
Aku berjalan dengan malas sembari menarik tas ditangan ku lalu menaruhnya dengan kasar di atas meja .
Brruukkk
" Malaikat? kamu kenapa?"
Kata Ades begitu aku duduk dan menopang dagu di atas kedua tangan ku.
" Kamu putus cinta ya?".
Brakkk!!
" Siapa yang putus cinta? Ngel cowok mana yang diam-diam menjadi pujaan hati mu?"
Okta datang dengan bibir terus berbicara.
"Iisshhh !! kalian apa-apaan sih, aku tu semalem enggk bisa tidur!"
" Gara-gara mikirin tu cowok?".
Lagi ! mereka terus menyebut sesuatu yang sanga tidak masuk akal menurut ku.
Aku menghela nafas panjang dan menegakkan posisi setengah tidur ku.
Bbraaakk !
Aku menggebrak meja dan menajamkan kedua pupil ku , menatap satu persatu yang ada di dekat ku.
" Gak usah belagak galak sama kita! Cepat jelasin Ngel!!".
__ADS_1
Rengek Indah dan aku mulai menjelaskan.
" Astaga! Kenapa bisa begitu? Aku tau rasanya."
Kata Dian menatap ngilu ujung kelingking kaki kanan ku yang sengaja ku buka sepatu juga kaus kaki ku.
" Emang kamu pernah kepentok ?".
" Enggak! Tapi Adik ku perah begitu dan aku lihat sendiri dia meringis kesakitan sampai menangis tanpa suara. Kalain tau kan bagaimana bebalnya dia melebihi malaikat di sebelah kita ?".
" Heh! Kenapa jadi ngebawa aku sih! Kan ini kelingking ku yang nabrak! Lagian punya mata kaki enggak berfungsi!".
Aku memberi lelucon agar tak terjadi ketegangan di pagi hari.
Ahahaaa!!
Kita tertawa! Menertawakan kecerobohan ku tapi aku tidak merasa sakit hati karena memang, aku sedikit sedikit tak memperhatikan langkah ku semalam.
" Ngel? Kau beneran mau liburan?"
Kata Okta yang berbaring di samping ku.
" Kenapa memangnya?"
Aku bertanya sembari mengamati pelafon di kelas ku.
" Emmm!! Aku denger katanya sih ya. Edo naksir kamu tapi Rio selalu bikin masala biar Edo enggak jadi nembak kamu."
Aku menoleh sejenak lalu kembali dengan posisi awal dengan bibir seolah tak menggubris mereka berdua.
__ADS_1
" Kamu suka sama Rio?"
Deg,
Satu pertanyaan keluar dari mulut Okta.
" Aku? suka sama Rio!"
Ku ulang kembali pertanyaan gadis di samping ku.
" Kamu bayangin aja ya ta! Aku cuek sama dia aja udah ada yang kebakaran jenggot! Nyampek kita berkelahi malahan . Gimana jadinya kalau aku sama dia jadian!".
Aku bergidik ngeri dengan bahu bergoyang.
" Terus kala Edo gimana?"
" Kenapa? Kamu suka ya sama kak Edo !."
" Buju buset Ngel! Aku cuma tanya kenapa malah jadi kena sasaran!"
Okta terkejut dan buru-buru bangkit dari tidurnya dan aku hanya tertawa meliha wajahnya yang merah padam.
" Lagian kamu aneh! Enggak ada kata jadian ya Ta! Mereka satu kelas dan tau sendiri gimana mereka siapa? Pangeran tampang dengan banyaknya penggemar ! Gimana jadinya kalau aku jadi pacar dari salah satu diantara mereka! Hii ,, Ngeri!".
Aku kembali bergidik membayangkan bagaimana semua membicarakan ku. hah! Rasanya membayangkan saja pun aku engga!.
" Iya ya! Aku cuma takut kalau kamu jadi bulan-bulanan mereka yang enggak suka sama kamu Ngel!"
Aku menyetujui bagaimana ketakutan Okta jika memang itu terjadi, tapi seujung kuku pun aku tidak ada rasa dengan Rio maupun Edo!.
__ADS_1
" Hey! Diantara kalain ada gak sih yang di taksir kakak kelas tapi banyak pengganggunya? yuk be bagi cerita bareng author ."