AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 34


__ADS_3

Hampir tiga puluh menit waktu perjalanan kami dan kini mobil berhenti pada area basemen dimana banyak mobil yang sudah memenuhi tiap harus area parkir.


Brruukk


pintu di tutup kembali setelah aku keluar dan sedikit menepuk dress takut memberi kesan buruk untuk diri ku sendiri.


" Kakak sudah cantik kok!".


Puji ibu tiba-tiba dari pintu depan sembari tersenyum manisnya.


" Jangan begitu Bu! Angel saja masih belum tau kita akan kemana dan mau apa? "


" Kan ibu sudah bilang kita akan makan bersama."


" Tapi kenapa harus pakai baju seperti ini! Pakai dres dan , apa ini? sepatu ini bahkan Angel tidak mau memakainya kala ibu tidak memaksa begini! Jangan bilang ibu akan bertemu dengan teman ibu terus mau buat janji perjodohan usia dini!".


Ahahahaaa !!!


Ibu puas menertawakan ku dan mengusap perutnya mungkin sedikit keram.


Wajah ku cemberut membayangkan jika memang itu benar terjadi seperti kebanyakan cerita dalam televisi maupun novel yang sempat ku baca di tempat penjual buku.


" Ibu??? Jangan begitu ! Ibu membuat Angel semakin curiga!"

__ADS_1


Aku sedikit menghentakkan kaki lalu memutar tubuh sembari bersedekap dada.


" Ahahaa! Kenapa pikiran mu kesana anak manis? Bahkan ibu masih mau dibilang muda tapi kamu malah sudah berpikir ingin bertemu jodoh mu!"


" Ibu belum mau menimang cucu sayang!"


Lagi gelak tawa ibu belum mereda lalu memutarkan tubuh ku agar berhadapan dengannya.


" Ibuu!!".


" Kita hanya makan, percayalah kak ! Kita tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya bukan? Jadi ibu harap setelah ini kita tidak saling merasa terbebani dengan adanya orang baru , dia sekarang Ayah mu ! Orang tua mu yang sayang kepada mu!"


Ibu berbicara sedikit menahan sesak , mungkin ada sesuatu yang belum ku ketahui sebelumnya.


" Duduklah kak!"


Kata ibu dengan lembut dan ini pertama kalinya tutur ibu melunak selunak-lunaknya setelah lima tahun semenjak kedatangan gadis kecil yang duduk berhadapan dengan ku.


Sebuah tempat outdoor tapi panas matahari tak begitu terasa karena sebuah atap kokoh yang memayungi tiap-tiap kursi di area ini.


" Ibu? Aku mau es krim!"


Kata Aulia saat menu dalam buku di buka.

__ADS_1


" Iya ! Kakak mau yang mana?"


Lalu ibu bertanya kepada ku dan Ayah hanya duduk bersandar menunggu ibu bertanya.


" Angel menurut saja Bu!"


Ibu mengangguk lalu berganti dengan Ayah dan jawaban Ayah ikut dengan ku.


Sembari mengusap nunggu pesanan datang tiba-tiba mata ku di buat melotot saat tangan ibu mengeluarkan benda pipih dan mengarahkan kepada kita meminta untuk tersenyum lebar dan .


Ciisss


Sebuah foto dadakan tersimpan dalam ponsel ibu . Itu aku? Hah ! Aneh sekali .


Aku bergumam , kembali aku berpikir kenapa aku tidak bisa menerima kehadiran laki-laki itu? Kenapa rasanya sulit sekali sekedar untuk berbasa-basi dengan dia! Aku ini sebenarnya kenapa ? Aku lihat Ayah duduk dengan tenang seakan tak ada perbedaan antara aku dengan Aulia. Salah salah ! Maksud ku dia tak membedakan antara aku dengan dia.


" Ada apa kak?"


Ayah bertanya saat menyadari aku menatap pupil milik ayah kedua ku.


" Tidak !".


Aku masih Kelu lalu menunduk dan mengalihkan pandangan ke sekeliling tempat dengan pemandangan gedung berkaca yang m njukang tinggi

__ADS_1


__ADS_2