
Hhooaammmm!!
Aku menguap menarik kedua tangan ku ke atas kepala hingga seluruh otot terasa tertarik dan itu sedikit membuat tubuh ku merasa nyaman.
Mata ku terasa berat setelah mengisi perut dengan kenyang walaupun jarum jam belum mengarah pada angka sembilan namun hari ini cukup menguras tenaga ku. Aku mencoba memejamkan mata tapi, semakin ku paksa untuk terlelap justruh otak ku terus menguji dengan pikiran-pikiran yang seharusnya tidak ku pikirkan.
" Dasar otak tak berperasaan !! Disuruh tenang malah over thinking!!".
Aku menggerutu pada diri ku sendiri lalu membalikkan tubuh lagi dan menarik ponsel yang berada tak jauh dari tubuh ku.
Kletuk
Ku tekan tombol pada samping benda pipih itu lalu menyala terang dan mulai ku lihat beberapa akun dari aplikasi media sosial.
Ddtttrr
Getar singkat mengadakan pesan masuk dan di barengi dengan satu nama yang muncul di atas ponsel ku.
__ADS_1
" Kenapa tidak datang tadi?"
Pesan dari laki-laki yang tidak lain saudara tiri ku .
Aku kembali mengingat jika hari ini Ayah tidak datang dan merayakan sebuah pesta tanpa bisa menunda lagi ! Padahal jauh dari sebelumnya aku sudah memberi tahu tentang acara hari ini.
" Apa Ayah tidak memberi tahu?"
Balas ku pada Bayu.
" Memberi tahu apa? "
Aku sudah menduga jika Ayah tidak memberi tau semuanya tentang hari ini.
" Tidak kak! Maaf tadi Angel tidak bisa hadir . Angel tidak bisa membolos hari ini ."
Balas ku tak ingin membahas mengenai aku dan janji Ayah.
__ADS_1
Aku berbaring membenarkan posisi ku saat ini dan bisa ku lihat bagaimana postingan dari aplikasi milik Ayah . Tawa yang duku ku lihat kini ta pernah lagi diberikan pada ku , bahkan dulu Ayah tak pernah mengingkari janji dan selalu membawakan apa yang sudah di ucapkan.
Ternyata tak semua orang tua dpat di percaya dan tidak semua keluarga hidup dalam suasana suka .
Aku kembali menimbang dan parahnya aku membandingkan sosok Ayah kandung ku dengan Ayah kedua ku .
Mereka sama-sama hebat dan sama-sama sedang berjuang ! Tapi sayangnya aku yang menjadi korba perpecahan antar mereka.
Aku tidak rela Ibu terlalu dekat dengan putri bungsunya yang jelas-jelas darah dagingnya karena aku merasa ibu tak bisa membagi adil perhatiannya . Aku pun tidak rela melihat Ayah begitu hangat pada keluarga barunya hingga satu janji dengan ku pun tak terlaksanakan, aku merasa semua sama dan kini aku hanya berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditakdirkan Tuhan .
Aku bosan ! Ku letakkan asal ponsel dari tangan ku lalu ku pejamkan mata walau dengan pikiran yang masih melayang. Terkadang ku bingung bagaimana Tuhan memberi skenario kehidupan , aku yang merasa tak pernah beruntung tapi disisi lain diperlihatkan bagaimana orang-orang di sekeliling ku memberi perhatian tapi, di sisi lain aku merasa beruntung masih punya mereka yang mau merawat ku tapi terkadang aku masih membandingkan kehidupan ku dengan mereka yang mungkin lebih buruk dari pada aku .
Entahlah aku tidak mengerti bagaimana kehidupan yang begitu memusingkan! Aku terlelap malam ini di atas ranjang hangat dengan kipas angin yang menyala , memutarkan baling-baling dalam kurungan beri yang menoleh kesana kemari menghembuskan angin untuk mendinginkan suhu ruangan dalam kamar ku.
Mata ku semakin berat dan tak terasa aku terlelap dan mulai menjelajah alam bawah sadar ku dengan memeluk erat guling dalam dekapan ku.
" Beristirahat kalain dengan cukup . Mohon jangan bandingan bagaimana kehidupan yang sedang berjalan ! Kau tidak pernah tau bagaimana keadaan mereka yang mengumbar senyum di bibirnya namun nyata berbeda dalam hati yang penuh luka ♥️."
__ADS_1