AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 9


__ADS_3

Hati beranjak siang aku masih duduk dengan santai di bawah pohon rindang yang terletak di belakang rumah milik Indah bersama Dian juga Okta tentunya. Ku nikmati cemilan mewah hari ini tidak begitu banyak namun cukup untuk menyegarkan tenggorokan saat cuaca begitu panas.


" Ini kamu kerjain yang ini nanti kita kumpulin setela semua beres ! bagaimana ?"


Kata Okta membagi lembaran kertas yang baru saja di foto copy.


Bukan hanya alasan bukan! aku benar-benar mengerjakan tugas dengan baik ya walaupun tidak sebanyak yang ku ucapkan tapi nyatanya memang ada tugas yang harus ku kerjakan.


Ssrruuttt


Ku tarik dalam-dalam cairan dalam cup plastik menggunakan sedotan berwarna hitam. Jelly berwarna coklat bulat masuk kedalam mulut ku dan mengunyahnya dengan segera.


merebahkan tubuh di atas tikar bulu dengan tangan yang bergerak mengukir angka-angka yang telah ku hitung sebelumnya.


" Katakan dengan indah hati ku hampa! sepertinya luka!."


Nyanyian ku saat musik menyala , bersantai dengan suasana panas sejuk memeluk buku berisi mata pelajaran didalamnya.


" Galau aja ni anak!"


Kata Okta yang duduk di sampingnya.


" Angel? enggak galau! ya bukan Angel lah !".


Ahahaaa


Tawa ku ikut terdengar saat candaan Dian menggoda ku .

__ADS_1


Aku tak pernah marah dengan apa yang teman ku ucapkan ! nyatanya memang benar setiap hari hanya lagu melow yang ku nyanyikan yang sering di sebut galau!"


" Guys ?"


Panggilan indah menggema membuat kita segera menengok , dan lihatlah apa yang dia bawa.


" Astaga Indah ! apa-apaan ini?".


Kata ku melongo dengan buku keresek yang berisi entah apa saja.


" Ndah ? aku enggak mau nginep disini ya ! ".


Ucap Okta heran dengan makanan yang di bawa gadis itu.


Ya tiga puluh menit yang lalu Indah berpamitan untuk membeli cemilan , lagi. Tapi tidak sebanyak ini yang kita kira .


Suara indah di buat pelan setengah berbisik.


" Traktir ! siapa?".


Kata ku lalu tak beberapa lama setelah itu keluar dua laki-laki yang sama halnya dengan Indah kedua tangan mereka sama-sama menenteng minuman serta Viki dalan plastik hitam .


" Hay guys !"


Teriak Ades yang datang bersama Rio. Ya laki-laki tampan incaran para kakak kelas dan entah mengapa bisa sampai disini.


Kalian tau Ades adalah satu-satunya lelaki yang kerap bergabung dengan kita , menghabiskan waktu libur untuk sekedar berkumpul bersama para wanita. Dia tidak menggombal tapi nyambung saja jika bercengkrama dengannya.

__ADS_1


Aku menatap wajah Indah lalu dengan cepat bibirnya berucap.


" Aku tidak sengaja bertemu dengannya dijalan malaikat! jadi apa salahnya aku mengajaknya. Kau tau? Dia bahkan membatalkan pertemuannya dengan Sindi saat aku mengatakan bahwa malaikat ada di rumah ku ."


Ucap indah begitu enteng dan ya ,kalain pasti tau disini mereka menjual nama ku.


" Hei Ngel?"


Sapa Rio lalu menyodorkan sebatang coklat kearah ku .


" Cciieee!".


Sorak mereka degan riang kompak dengan nada yang terdengar sama dan sialnya Rio semakin terlihat begitu percaya diri.


Dasar teman laknat senang sekali menggoda ku! Gerutu ku pada mereka namun aku bersyukur bisa dekat dengan mereka .


" Eh ? Hai kak."


Sapa balik dengan ramah lalu menerima uluran coklat dengan bungkus berwarna kuning.


Kami m ngobrol seperti biasa namun tak ku tanggapi celoteh Rio yang berusaha mendekat lebih di samping ku. Aku ta memberi kesan tak suka tapi aku tetap menjaga pandangan dan tak ingin mencari gara-gara pada kakak kelas yang begitu menggilainya.


Sore datang kita semua beranjak dan segera pamit meninggalkan kebun belakang yang lebih terlihat seperti taman bunga.


Mungkin sedikit terbalik jika dilihat secara detail, pasalnya bunga yan umumnya di tanam didepan rumah justru berbeda dengan ini . Bunga-bunga cantik bermekaran di posisi belakang pada rumah ini.


Tidak terlihat mencolok namum saat kita masuk dan duduk disana seolah ada taman yang bersembunyi. Luar biasa bukan?.

__ADS_1


_________


__ADS_2