AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 6


__ADS_3

Jam satu siang sudah didepan mata matahari ikut tersenyum hingga panasnya begitu menyisik perih pada kulit . Aku melaju dengan kecepatan cukup tinggi lalu berhenti dibawah pohon rindang ditepi jalan membenarkan tas yang entah sejak kapan terbuka dan hampir menjatuhkan semua isi didalamnya dan aku tidak menyadari jika tidak ada yang meneriaki ku dengan panggilan yang cukup familiar ku dengar.


" Woy malaikat ! tu tas kurang makan apa gimana ?".


Ucap seseorang yang berteriak tanpa berhenti dan terus melaju menerobos panasnya matahari yang begitu memabukkan .


Lalu-lalang anak sekolah memenuhi jalan yang menurut cukup besar ,lautan siswa berbaju putih biru selalu menjadi pemandangan tersendiri di jam pulang sekolah. Saling berebut jalan serta bunyi kenalpot dari beberapa merk motor beradu dengan keras, terkadang aku mengalah untuk pulang lebih lambat untuk menghindar dari keramaian anak jalan. Tapi aku lebih sering memaksa padatnya aspal hitam dengan membunyikan klakson sehingga mereka minggir dan ada pula yang sengaja mengajakku untuk beradu kekuatan.


Begitulah aku Angelina malaikat dengan sayap hitam bukankah itu lucu?.


" Astaga! kenapa bisa terbuka begini!".


Gerutu ku lalu membenarkan resleting yang ternyata jebol tanpa sebab , lalu menaruh di bawah dashboard si biru kesayangan.


Aku menghela nafas lalu kembali melanjutkan perjalanan setelah semua dirasa aman dan tentunya tak lupa ku pakai lagi topi yang menyatu dengan jaket milik Okta.


Sedikit melambat jika ada pohon rindang yang menutup setengah dari jalan ya berusaha mencari keteduhan untuk kepala ku.


tak berselang lama sampai pada rumah yang berada dalam kompleks dengan rumah yang tak begitu rapat, memarkirkan asal dibawah pohon jambu lalu berjalan cepat berharap aku bisa cepat sampai dan berbaring diatas kasur dengan kipas angin yang menyala.


" Kenapa panas sekali! rasanya aku akan meleleh dengan cepat."

__ADS_1


Ucap ku dengan tubuh yang terlentang di atas ranjang dengan mata tertutup.


" Kenapa sepi begini? kemana ibu ?"


Tanya ku saat tak melihat wanita paruh baya dan anak kecil yang biasa berceloteh didepan tv .


Berganti seragam lalu menggantungnya tepat dibelakang pintu lalu keluar dengan mengusap perut yang terasa lapar.


" kak?"


" wwwaaa!"


Ucap Ibu memberi kode untuk diam , ya siapa yang tidak terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang berada dibelakangnya.


" Jangan berisik adik mu sedang tidur."


kata ibu memelankan suaranya.


" Bagaimana tidak berteriak Bu ? ibu datang dan mengejutkan ku!".


Kata ku dan kembali mengulurkan tangan menggapai piring dan memasukkan nasi juga sayur diatasnya.

__ADS_1


" Makan dulu Bu , Angel lapar."


Kata ku pada ibu lalu duduk dengan tenang dan menikmati makanan yang sudah pasti nikmat rasanya.


" aku kira ibu tidak masak hari ini."


ucapnya dengan mulut mengunyah.


ibu diam duduk mengamati tingkah ku.


" maaf kak kalau ibu jarang membuatkan makanan untuk kakak , akhir-akhir ini Aulia rewel ."


Tutur ibu menatap ku bersalah .


" Tidak apa urus saja dulu anak kecil itu Bu , yang penting ada mie instan didalam lemari untuk ku seduh sebagai menu makan siang."


kata ku dengan suara biasa namun sudah pasti ibu menangkap ada rasa kecewa dalam hati ku.


ku teguk air dalam gelas hingga tandas lalu membawanya menuju wastafel dan membasuhnya secara mandiri , terbiasa melakukan itu maka tidak perlu ada perintah makan akan ku kerjakan.


Berbalik menuju ranjang kehangatan ku buka kembali tas yang sudah tak punya gigi karena resleting yang semua tertutup rapat kini terbuka

__ADS_1


__ADS_2