
Hari berganti kini aku duduk menikmati semilir angin di bawah pohon jambu dipekarangan rumah duduk dengan begitu nyaman setelah rutinitas sekolah yang cukup menguras tenaga.
Pagi cerah mengawali ku untuk sejenak menikmati waktu sendiri tak ada tugas sekolah tak ada teman tak ada keluarga yang akan masuk dalam pikiran ku kali ini.
Aku membasahi tenggorokan dengan minuman dingin dalam botol yang ku ambil dari lemari pendingin didalam rumah.
Ibu sedang di toko bersama anak bungsu juga suaminya yang tidak lain ada Ayah kedua ku, sengaja aku menolak ajakan mereka untuk ikut dengan alasan aku lelah dan ingin beristirahat tapi pada kenyataannya aku hanya butuh waktu sendiri untuk menjeda otak yang selalu berpikir cukup keras.
" Ngel?"
Panggil seseorang menggunakan sepeda motornya.
" Tante?"
Ucap ku saat wanita dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
" Ikut Tante yuk?"
Ajak tante Mira setelah motor berhenti dengan sempurna.
" Angel belum mandi Tan! Lagi pula kita mau kemana? "
Tanya ku masih dengan posisi ternyaman ku.
" Tate tunggu lima menit buat kamu mandi , tidak perlu bertanya kamu cukup duduk diam di belakang Tante!"
" Lima menit cukup buat apa Tan?"
__ADS_1
" Sudah ayo cepat kerjakan saja kamu akan menyesal jika menolak ajak tante kali ini!"
Tante Mira sedikit memberi ancaman membuat ku tergiur karena penasaran.
" Tunggulah dulu Tan aku akan mandi dengan cepat."
" Dimana Ibu mu?"
" Mereka semua ada di toko! "
" Kau tidak ikut?"
Aku berhenti dan menoleh sejenak dengan memamerkan ekspresi malas pada Tante Mira. Dia menggelengkan kepalanya lalu dengan gerakan tangan seolah mengusir ku untuk cepat menjauh.
Sepuluh menit berlalu kini aku sudah siap dengan pakaian santai seperti wanita yang tengah duduk di ruang tamu . Celana jins panjang berpadu dengan sweater over size yang menenggelamkan tubuh ku ! Terlihat kebesaran memang tapi ini model dari pakaian terkini untuk remaja seusia ku.
" Kita mau kemana Tan?"
" Kita harus pamit dengan orang tua mu ! Tante tidak mau kalau mereka mengira ada seseorang yang menculik anaknya."
Ucap Tante Mira saat motor yang dikendarainya berjalan searah dengan letak toko milik Ayah.
Tidak butuh waktu lama kini sebuah toko cukup ramai dengan beberapa orang yang sibuk menarik turunkan barang dari dalam mobil menuju sebuah gudang disisi bangunan. Sebagian lagi ku lihat beberapa pembeli tegah mengantri untuk meminta nota pada kasir yang tidak lain adalah Ayah.
Dimana ibu? dia sedang berdiri di ambang pintu gudang bersama para karyawan yang sibuk memikul kardus berisi makanan beberapa lagi-lagi memikul karung beras dengan keringat yang membasahi keningnya.
" Hei nona? lama tidak bertemu!"
__ADS_1
Sapa karyawan Ayah yang berdiri dan mendapati ku tengah mematung sembari menunggu Tante Mira menghampiri ibu.
" Iyaa kak! "
Jawab ku canggung dan senyum dengan deretan gigi ku yang terlihat jelas.
" Kak ? Aku mau membawa Angel untuk pergi sebentar."
Pamit wanita dengan rambut terikat rapih .
" kemana kalian akan pergi?"
" Tidak jauh ! Lagi pula ini hari libur jadi tidak salah aku mengajaknya berlibur sejenak."
" Baiklah ! Kalian hati-hati."
Ibu menitip pesan pada Tante Mira. Aku tidak mendengar tapi gerak mulut mereka yang mungkin percakapan seperti itu yang tengah di ucapkan.
Aku tak mendekat tak pula menemui ibu takut anak kecil yang sedang bermain dengan kardus kosong merengek untuk ikut dengan ku. Terkadang aku bingung! Dia kerap keluar bersama Ayah ibu tapi saat aku ingin pergi sendiri selalu saja Bingin mengekor, dan itu membuat ku merasa terganggu."
Tante Mira kembali dengan senyum merekah wanita yang datang sembari memamerkan dua lembar uang kertas dan memberikannya pada ku .
" Tante yang mengajak ku kenapa meminta uang dari ibu?".
Aku sedikit protes dengan tingkah adik ibu ku.
" Jangan berburuk sangka ! Tante memintanya sekedar pegangan untuk mu , simpan baik-baik uang itu gunakan seperlunya jika memang dibutuhkan . Untuk urusan kita keluar biar Tante yang mentraktir mu!".
__ADS_1
Bibir Tante Mira terbuka tutup dengan lucu tak terlihat jika di sudah bersuami karena kerap teman lelaki ku meminta nomor pribadinya saat aku mengabadikan foto kita di story sosial media ku.