
Aku menggeliat, meregangkan otot tubuh yang masih sedikit kaku. Sial!! aku tidak bisa tidur dengan nyaman dan beberapa kali aku harus terjaga karena tempat baru .
Ku lirik jam pada ponsel ku ,waktu masih berada d angka 04. 25 berati aku terbangun lebih pagi dari pada jam biasa aku akan berangkat sekolah.
Aku menghela nafas ! Aku terus menguap tapi rasanya enggak untuk terpejam bola mata ku dan ini tiga kali sudah aku terbangun dan aku memilih tak memaksa untuk kembali tertidur.
Aku bingung akan melakukan aktifitas apa ? Aku tak kehabisan akal ! Aku turun lalu membongkar semua isi dalam tas ku lalu menyusun di atas lari kecil dekat ranjang yang tak terlalu tinggi itu, mungkin sengaja Oma sediakan untuk menaruh baju-baju ku.
Aku kembali tersenyum sembari menyusun rapih semua pakaian kedalam laci .
" Udah selesai! Ngapain lagi ya?"
Aku bergumam sendiri lalu kembali merebahkan tubuh , masih di balik selimut baku berselancar pada aplikasi kekinian anak muda .
Scroll sampai lupa waktu , dan kini hari sudah cukup siang dan aku bisa keluar kamar dan berpura-pura tertidur nyenyak semalaman.
Kkkrriieett
Pintu terbuka dan ku lihat Oma tengah merapihkan meja makan , menyiapkan semua dan aku berusaha untuk membantu.
" Sudah bangun ya? "
" Iya Oma! Ada yang bisa Angel bantu?"
__ADS_1
Aku menawarkan diri untuk sekedar mengangkat piring ke atas meja atau sekedar menyapu halaman di depan rumahnya.
" Tidak usah! Oma sudah biasa mengerjakan sendiri! Mandilah setelah itu kita sarapan bersama."
Perintahnya dan itu sangat membuat ku canggung.
" Iya Oma."
Aku kembali berbalik dan mengerjakan apa yang sudah Oma perintahkan! Aku heran aku tidak melihat Aya , Ibu atau yang lainnya . Apa mungkin mereka pergi tanpa membangunkan ku? Dan satu lagi! Kapan Oma memasak sebanyak itu dan kenapa aku tidak mendengarnya tadi !.
Aku kembali bertanya sembari melangkah masuk menuju kamar ku.
" Ibu dimana? Kenapa ibu tidak bangunkan Angel!."
" Apa maksud kakak! Ibu masih berad dikamar , kita tidak ada yang pergi!."
Katanya lalu aku melotot dengan sempurna.
" Lalu apa yang ibu kerjakan? Nenek dan kakek kemana?"
" Ibu juga tidak tau harus m lakukan apa! Ibu di usir Oma mu makannya ibu kembai ke dalam kamar !."
" Nenek dan kakek ya ? Mungkin mereka melakukan hal yang sama dengan kita!."
__ADS_1
Balas ibu sembari memberi emot tertawa.
Aku terheran dengan isi pesan yang ibu kirimkan.
Aku mengambil sepasang baju dari dalam laci dimana aku sudah menyusunnya dengan rapih .
" Apa memang begini keadaan disini? Semua tamu dilarang membantu pekerjaan rumah ya?"
Kata ku sambil berjalan menenteng baju yang siap ku ganti pagi ini.
Air membasuh tubuh ku , dingin khas pedesaan membuat ku cukup betah dengan pemandangan area persawahan.
Aku duduk bersama ibu setelah menyelesaikan sarapan pagi , jangan ditanya kemana perginya semua orang? Nenek juga kakek ikut bersama Oma pergi melihat persawahan yang tengah dikerjakan penduduk disana . Dan Ayah ikut kakek mencari bantuan lain untuk menghamburkan pupuk sawah esok hari, dan sekarang aku , ibu juga Aulia duduk sembari menikmati siang dengan matahari yang tak begitu hangat hari ini.
" Apa semalam tidur nyenyak Bu?"
Aku bertanya dan sebenarnya pertanyaan itu agar ibu tau jika semalam aku tak bisa terlelap seperti dirumah sendiri.
" Kakak tidak bisa tidur ya? "
Kata ibu dengan lembut .
" Ya beginilah jika kita berada ditempat baru , kita butuh yang namanya penyesuaian."
__ADS_1
Ibu berkata dan apa mungkin ibu merasakan hal yang sama dengan ku?.