambut panjang berdiri dan tersenyum hangat kearah ku.
" Haii?"
Sapanya dengan ramah melambaikan tangan sebagai tanda sapaan akrab .
" Ibu mu bilang kau dirumah sendiri dan sepertinya mereka akan menginap dirumah nenek jadi biarkan Tante yang menemani mu malam ini."
" Menginap? ibu tidak bilang pada ku ! katanya mereka akan pulang, ya mungkin memang sedikit terlambat."
" Emm mungkin belum."
" ya sudah ayo kita makan dulu kamu pasti belum makan. Wahh!! Apa ini? kau membuatnya sendiri Angel?"
Kata Mira wanita muda yang kerap memberi perhatian lebih dan itu membuat ku tersenyum. Tersenyum miris saat ibu ku sendiri saja tak pernah lagi memperhatikan ku sedekat ini.
" Lalu bagaimana dengan om Rey ? Apa dia tidak marah kalau istrinya bermalam disini?"
Tanya ku mengenai laki-laki berstatus suaminya sembari manarik kursi dan duduk kita dengan saling berhadapan.
" Kau ini! Malam ini kebetulan om mu sedang ada ada tugas luar kota jadi Tante bisa bermalam bersama mu."
__ADS_1
" Sudah,, ayo kita makan bersama Tante mau cicip nasi goreng buatan malaikat manis ini , kau bisa mencicipi hasil masakan Tante sebagai gantinya ."
Katanya mencoba merayu ku.
Ya Tante Mira kerap menasehati ku memberi kekuatan dan tak berburuk sangka tentang perubahan sikap ibu maupun nenek terhadap ku.
" Hanya perasaan mu saja."
Kata yang sering ku dengan dari bibir manisnya.
Kita makan dengan lahap sesekali candaan Tante Mira membuat ku menahan perut agar tak terguncang karena kuwalahan .
"Kalian tahu? bahwasanya seseorang yang mudah tertawa justru mereka yang paling banyak menyimpan luka."
Begitulah gambaran wanita di hadapan ku ! aku tau bagaimana kehidupan dengan pasangannya . Terkadang aku merasa hanya dia yang punya cinta namun terlalu pandai senyum di bibirnya untuk menutupi luka.
Terkadang aku berfikir apa mungkin ibu mengalami hal serupa sehingga perpisahan menjadi jalan terakhir mereka! Atau karena keegoisan masing-masing yang membuat perpecahan sehingga aku yang menjadi korbannya!.
Entahlah aku bingung dengan permasalah orang dewasa! Bahkan umur ku yang baru menginjak remaja saja terkadang sudah dibuat pusing dengan kehadiran laki-laki yang mengajak ku menjadi kekasihnya. Aku heran mengapa mereka begitu menggilai lawan jenisnya sedangkan mereka tau jika semakin besar rasa cinta yang di beri makan akan semakin besar juga rasa sakit yang siap datang kapan saja .
" Hei?"
Panggil Tante Mira melambaikan didepan wajah ku.
Sial! aku melamun dan apa ini? hah ! aku membayangkan sesuatu yang bahkan belum pernah aku alami , Cinta ! ya aku bahkan belum pernah jatuh cinta.
__ADS_1