AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 21


__ADS_3

Ku tutup pintu kamar dengan cepat nafas ku masih terengah saat bagaimana wajah Aulia yang terlihat begitu menyedihkan melihat ice krim milik ku dipamerkan dengan nikmatnya. Aku berdiri membelakangi pintu samar-samar tragis Aulia masih menghiasi ruang tamu dimana Ayah sibuk membujuk anak kecil itu.


" Ayo minum obatnya dulu nanti Ayah belikan yang banyak untuk mu, nanti kalau kak Angel minta kamu jangan mau membaginya."


Suara Ayah menggema dan mungkin sudah geram karena Aulia tetap saja tak menurut.


" Ayah janji ya! "


" Iya ,, Ayo Mun'im dulu obat mu."


Akhirnya drama minum obat selesai setelah pameran ice krim milik ku di gelar.


Aku menatap bingkai di tas meja belajar foto kecil dengan senyum merekah menghiasi wajah ku yang duduk sembari bermain kelinci. Kelinci yang ku beri nama Hiro saat itu bersama laki-laki dewasa dan ibu yang tengah memegang keranjang berisi wortel , dan sayangnya ia mati karena tertabrak motor yang melintas didepan rumah ku. Aku m nangis sejadinya saat dan itu membuat ku kembali mengingat bagaimana bahagia kehidupan ku sewaktu dulu .


" Angel kangen yah!"


Aku berbicara pada bingkai foto itu mengusap lembut dan air mata kembali membasahi pipi .


Aku merebahkan tubuh ku di atas ranjang tidur , mengayunkan kedua tangan bak sayap kupu-kupu yang tengah terbang tinggi dengan bebas . Ku nikmati dingin dari sprei berwarna biru muda senada dengan dinding kamar ku.


Aku menikmati suara jarum jam yang berada di atas meja belajar sebelum terusik dengan gemerucuk cacing didalam perut ku.


" Aiiiss kau mengganggu waktu melow ku !".


Kesal ku lalu tertawa sendiri.

__ADS_1


Kalian bisa bayangkan sendiri bukan saat kita tengah masuk dalam suasana sedih dan tiba-tiba kukukan cacing terdengar nyaring dari dalam perut mu.


" Apa kau tidak bisa melihat sesuatu wahai perut ? Aku tau aku belum mengisi makanan padat untuk mu tapi kau sudah menelan dua buah ice krim bukan!"


Aku berbicara sendiri dan semakin kencang pula suara kedua yang di berikan oleh usus ku.


" Hhaaiiissss! Baiklah ayo kita cari makanan!."


Aku mengalah saat perut ku semakin terasa kelaparan.


Aku keluar setelah bersemedi hampir satu jam dan sekarang perut ku mulai meronta meminta jatah makan siang yang sudah terlewatkan.


" Sepertinya kamu harus menunda makan siang mu lagi Angel!".


Semangat ku hilang saat tudung saji kosong tanpa isi , ku usap perut rata ku lalu berjalan mengelilingi dapur.


Tak ingin menyantap mie instan akhirnya ku niatkan untuk sedikit bermain dengan peralatan dalam dapur .


Aku menggulung rambut pajang ku yang setengah terurai , menggulung asal lalu ku ikat dan aku mulai mengambil beberapa bahan untuk ku masak.


Tuk tuk tukk


Suara tatakan kayu beradu dengan pisau tajam saat tangan ku memotong wortel dengan warna oranye segar .


Tangan ku sedikit mahir dalam mengaplikasikan bahan makanan , lalu ku tumis bumbu yang sudah ku giling .

__ADS_1


Ssrreennggg


Suara minyak panas beradu dengan basahnya bumbu yang sedikit mengandung air .


Peluh ku cukup banyak saat uap dari kompor yang menyala menyembur hangat ke tubuh ku ,lalu ku tuang air kedalam panci dan menuangkan bumbu dari dalam teflon berukuran kecil itu setelah bumbu matang.


Kuah sup sudah mendidih dengan potongan daging yang sebelumnya sudah ku rebus secara terpisah dan ku pindahkan pada panci yang sama berisi bumbu.


Suguhan sup daging sudah hampir matang dan rasanya ada yang kurang saat makan jika tidak ada sesuatu yang membuat bibir kita merasa panas . Tangan ku kembali bergerak membuka lagi lemari pendingin dan akan ku buat sambal merah sebagai pelengkap sajian sup yang hanya menunggu beberapa menit lagi .


" Kak?"


Panggil wanita dari belakang ku dengan tiba-tiba.


" Angel lapar Bu! ".


Aku menjawab sebelum ibu bertanya sedang apa aku.


Tak ingin berdebat dan membiarkan ibu melihat kegiatan ku dari kursi yang berada di meja makan .


" Maaf kak ibu belum sempat masak , susah sekali membujuk Aulia untuk sekedar membuat makan siang."


" Tidak perlu minta maaf Bu , Angel bisa melakukannya !".


Aku mempercepat kegiatan ku sebelum mood ku kembali memburuk.

__ADS_1


____


Kalian tau rasanya mood yang berantakan beradu dengan alat dapur? Masakan tidak mungkin enak saa kita mengolahnya dalam kondisi hati berantakan! Masaklah dengan gembira maka masakan mu akan terasa nikmat walau hanya sebatas telur dadar!


__ADS_2