
Semua sudah siap diatas meja makan sup daging yang mengepulkan asap dengan aroma wangi yang menggugah selera . Sambal merah ku taruh dalam mangkuk kecil serta bulatan kentang yang ku olah dan di goreng dengan telur sudah siap ku bawa menuju meja makan. Ibu hanya memandang tak percaya saat semua hidang sudah siap dan itu semua hasil karya tangan ku .
Bukan makan siang lagi ini karena jarum jam sudah berada di angka 5 yang berarti sudah hampir memasuki waktu maka malam . Aku bukan keluarga sultan yang punya jam makan tertentu, asal aku lapar ya aku makan jika tidak malas.
" Ibuu?"
Panggil anak kecil dari dalam kamar ibu dengan suara lirih .
" Sebentar!".
Seru ibu lalu bangkit dari kursinya dan bergegas menuju kamar menemui tuan putri juga raja yang tengah berbaring menemani putri tercinta.
" Aku rasa tangan ku berbakat mengolah semua hidangan ini, ahh rasanya bahagia sekali bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik."
Aku berseru senang menyombongkan diri pada peralatan dapur yang setengahnya sudah ku bersihkan.
Kalian jangan jangan berburuk sangka dulu dengan ibu ku , ibu tidak membantu bukan karena dia malas tapi aku tak mengizinkannya karena semangat ku sedang tinggi dan aku tak ingin tenaga ku hilang setelah ibu ikut tempur bersama ku.
Selesai dengan cucian kotor dan saat itu Ayah Dani keluar sebelum ibu .
__ADS_1
" Aromanya tidak buruk! "
Celetuk laki-laki dengan tubuh tinggi di ambang pintu.
" Aku lapar ! jadi aku memasaknya sendiri kalau rasanya tidak sesuai selera jangan dilanjutkan."
Nada ku sudah ketus saat ungkapan mengenai aroma masakan ku di rendahkan , padahal lidahnya saja belum mencicipi rasanya dan ibu yang sedari tadi menunggu di kursi meja makan tak berkomentar banyak.
Kita sudah memcicipinya dan ibu bilang rasanya sudah pas , kuah gurih dengan sayur tidak terlalu lembek juga tingkat kematangan daging sangat baik.
" Kau tidak makan dulu?"
" Makan lah dulu bersama ibu , aku mau mandi jika terlalu lama tinggalkan saja , jangan menunggu ku karena aku pasti akan lama."
Ucap ku beranjak dari dapur meninggalkan semua hidangan dan punya ku sudah berada di dalam mangkuk terpisah.
Ibu tidak melarang tapi tatap mata Ayah sambung ku cukup membuat ku tidak nyaman.
" Ada apa mas?"
__ADS_1
Tanya ibu keluar bersama Aulia yang berada di gendongannya.
" Katanya kita makan saja dulu dia mau mandi dan mungkin lama."
" Aneh ! tadi bilangannya lapar kenapa malah tidak langsung makan."
Ibu berbicara sembari mendudukkan Aulia di atas kursi.
" Makan dulu ya ini kakak yang memasaknya.".
Kata ibu pada Aulia , aku bisa mendengar dari balik pintu kamar ku .
" Aku mau yang itu!".
Suara lirih Aulia mengusik gendang telinga ku, entah makanan apa yang ia tunjuk namun aku cukup senang jika semua orang suka dengan hasil masakan ku. Senyum di bibir ku terbit walau sedikit perih, entah perasaan tak nyaman macam apa yang menggerogoti perasaan ku entah ketidak nyamanan apa yang mengusik di kehidupan ku . Suara ibu terdengar lirih sesekali memuji rasa namun suara Ayah hanya terdengar sesekali mengiyakan kata ibu .
" Ayo Angel bersihkan tubuh mu , aroma bawang sudah mendominasi ketiak mu!".
Aku berbicara pada diri ku sendiri dan memboyong handuk juga baju ganti kedalam kamar mandi yang memang berada di masing-masing kamar.
__ADS_1