
Wajah ku memerah seketika begitu mendengar ucapan Aulia lalu aku mendekat dan mencubit pipinya.
" Apa aku benar secantik itu?".
Aku sedikit menunduk menyamakan anak TK itu dan dia mengangguk dengan mata seolah begitu mengagumi.
" Kau juga cantik , seperti putri Sofia!".
Kata ku dan dia menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan dengan begitu lucu.
Tunggu sebentar! Pakaian kita sangat tidak biasanya , aku menggunakan , ah apa ini? Aku rasa ini namanya dres ! Dres setinggi lutut dengan lengan pendek .
" Aulia?"
'' Ya kakak!"
" Apa ibu bilang kita akan pergi kemana?"
Tanya ku dan dia menggeleng.
" Emmm ,, Apa Ayah juga tidak bilang kita akan pergi kemana?".
Tanya ku setelah bergumam dan lagi Aulia menggeleng .
" Anehh!"
Batin ku terus bertanya sebenarnya kemana kita akan pergi!.
ceklekk
__ADS_1
Suara kunci pintu di putar dan menyembul secara bergantian sepasang suami istri dengan bibir melengkung sempurna saat menatap ku bergantian dengan Aulia.
" Kalian cantik sekali!".
Puji ibu pada kita yang berdiri menghadap kearah mereka.
" Ibu juga cantik! Ayah yang paling tampan."
Bibir mungil Aulia berucap sehingga menimbulkan gelak tawa ibu juga Ayah termasuk aku tapi masih sedikit kaku.
Dia tidak berbohong ! memang benar di sini Ayahlah yang paling tampan karena satu rumah hanya Ayah yang laki-laki.
Aku berbalik tak tau akan berbicara apa dan lebih m milih duduk pada kursi sebelum ibu dan Ayah menyelesaikan sesuatu, mungkin mereka akan mengecek seluruh pintu di area belakang untuk memastikan semua sudah dalam keadaan aman.
" Sudah semua."
Kemana kita akan pergi? Dalam rangka apa kita semua pergi menggunakan pakaian yang menurut ku tidak pernah tersentuh tangan!.
Aku terus bertanya pada diri sendiri masih canggung rasanya untuk sekedar mencari obrolan karena memang kita tak pernah sedekat ini .
" Kak? Nanti mau makan apa?"
Suara ibu memecah keheningan yang menyelimuti isi mobil yang dikemudikan Ayah.
" Apapun Bu! Toh Angel tidak tau kita akan pergi kemana."
Ucap ku tanpa sadar menjerumus kearah kemana kita akan pergi.
" Kita pergi ke pusat perbelanjaan , Ayah dengar disana ada tempat yang cocok untuk acara keluarga."
__ADS_1
Kini suara Ayah Dani terdengar begitu yakin.
" Lia mau makan es krim Bu! Lia mau beli yang banyak tapi Lia mau berbagi dengan kakak."
Cerocos Aulia sedikit menyentil rongga perasaan ku, mengingat saat kemarin dia sakit aku memamerkan nikmat makanan dingin itu .
Aku hanya nyengir kuda tak bisa berbicara apa-apa tentunya.
" Kamu bisa mendapatkannya Aulia! Berbagilah dengan kakak mu."
Suara ibu begitu lembut.
Aku terus bertanya kenapa bisa waktu cepat berputar , bagaimana bisa sikap ibu sangat berbanding terbalik dengan kejadian yang baru saja terjadi kemarin.
Aku diam menikmati jalanan yang senggang , aku memilih untuk tak ikut berbicara saat mulut kecil Aulia terus menanyakan tentang sesuatu yang baru saja kita lewati.
Aku mengunyah makanan yang sengaja ibu bawa , sekedar untuk mengganjal lambung karen aku memang belum mengisinya sejak semalam.
" Kalau haus didalam box belakang ada minuman dingin kak."
Suara ibu mendominasi waktu perjalanan kita .
" Aku mau kak!"
'' iya!".
Jawab ku saat rengekan Aulia meminta minuman dari tangan ku.
Ibu tersenyum dan itu bisa kulihat dari pantulan kaca jendela dimana ibu duduk di kursi samping kemudi.
__ADS_1