AYAH KEDUA

AYAH KEDUA
Eps 28


__ADS_3

Bbruukk


Pllakk !!


Tangan ku melayang keudara kedua tangan ku saling menepuk tepat di depan wajah Si di dan dua dayangnya , aku geram dan tak mungkin juga aku m mukul wajah nenek sihir itu karena mengingat akan ada pergelaran bulan bahasa yang sudah ku janjikan pada Bu Izmi.


Nafas ku naik turun mencoba menahan tangan agar tak menyentuh pipi bagai donat milik Sindi. Jangan tanya bagaimana ekspresi meeka juga mang Ujang sudah pasti akan mengira aku akan menampar dengan cukup keras saat mulut nyinyir Sindi menjelekkan nama ibu ku .


" Ngel?"


Okta menyebut nama ku dengan tak percaya lalu membawa ku mendekat ke arah bangku dan menyodorkan minuman coklat yang masih sedikit tersisa.


Sindi terdiam ditempat wajah ya pucat takut tangan ku melayang menyentuh wajahnya. dan dengan cepat pucat wajah si di berubah dengan sok percaya diri.


" Kenapa? Takut! Dasar malaikat sayap hitam udah ibunya enggk bener bapak sambungnya pasti emng bukan orang baik-baik."


" Diammm!!! ".


" Mulut ku bisa diem enggk! jangan kira kamu kakak kelas terus aku takut gitu! Inget ya yang nolak kamu itu Rio bukan aku yang mendekati dia. Kalau Rio tidak menyukai mu wajar saja mana ada orang yang mau sama cewek kayak kamu !"


" Inget sekali lagi ! ".

__ADS_1


Aku mengacungkan telunjuk ku.


" Jangan sesekali membawa nama orang tua ! Kalau emang berani tunggu aku sepulang sekolah di lapangan belakang!".


Aku memandang Sindi gadis tanpa urat malu yang hanya berani berkoar karena sebenarnya dia gadis penakut.


" Neng udah neng! Jangan begitu ya nanti neng Angel juga yang rugi! Kamu juga kakak kelas kok malah cari musuh belajar yang bener biar bisa lulus!".


Mang Ujang mencoba mencari jalan keluar sebelum guru menyadari keributan di pos penjaga .


" Udah mang gapapa kok sekali-kali orang kayak dia tuh emang butuh dikasih pelajaran."


" Kenapa diem ? Takut!".


Aku mencondongkan badan ku dan menatap tajam lagi ke arah tiga wanita yang berdiri dengan berdempetan .


Sindi yang terlihat sangat menutupi rasa takutnya serta dua dayang yang memang terlihat jelas raut tak berani membantah ucapan Sindi.


" Ok ,! pulang sekolah kita ketemu di lapangan belakang !"


Akhirnya dia menyetujui dan wajah sahabat ku sedikit memberi rasa khawatir pada mereka yang berani melawan ku.

__ADS_1


Bukan sok jagoan tapi aku paling tidak suka saat mereka yang tidak menyukai ku tapi membawa nama kedua orang tua ku.


Bayangkan saja dengan kalian jika ada yang membicarakan keburukan orang tua mu! Mungkin kalain akan melakukan hal yang sama dengan ku.


Sekarang pikiran ku mulai bercabang mengenai bagaimana hubungan ku dengan ibu juga dengan ayah kedua ku. Aku masih belum bisa menerimanya tapi aku juga tak suka jika ada yang menjelekkan nama mereka terutama tentang ibu.


Tteeeetttt


Bel masuk kembali terdengar mau tidak mau kita membubarkan diri dan membawa bekas makan dan mengembalikannya menuju kantin.


" Mang kita masuk dulu ya!".


Aku berbicara dengan bibir tersenyum seolah tak terjadi adu mulut antara aku dengan kakak kelas ku.


" Makasih neng ! Tapi yang tadi bercanda kan ya?".


Mang Ujang Mash mempertanyakan .


" Udah mang mang Ujang tenang aja Angel ini jagoan jadi mang Ujang tidak perlu risau , Oke ?"


Ades berbicara dengan suara terdengar santai bahkan wajah mereka tak sedikitpun menyimpan rasa takut.

__ADS_1


__ADS_2