
Hari telah berlalu setelah beberapa hari yang lalu mengadakan makan bersama rasanya kehidupan ku sedikit ada perubahan . Setidaknya ibu sedikit memberi perhatian lebih pada ku contohnya menanyakan Pr yang hampir setiap hari mengganggu malam ku.
Dua hari kebelakang ibu menyiapkan betul perhatian tambahan karena memang Aulia tidak serewel biasanya, mungkin karena kita tidak seperti dulu suasana keluarga lebih terasa saat ini.
Aku menggeliat meregangkan otot yang terasa kaku setelah semalam tidur dengan nyenyak.
" Come on Angel! Kau harus lebih semangat dari hari biasanya.
Aku beranjak dari atas tempat tidur ku berjalan menuju kamar mandi dan membilas seluruh tubuh ku.
" Huuuuu!! Dingin sekali hari ini!"
Ucap ku saat air dalam gayung merah mengguyur kepala ku.
Aku mempercepat kegiatan ku lalu menyambar handuk yang menggantung di belakang pintu.
Ceklekk
Setelah beberapa menit bergulat dengan seragam sekolah , membawa tas serta jaket yang menjadi benda wajib untuk ku bawa .
'' Pagi Bu?".
Aku menyapa wanita yang tengah menyusun makanan diatas meja .
" Pagi kak! Mau sarapan dulu apa tunggu Ayah sebentar ?"
Tanya ibu lalu aku menjawab sedikit kikuk.
" Tunggu saja tidak apa-apa Bu!."
Aku berucap sembari meletakkan tas sekolah diatas kursi ruang tamu .
" Kakak?"
Panggil Aulia pada ku .
__ADS_1
" Ada apa?".
Aku bertanya pada gadis kecil itu.
" Mau diantar sekolah kakak ."
Kataya sembari menggoyangkan tubuhnya kesana kemari dengan wajah lucu.
'' Biar Ayah saja yang mengantar mu Lia , kakak mu nanti bisa terlambat!".
Suara Ayah datang menyela sebelum aku menjawab.
" Tidak apa Yah , Angel tidak terburu-buru , toh jalan menuju sekolah bisa menggunakan jalur yang sama."
" Tapi sedikit memakan waktu nak."
" Angel bisa berkendara dengan cepat Yah!".
" Cepat? Apa maksud mu kak? Ugal-ugalan di jalan raya maksudnya?".
" Bukan begitu Bu! ".
Aku berbicara sembari berjalan kearah wanita itu.
" Sudah-sudah jangan ribut ayo kita sarapan saja , baiklah kali ini Lia di antar kakak tapi untuk besok biar Ayah saja yang mengantar mu ya?"
Kata Ayah menengahi dan kita semua duduk melingkar menikmati sajian sarapan pagi buatan ibu.
Obrolan hangat di ruang makan menjadikan kita semakin dekat , celoteh Aulia yang mengawali pembicaraan ini.
" Bu ? Ayah?"
Panggil ku ragu dan mereka saling menatap sesaat .
" Ini!".
__ADS_1
Kata ku menyodorkan sebuah amplop.
" Apa ini kak?"
Kata ibu mengambil amplop dari tangan ku.
" Coba lihat Bu kapan hari tanggalnya!"
Wajah Ayah cukup membuat ku lega , sebuah surat undangan untuk sebuah acara bulan bahasa yang diadakan di sekolah satu Minggu lagi dan disana aku juga akan menampilkan sebuah bakat yang mungkin ibu saja tidak mengetahuinya.
" Apa kalian bisa datang?".
Aku bertanya dengan was-was , mata ku berkedip cepat serta bibir yang tertutup sempurna.
" Apa ini hanya untuk satu orang?".
Ibu bertanya tanpa menjawab pertanyaan ku.
" Ini umum dan siapa saja boleh datang Bu."
" Baiklah ! Ibu usahakan akan datang bersama Ayah juga Aulia , mungkin ibu akan m ngajak nenek juga kakek mu nanti. Atau bisa saji ibu akan mengajak Tante Mira."
Senyum ku semakin merekah saat semua yang aku harapkan disebut oleh ibu.
" Angel tunggu disana kian semua ! Terima kasih Bu terima kasih Yah!"
Aku berucap dengan mata binar dan lima menit setelah itu aku benar-benar mengantar Aulia menuju Taman kanak-kanak .
" Dada ibu!! Dada Ayah!!"
Lembaran tangan mungil Aulia yang duduk sembari memeluk tubuh ramping ku.
" Daaa!!! Hati-hati kalian semua ya ! Lia pegangan erat pada kakak mu!! Kakak berkendara dengan santai saja ya!"
Nyaring suara ibu mengatai kepergian ku yang memboncengkan gadis kecil itu.
__ADS_1
" Hiduplah rukun pada lingkungan mu terutama mereka yang menjadi anggota dalam rumah mu ! Hidup mu akan lebih hangat saat kamu bisa dekat dengan mereka yang menjadi keluarga!"