
Malam cepat datang aku tak jadi terlelap sore tadi setelah mandi karena rengekan dari luar pintu mengganggu ku. Aku berjalan menuju ruang tamu saat pintu kamar di ketuk paksa gadis kecil yang terus saja meminta ku untuk keluar.
" Ayo kak! Cepatt!!"
Rengek Aulia pada ku dan membawa kunci motor yang ku taruh di gantungan pada dinding di belakang pintu.
Bagian dia mengambilnya? Dia ini seperti ku akalnya cukup pintar ! Dan sebuah sapu ijuk dipaksa menjatuhkan kunci yang berada sangat tinggi untuknya.
" Bilang ibu dulu Lia! Baru Kakak antar ke toko! Lagi pun ini sudah hampir malam."
Aku membujuk gadis itu.
" Tapi aku mau kesana kak! Ayoo !!"
Katanya merengek lebih parah.
" Ada apa ini? Kenapa Lia? "
Ibu bertanya setelah sepuluh menit terus merengek dan telinga ku sudah tak kuat mendengarnya.
" Lia mau ke toko bu! Kak Angel tidak mau anter!"
What? Aku berteriak dalam hati , bagaimana bisa dia mengatakan aku tidak mau mengantarnya! Aku hanya bilang dia meminta izin pada ibu , dan mengatakan untuk apa kesana karena hari sudah sangat sore .
__ADS_1
" Bukan tidak mu Lia, Kakak tadi bilang Lia harus meminta izin pada ibu bukan?"
Jantung ku be sorak bertepuk tangan riang saat mendengar jawaban itu yang ternyata diam-diam mendengar ucapan ku.Aku kita ibu akan menyalahkan ku tapi ternyata semua itu tidak terjadi dan aku cukup merasa bersalah karena telah berpikir terlalu buruk tentang ibu .
" Iya Bu."
Jawa Aulia menunduk sembari meremas kedua tangannya , mungkin merasa ketahuan jika sedang berbohong dan ada sedikit sesal di hati gadis kecil itu.
" Jangan ke toko ya? Benar kata kakak ini sudah hampir malam, Kalain ke warung mang Omet aja sekalian belikan ibu bumbu penyedap ya ."
Ibu membujuk dan bulat mata Aulia terliha menyetujui.
" Kak? Kalain pergi ke warung saja , sekalian beli cemilan buan nanti malam."
" Iya Bu."
" Lia mau lolipop ya Bu?"
" Jangan ! Ice krim saja nanti Lia batuk lagi. Apa Lia mau suara Lia seperti kodok lagi?"
" Tidak Bu! Lia tidak mau."
Finally aku membawa Aulia menuju warung terdekat, warung mang Omet yang menjadi tempat paforit para ibu-ibu termasuk ibu ku yang menyukai barang murah tapi tidak murahan.
__ADS_1
Ahahaha ! Lucu rasanya jika diingat bagaimana aku dulu merengek minta sebuah mainan di warung itu tapi kata ibu tidak dijual dan kata sang pemilik warung pun tak dijual walau raut wajahnya tidak mengenakkan saat mengatakan itu.
Sekarang aku tau kenapa hal itu dilakukan , bukan soal harga! Tapi butuh atau tidak kita dengan benda yang kita inginkan . Pada dasarnya tidak semua yang kita mau bisa segera di dapatkan dan tidak semua yang kita dapatkan akan kita pakai dan bermanfaat.
Justru setiap aku memohon meminta ini dan itu ibu selalu bilang , " ini belum waktunya!". Sembari meletakkan kembali mainan yang mungkin memang belum pas untuk usia ku.
Motor biru berhenti dengan gerakan cepat Aulia turun dan mengelilingi warung namun cukup besar dan komplit menurut ku.
" Kak?? Lia mau ini!".
Tunjuk ya pada bungkus berwarna merah yang terdapat di etalase.
" Mata ku melotot! Membaca benar apa nama barang yang di tunjuk gadis itu .
" Itu apa?"
Kata ku semakin mendekat.
" Itu permen kak! Rasa stroberi."
Bibir Aulia mengatakan begitu dan memang iya , bungkus merah bergambar buah strawberry dan nampak menggiurkan.
Hari semakin menggelap aku sampai dan membawa turun plastik berisi pesanan ibu juga cemilan yang di pilih oleh Aulia . Jangan ditanya bagaimana ekspresi ku ! Wajah ku tertekuk namun tidak dengan Aulia yang dengan riang berlari sembari membawa sebungkus coklat ditangannya.
__ADS_1
" Terkadang tidak semua keinginan bisa kita dapatkan ! Tidak semua permohonan bisa di kabulkan. Bukan tidak di terimanya sebuah do'a , melainkan waktu yang belum ditentukan."